Smart City IKN Mulai Dibangun, Target Beroperasi Akhir 2027
Uptodai.com - Pembangunan proyek smart city IKN kini memasuki babak baru dengan dimulainya peletakan batu pertama atau groundbreaking Smart City Cooperation Center (SCCC). Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) berkolaborasi dengan Pemerintah Korea Selatan untuk merealisasikan pusat komando teknologi ini. Proyek strategis tersebut didanai melalui dana hibah dari Negeri Ginseng dengan nilai total mencapai Rp115,94 miliar atau setara 9,9 miliar KRW.
Fasilitas SCCC ini akan berlokasi di Sub Wilayah Perencanaan Permukiman Barat 1A, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa kemudahan perizinan akan sepenuhnya dijamin oleh pihak otoritas demi kelancaran proyek. Kehadiran pusat kerja sama ini diharapkan mampu menjadi laboratorium teknologi mutakhir sekaligus sarana edukasi modern bagi masyarakat.
Rincian Anggaran dan Fasilitas Gedung SCCC
Dari total anggaran hibah tersebut, alokasi khusus untuk konstruksi fisik gedung SCCC adalah sebesar Rp64,41 miar. Bangunan dua lantai dengan luas 1.098 meter persegi ini dirancang untuk memiliki fungsi yang sangat komprehensif. Lantai pertama akan difungsikan sebagai ruang kontrol utama dan ruang pertemuan, sementara lantai kedua akan menampung ruang pameran serta laboratorium kecerdasan buatan (AI) dan robotika.
Bagian luar gedung juga akan dioptimalkan untuk area pertanian perkotaan atau urban farming sebagai percontohan teknologi hijau. Proses pembangunan gedung ini ditargetkan memakan waktu selama sepuluh bulan dan diproyeksikan mulai beroperasi penuh pada akhir tahun 2027. Selain infrastruktur fisik, kerja sama ini juga mencakup penyusunan rencana induk kota cerdas dan protokol bangunan pintar.
Adopsi Teknologi Global dan Pengembangan SDM
Kolaborasi ini dinilai sangat strategis mengingat rekam jejak Korea Selatan yang sukses membangun kota cerdas kelas dunia seperti Songdo dan Sejong. Pemerintah Indonesia ingin mengadopsi sistem manajemen kota berbasis sensor IoT (Internet of Things) untuk mengelola energi, air, dan transportasi secara otomatis. Integrasi teknologi ini diharapkan dapat menekan emisi karbon sekaligus mewujudkan visi IKN sebagai kota hutan yang cerdas dan berkelanjutan.
Tidak hanya fokus pada teknologi, kemitraan ini juga menitikberatkan pada pengembangan kapasitas sumber daya manusia lokal melalui program akademis. University of Seoul akan memfasilitasi Nusantara Smart City Forum dan program pelatihan khusus bagi para tenaga ahli Indonesia. Langkah ini penting agar transfer teknologi berjalan optimal dan anak bangsa mampu mengoperasikan infrastruktur digital IKN secara mandiri di masa depan.