Media Asing Sorot Letusan Gunung Dukono Halmahera, 3 Pendaki Tewas
Uptodai.com - Letusan Gunung Dukono Halmahera di Maluku Utara kini menjadi sorotan tajam berbagai media internasional setelah insiden tragis yang merenggut nyawa tiga orang pendaki. Kejadian memilukan ini terjadi saat gunung tersebut memuntahkan material vulkanik secara tiba-tiba di tengah aktivitas pendakian yang sebenarnya telah dilarang oleh otoritas setempat. Para korban terjebak dalam situasi mematikan ketika material panas meluncur dari kawah gunung yang sangat aktif tersebut.
Peristiwa ini bermula ketika rombongan yang terdiri dari 20 orang pendaki, gabungan warga negara Singapura dan Indonesia, nekat mendaki meski status gunung sedang berbahaya. Tim penyelamat segera bergerak cepat setelah menerima laporan adanya korban jiwa dan pendaki yang terjebak di area rawan. Meskipun sebagian besar anggota rombongan berhasil dievakuasi, tiga orang dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat hantaman material letusan.
Media asing seperti Reuters dan BBC menyoroti bagaimana letusan Gunung Dukono Halmahera ini terjadi pada pukul 07.41 WIB, saat para pendaki sedang melakukan perjalanan pagi. Kepolisian setempat mengonfirmasi bahwa dua korban tewas merupakan warga negara Singapura, sementara satu korban lainnya adalah warga lokal asal Kota Ternate. Identitas warga asing tersebut diketahui berjenis kelamin laki-laki berusia 30 dan 27 tahun.
Identitas Korban dan Proses Evakuasi yang Menegangkan
Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, menjelaskan bahwa korban lokal yang meninggal dunia adalah seorang perempuan. Hingga saat ini, jenazah ketiga korban masih berada di area gunung karena kondisi alam yang belum memungkinkan untuk dilakukan pemindahan secara aman. Tim SAR gabungan terus memantau situasi vulkanik sebelum melanjutkan operasi pengangkatan jenazah dari titik koordinat kawah.
Dua orang porter yang mendampingi rombongan tersebut memilih untuk tetap tinggal di gunung guna membantu tim penyelamat menunjukkan lokasi pasti para korban. Keberadaan mereka sangat krusial mengingat medan yang sulit dan tertutup abu vulkanik yang sangat tebal. Keberanian para porter ini diapresiasi, namun keselamatan mereka juga tetap menjadi prioritas utama tim Basarnas di lapangan.
Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, menyatakan bahwa pihaknya terpaksa menghentikan sementara operasi pencarian pada Jumat malam. Langkah ini diambil karena aktivitas erupsi Gunung Dukono yang terus berlanjut dan membahayakan keselamatan personel penyelamat. “Kami akan melanjutkan pencarian esok hari karena Gunung Dukono terus memuntahkan material berbahaya,” ungkap Iwan kepada awak media.
Peringatan Bahaya dan Aktivitas Vulkanik yang Tinggi
Gunung Dukono sebenarnya telah menunjukkan aktivitas vulkanik yang sangat tinggi dengan catatan lebih dari 200 kali letusan sejak Maret tahun lalu. Pihak berwenang, termasuk PVMBG dan pemerintah daerah, sudah berulang kali mengeluarkan peringatan keras agar tidak ada aktivitas manusia dalam radius berbahaya. Namun, daya tarik wisata ekstrem seringkali membuat pendaki mengabaikan prosedur keselamatan yang telah ditetapkan.
Saksi mata di lokasi, Aldy Salabia, menceritakan suasana mencekam saat dirinya berada di pos perlindungan lokal ketika proses penyelamatan berlangsung. Dari kejauhan, ia melihat secara langsung bagaimana material batu dan abu panas terlontar secara terus-menerus dari mulut kawah. Suara gemuruh dari dalam perut bumi menambah ketegangan bagi warga dan tim penyelamat yang bersiaga di kaki gunung.
Insiden pendaki tewas di Gunung Dukono ini menjadi pengingat keras bagi para pecinta alam mengenai pentingnya mematuhi rekomendasi otoritas terkait bencana alam. Medan yang sangat sulit ditambah semburan gas beracun dan material panas membuat proses evakuasi menjadi salah satu operasi paling berisiko di wilayah tersebut. Pemerintah diharapkan memperketat pengawasan di jalur-jalur pendakian ilegal untuk mencegah tragedi serupa terulang kembali.
Kondisi Terkini dan Dampak bagi Pariwisata
Hingga Sabtu pagi, gunung yang terletak di Pulau Halmahera ini masih terpantau mengeluarkan kolom abu vulkanik yang cukup tinggi. Masyarakat di sekitar lereng gunung diminta untuk tetap waspada dan selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Dampak dari korban jiwa erupsi Dukono ini juga diprediksi akan memengaruhi citra pariwisata minat khusus di Maluku Utara bagi wisatawan mancanegara.
Koordinasi antara Basarnas, Kepolisian, dan relawan terus diperkuat untuk memastikan sisa rombongan yang sudah dievakuasi mendapatkan perawatan medis yang layak. Sebagian pendaki yang selamat saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit terdekat akibat trauma dan luka ringan. Penyelidikan lebih lanjut mengenai izin pendakian rombongan ini juga sedang didalami oleh pihak kepolisian setempat.