Uptodai.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi mengumumkan penambahan lokasi CFD Jakarta terbaru yang kini menjangkau kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Langkah ini diambil untuk merespons tingginya minat masyarakat dalam berolahraga dan menikmati ruang terbuka hijau di tengah kota. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengonfirmasi bahwa perluasan area ini akan memberikan alternatif baru bagi warga selain kawasan Sudirman-Thamrin.

Gubernur Pramono menegaskan bahwa Jalan HR Rasuna Said memiliki potensi besar untuk menjadi pusat kegiatan olahraga mingguan yang ikonik. Pemerintah daerah sedang mempersiapkan segala infrastruktur pendukung agar kawasan tersebut nyaman bagi pejalan kaki maupun pesepeda. Kehadiran koridor baru ini diharapkan mampu memecah konsentrasi massa yang selama ini memadati area pusat Ibu Kota setiap hari Minggu pagi.

Jadwal dan Waktu Operasional Lokasi CFD Jakarta Terbaru

Penerapan lokasi CFD Jakarta terbaru di Jalan HR Rasuna Said akan mengusung jadwal yang sedikit berbeda dari biasanya. Pramono Anung menjelaskan bahwa kegiatan di kawasan ini akan dimulai lebih awal, yakni pukul 05.30 WIB hingga pukul 10.00 WIB. Waktu mulai yang lebih pagi ini bertujuan untuk memberikan durasi olahraga yang lebih panjang bagi masyarakat sebelum matahari terlalu terik.

Tidak hanya di Rasuna Said, perubahan jam operasional ini juga akan berlaku di kawasan Sudirman-Thamrin mulai 1 Juni 2026 mendatang. Sebelumnya, agenda rutin ini biasanya baru dimulai pada pukul 06.00 WIB. Dengan memajukan jadwal menjadi pukul 05.30 WIB, pemerintah ingin memfasilitasi warga yang terbiasa memulai aktivitas lari atau bersepeda sejak subuh.

Kebijakan memajukan Jadwal CFD Jakarta 2026 ini merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap gaya hidup sehat masyarakat Jakarta yang semakin meningkat. Pramono menyebutkan bahwa antusiasme warga untuk bergerak aktif di pagi hari perlu mendapat apresiasi berupa fasilitas waktu yang lebih fleksibel. Hal ini juga selaras dengan upaya menjadikan Jakarta sebagai kota yang ramah bagi para pegiat olahraga luar ruang.

Revitalisasi Jalur Bekas Monorel di Rasuna Said

Demi menunjang kenyamanan di lokasi CFD Jakarta terbaru tersebut, Pemprov DKI tengah mengebut proses revitalisasi di sepanjang Jalan Rasuna Said. Salah satu fokus utamanya adalah pembersihan dan penataan kembali kawasan bekas jalur monorel yang selama ini terbengkalai. Targetnya, pengerjaan fisik ini dapat rampung sepenuhnya pada awal Juni 2026 agar segera bisa dinikmati publik.

Pramono Anung menargetkan peresmian wajah baru Jalan Rasuna Said ini bertepatan dengan momentum spesial bagi warga Ibu Kota. Pemerintah berencana melakukan seremoni pembukaan pada 22 Juni, yang merupakan hari ulang tahun Jakarta. Dengan demikian, kehadiran area Car Free Day baru ini akan menjadi kado istimewa bagi masyarakat dalam merayakan hari jadi kota mereka.

Pemerintah optimistis bahwa penataan ini akan mengubah estetika kawasan Kuningan menjadi lebih modern dan tertata rapi. Selain untuk berolahraga, area ini diproyeksikan menjadi spot wisata baru yang mampu menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara. Keindahan arsitektur gedung-gedung di Rasuna Said menjadi nilai tambah tersendiri bagi para peserta CFD yang ingin berswafoto.

Dampak Terhadap Pariwisata dan Ekonomi Lokal

Gubernur DKI Jakarta melihat bahwa fenomena Car Free Day telah bertransformasi menjadi daya tarik wisata yang sangat kuat. Banyak warga dari luar daerah, bahkan turis asing, sengaja menjadwalkan kunjungan ke Jakarta hanya untuk merasakan atmosfer olahraga di jalanan protokol. Oleh karena itu, perluasan Kawasan Car Free Day Jakarta ke Rasuna Said dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat sektor pariwisata.

Pramono meyakini bahwa pembukaan akses di Rasuna Said akan memicu munculnya titik-titik ekonomi baru di sekitar lokasi tersebut. Wisatawan seringkali menghabiskan waktu untuk sarapan atau sekadar bersantai di area CFD sebelum kembali ke daerah asal mereka. Hal ini tentu memberikan dampak positif bagi para pelaku usaha kuliner dan UMKM yang berada di sepanjang jalur kegiatan.

Rekayasa Lalu Lintas dan Rute Alternatif

Menyusul penetapan lokasi CFD Jakarta terbaru ini, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang komprehensif. Pengalihan arus kendaraan dilakukan untuk memastikan mobilitas warga tetap terjaga meskipun jalan utama ditutup sementara. Petugas akan ditempatkan di sejumlah titik krusial untuk mengarahkan pengendara ke rute-rute alternatif yang tersedia.

Bagi masyarakat yang datang dari arah timur atau Manggarai menuju barat seperti Tanah Abang, Dishub menyarankan penggunaan jalur Sultan Agung. Pengendara dapat melanjutkan perjalanan melalui Jalan Galunggung menuju Jalan Karet Pasar Baru Timur untuk menghindari penutupan di Rasuna Said. Setidaknya terdapat enam rute alternatif yang telah dipetakan untuk menjamin kelancaran arus lalu lintas selama kegiatan berlangsung.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi terkini mengenai Jam Operasional Car Free Day Jakarta melalui kanal resmi. Sosialisasi secara masif akan terus dilakukan agar para pengguna jalan tidak terjebak kemacetan saat penutupan jalan dilakukan. Dengan koordinasi yang baik, perluasan CFD ini diharapkan berjalan sukses tanpa mengganggu produktivitas kota secara keseluruhan.