Uptodai.com - Kabar mengejutkan datang dari jagat sepak bola tanah air setelah penjaga gawang asal Brasil, Lucas Frigeri tinggalkan Arema FC secara resmi pada akhir musim ini. Penjaga gawang tangguh tersebut memutuskan untuk tidak memperpanjang masa baktinya setelah kontrak kerjanya berakhir pada 25 Mei 2026. Keputusan ini tentu mengejutkan banyak pihak, terutama para pendukung setia Singo Edan yang selama ini mengagumi ketangguhannya di bawah mistar gawang.

Selama dua musim berseragam biru khas Malang, pemain berusia 36 tahun ini telah menunjukkan loyalitas yang luar biasa bagi klub. Dia tercatat telah mengawal gawang Arema FC dalam 59 pertandingan di berbagai kompetisi domestik dengan catatan performa yang impresif. Manajemen klub pun menyampaikan apresiasi mendalam atas segala kontribusi, kerja keras, dan dedikasi yang telah ia berikan selama ini.

Perpisahan Emosional Sang Kiper Asing Arema Hengkang

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, secara terbuka menyampaikan rasa terima kasihnya kepada penjaga gawang bertinggi badan 194 cm tersebut. Pihak manajemen menilai kontribusi Frigeri sangat besar dalam menjaga stabilitas pertahanan tim selama mengarungi kompetisi yang ketat. Meskipun kebersamaan ini harus berakhir, manajemen tetap mendoakan agar karier sang pemain terus bersinar bersama klub barunya nanti.

Sebelum pengumuman resmi dari pihak klub dirilis, sang pemain sendiri sebenarnya sudah menyampaikan salam perpisahan melalui akun media sosial pribadinya. Dalam unggahan tersebut, ia menuliskan pesan menyentuh yang ditujukan kepada manajemen, rekan setim, dan seluruh Aremania yang selalu mendukungnya. Ia merasa sangat terhormat pernah menjadi bagian dari sejarah klub kebanggaan warga Malang ini dan membawa banyak kenangan indah.

Kenangan Manis di Bursa Transfer Liga 1 dan Trofi Juara

Kepergian penjaga gawang tangguh ini tentu akan meramaikan dinamika bursa transfer Liga 1 menjelang bergulirnya musim kompetisi yang baru. Banyak klub papan atas yang diprediksi akan mengincar jasanya mengingat kualitas dan pengalamannya yang sudah sangat teruji di kompetisi Indonesia. Selama berkarier di tanah air, ia tidak hanya dikenal sebagai kiper yang tangguh, tetapi juga sosok pemimpin di lapangan.

Satu momen paling bersejarah yang tidak akan pernah dilupakan oleh publik Malang adalah ketika laga final turnamen pramusim Piala Presiden 2024. Saat itu, Arema FC harus berhadapan dengan Borneo FC dalam laga sengit yang akhirnya harus ditentukan lewat babak adu penalti. Frigeri tampil luar biasa sebagai pahlawan setelah sukses mengeksekusi penalti penentu sekaligus membawa timnya merengkuh trofi juara.

Aksi heroik di partai final tersebut mengunci statusnya sebagai salah satu kiper asing terbaik yang pernah dimiliki oleh Singo Edan dalam beberapa tahun terakhir. Kini, dengan status bebas transfer, petualangan baru di lapangan hijau telah menanti sosok kiper yang selalu tampil tenang di bawah tekanan ini. Arema FC pun kini harus bergerak cepat mencari suksesor sepadan untuk mengawal gawang mereka di musim depan.