Uptodai.com - Emil Audero bersama Cremonese di Liga Italia harus menelan pil pahit setelah kembali dari tugas membela Timnas Indonesia pada jeda internasional Maret 2026. Penjaga gawang andalan skuad Garuda tersebut gagal mengamankan poin penuh saat timnya menjamu Bologna di Stadio Giovanni Zini.

Kekalahan tipis 1-2 ini menjadi pukulan telak bagi I Grigiorossi yang tengah berjuang keras menjauh dari zona degradasi. Meski tampil penuh selama 90 menit, Audero tak kuasa membendung gempuran cepat tim tamu yang tampil sangat agresif sejak peluit pertama dibunyikan.

Jalannya Pertandingan Cremonese vs Bologna

Laga baru berjalan tiga menit, gawang yang dikawal Emil Audero langsung jebol lewat aksi tak terduga dari Joao Mario. Gol cepat ini seolah merusak skema permainan yang telah disusun rapi oleh pelatih Marco Giampaolo sebelum pertandingan dimulai.

Belum sempat bangkit untuk menyamakan kedudukan, Cremonese kembali kebobolan pada menit ke-16 melalui sontekan akurat Jonathan Rowe. Ketertinggalan dua gol dalam waktu singkat membuat mental bertanding para pemain tuan rumah sempat goyah di hadapan pendukung sendiri.

Cremonese baru bisa memperkecil ketertinggalan melalui eksekusi penalti Federico Bonazzoli pada masa injury time babak kedua. Namun, gol tersebut datang terlambat dan tidak cukup untuk menyelamatkan tim dari kekalahan di kandang.

Curahan Hati Emil Audero Pasca Kekalahan

Emil Audero mengakui bahwa kebobolan cepat di awal laga merupakan kesalahan fatal yang sangat merugikan tim secara keseluruhan. Ia merasa timnya sering kali baru terbangun dan memberikan reaksi setelah mendapatkan tekanan atau “tamparan” keras dari lawan.

“Ini bukan situasi yang mudah bagi kami semua, karena tujuannya selalu untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin,” ujar kiper berusia 29 tahun tersebut. Ia menegaskan bahwa setiap pemain sebenarnya memiliki keinginan besar untuk memberikan hasil terbaik bagi klub dan diri mereka sendiri.

Audero juga menyoroti tren negatif yang sedang menyelimuti Cremonese dalam beberapa laga terakhir di kompetisi domestik. Menurutnya, tim tidak boleh terus-menerus menunggu kebobolan terlebih dahulu sebelum menunjukkan semangat juang yang sebenarnya di lapangan hijau.

Nasib Cremonese di Papan Bawah Klasemen

Kekalahan ini memaksa Cremonese tertahan di peringkat ke-17 klasemen sementara Serie A dengan koleksi poin yang sangat minim. Posisi mereka kini sangat rawan karena hanya terpaut selisih poin yang sangat tipis dari tim-tim penghuni zona merah.

Jika pesaing terdekat mereka seperti Lecce berhasil mencuri poin saat melawan Atalanta, maka posisi Audero dan kawan-kawan dipastikan akan melorot. Tekanan besar kini menyelimuti ruang ganti Cremonese mengingat kompetisi sudah memasuki fase-fase akhir yang sangat krusial.

Kiper kelahiran Mataram ini menyadari bahwa klasemen saat ini berbicara banyak mengenai performa tim yang belum konsisten. Ia meminta rekan-rekannya untuk segera berbenah dan meminimalisir gangguan konsentrasi yang sering berakibat fatal pada hasil akhir pertandingan.

Harapan dan Optimisme Skuad I Grigiorossi

Kendati sedang berada dalam situasi sulit, mantan kiper Inter Milan ini tetap mencoba menyebarkan aura positif kepada seluruh anggota tim. Ia melihat ada semangat juang yang luar biasa pada babak kedua saat mereka mencoba mengejar ketertinggalan dari Bologna.

Audero mengambil contoh saat mereka berhasil memenangkan pertandingan melawan Parma beberapa pekan sebelumnya sebagai motivasi tambahan. Ia percaya bahwa kualitas permainan seperti itu masih ada dalam diri setiap pemain Cremonese jika mereka fokus sepenuhnya.

“Saya sepenuhnya percaya pada kemampuan tim ini hingga akhir musim dan saya tetap merasa optimis,” tandas Audero dengan penuh keyakinan. Ia berharap semangat proaktif yang ditunjukkan pada babak kedua melawan Bologna bisa terus dipertahankan pada laga-laga selanjutnya.