Uptodai.com - Kemenangan Manchester United atas Liverpool dengan skor tipis 3-2 di Stadion Old Trafford tidak hanya memberikan tambahan tiga poin krusial dalam persaingan liga. Hasil positif ini sekaligus memperpanjang napas rekor legendaris milik Setan Merah yang sudah bertahan selama lebih dari empat dekade di markas kebanggaan mereka.

Pertandingan pekan ke-35 Liga Inggris musim 2025-2026 yang berlangsung pada Minggu (3/5/2026) malam WIB tersebut menyuguhkan drama lima gol yang mendebarkan. Publik Teater Impian sempat dibuat was-was oleh kebangkitan tim tamu sebelum akhirnya bersorak merayakan kemenangan dramatis di menit-menit akhir laga.

Dominasi Awal Setan Merah di Teater Impian

Tuan rumah langsung menggebrak sejak peluit pertama dibunyikan oleh wasit. Matheus Cunha membuka keunggulan Manchester United saat laga baru berjalan enam menit melalui penyelesaian akhir yang tenang. Gol cepat ini memberikan suntikan kepercayaan diri yang luar biasa bagi skuad asuhan Setan Merah di hadapan pendukung sendiri.

Tekanan bertubi-tubi kembali membuahkan hasil pada menit ke-14 lewat aksi Benjamin Sesko. Penyerang muda tersebut berhasil menggandakan keunggulan menjadi 2-0 setelah memanfaatkan celah di lini pertahanan Liverpool yang tampak belum siap. Skor dua gol tanpa balas ini bertahan hingga turun minum, memberikan harapan besar bagi publik tuan rumah.

Keunggulan di babak pertama ini menjadi kunci utama terjaganya rekor historis klub. Manchester United memiliki catatan unik yang tidak pernah mereka biarkan ternoda sejak era sepak bola klasik. Mereka seolah memiliki jimat keberuntungan setiap kali memimpin skor sebelum memasuki ruang ganti.

Drama Kebangkitan Liverpool dan Gol Penentu Kobbie Mainoo

Memasuki babak kedua, Liverpool asuhan Arne Slot memberikan respons yang sangat agresif. Dominik Szoboszlai memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 pada menit ke-47 melalui tendangan keras yang gagal dibendung kiper lawan. Gol tersebut mengubah momentum pertandingan secara drastis dan membuat lini belakang United mulai goyah.

Petaka bagi tuan rumah nyaris terjadi ketika Cody Gakpo menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-56. Dalam situasi imbang ini, rekor impresif yang sudah dirawat Manchester United sejak Mei 1984 berada dalam ancaman serius. Jika Liverpool berhasil membalikkan keadaan, sejarah panjang selama 42 tahun tersebut akan runtuh seketika.

Beruntung, Kobbie Mainoo muncul sebagai pahlawan kemenangan lewat golnya pada menit ke-77. Gelandang muda berbakat ini melepaskan tembakan akurat yang memastikan skor berubah menjadi 3-2. Gol tersebut sekaligus mengunci kemenangan penting dan mengamankan catatan sejarah klub dari kehancuran.

Menjaga Rekor 388 Laga Tanpa Kekalahan Kandang

Hasil ini memastikan Manchester United tidak pernah kalah di Old Trafford jika sudah memimpin atau unggul saat turun minum. Rekor luar biasa ini telah bertahan selama 388 pertandingan beruntun di semua kompetisi domestik. Terakhir kali Setan Merah merasakan pahitnya kena comeback adalah saat kalah 1-2 dari Ipswich Town pada 7 Mei 1984 silam.

Dalam kurun waktu 42 tahun tersebut, Manchester United mencatatkan 355 kemenangan dan hanya 33 kali meraih hasil imbang. Statistik ini membuktikan betapa angkernya Old Trafford bagi tim tamu jika mereka sudah tertinggal di babak pertama. Para pemain United seolah memiliki mentalitas baja untuk mempertahankan keunggulan hingga laga usai.

Musim ini, rekor tersebut sebenarnya sudah hampir pecah sebanyak dua kali. Sebelum laga melawan Liverpool, Bruno Fernandes dan kolega nyaris menelan kekalahan saat menjamu Bournemouth. Namun, laga tersebut berakhir dengan skor imbang 4-4 yang menyelamatkan catatan emas mereka.

Kini, tantangan berikutnya bagi Manchester United adalah menjaga konsistensi di laga kandang terakhir musim ini. Mereka dijadwalkan menjamu Nottingham Forest pada Minggu, 17 Mei 2026 mendatang. Jika mampu mempertahankan performa ini, rekor 42 tahun tersebut akan tetap abadi hingga musim kompetisi berikutnya.