Uptodai.com - Kemeriahan pawai juara Persib Bandung dalam merayakan keberhasilan merengkuh trofi Super League 2025/2026 kini menjadi sorotan tajam publik internasional. Media asal Malaysia, Stadium Astro, secara khusus mengulas berbagai kejadian tidak menyenangkan yang menimpa skuad Maung Bandung saat konvoi berlangsung. Mereka menilai momen bersejarah tersebut justru berubah menjadi situasi yang mencemaskan bagi para pemain dan staf kepelatihan.

Persib Bandung sendiri sukses mengunci gelar juara liga untuk ketiga kalinya secara beruntun setelah bersaing ketat hingga akhir musim. Di bawah asuhan pelatih Bojan Hodak, Beckham Putra dan kawan-kawan berhasil mengumpulkan total 79 poin. Meskipun memiliki poin yang sama dengan Borneo FC, tim kebanggaan masyarakat Jawa Barat ini berhak naik takhta karena unggul dalam catatan head-to-head.

Insiden Kehilangan HP dan Luka Pemain di Pawai Juara Persib Bandung

Pesta rakyat yang awalnya berjalan tertib di kawasan Bandung pada Minggu, 24 Mei 2026, perlahan berubah menjadi tidak terkendali. Ribuan Bobotoh yang menyemut di jalanan membuat kendaraan taktis pembawa pemain tidak bisa bergerak sama sekali. Akibatnya, para pemain terpaksa turun dan berjalan kaki membelah lautan manusia demi mencapai titik peristirahatan terakhir.

Keputusan berjalan kaki ini rupanya mendatangkan petaka bagi sejumlah pilar penting Maung Bandung. Bek asing asal Irak, Frans Putros, dilaporkan kehilangan telepon genggamnya di tengah kerumunan massa yang saling berdesakan. Kejadian ini langsung memicu keprihatinan mendalam, mengingat status Putros sebagai pemain tim nasional yang aktif berlaga di kancah internasional.

Tidak hanya kehilangan barang berharga, beberapa penggawa Persib juga harus menahan sakit akibat luka fisik. Antusiasme suporter yang berlebihan membuat beberapa pemain mengalami luka cakar dan memar di bagian tangan. Gesekan fisik yang terlalu intim ini terjadi saat para penggemar berusaha menarik lengan pemain untuk sekadar bersalaman atau berfoto bersama.

Sorotan Tajam Media Malaysia Terhadap Keamanan Konvoi

Stadium Astro mengaku terkejut dengan lemahnya pengamanan dalam agenda besar sekelas pawai juara Persib Bandung tersebut. Mereka menyayangkan bagaimana keselamatan para atlet profesional seolah terabaikan di tengah euforia massa yang masif. Publik sepak bola Asia Tenggara kini ramai memperbincangkan video kepanikan para pemain yang beredar luas di berbagai platform media sosial.

Beberapa rekan setim Frans Putros bahkan sempat berupaya mencari ponsel yang hilang dengan menyisir area sekitar kerumunan. Sayangnya, upaya pencarian tersebut menemui jalan buntu karena kondisi lapangan yang terlampau padat dan tidak kondusif. Kampanye pengembalian barang berharga milik sang pemain akhirnya ramai disuarakan oleh komunitas suporter di jejaring sosial.

Kejadian ini tentu menjadi bahan evaluasi serius bagi manajemen klub dan pihak kepolisian dalam menyelenggarakan acara serupa di masa depan. Fanatisme suporter sepak bola Indonesia memang luar biasa, namun aspek keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai perayaan prestasi yang membanggakan justru meninggalkan trauma fisik maupun psikologis bagi para pahlawan lapangan hijau.