Uptodai.com - Pemerintah Havana kini tengah mempercepat langkah reformasi ekonomi Kuba demi menyelamatkan negara dari kebangkrutan total akibat tekanan geopolitik global. Dokumen rahasia yang bocor mengungkapkan bahwa rancangan undang-undang baru akan segera diserahkan ke Majelis Nasional Kuba untuk memperluas peran sektor swasta. Langkah darurat ini diambil di tengah situasi domestik yang kian kritis dan tidak menentu. Presiden Miguel Díaz-Canel menegaskan bahwa rakyatnya telah bertahan secara heroik menghadapi hukuman yang tidak adil dari luar.

Krisis multidimensi di negara kepulauan ini sebenarnya telah menumpuk sejak runtuhnya Uni Soviet yang dahulu menjadi penyokong utama mereka. Ditambah lagi, sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung devisa negara sempat lumpuh total akibat pandemi global beberapa tahun lalu. Akibatnya, kelangkaan bahan pangan, obat-obatan, dan bahan bakar minyak kini menjadi pemandangan sehari-hari yang memicu keputusasaan publik. Gelombang protes warga di Havana yang memukul-mukul panci akibat pemadaman listrik menjadi bukti nyata kemarahan sosial yang memuncak.

Tekanan Diplomatik dan Sanksi Baru dari Washington

Selain masalah internal, tekanan internasional terhadap Kuba kian menghebat setelah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi baru yang sangat memukul perekonomian mereka. Washington bahkan mendakwa mantan Presiden Raúl Castro atas keterlibatannya dalam insiden penembakan pesawat sipil pada tahun 1996 silam. Kendati demikian, Gedung Putih mengisyaratkan adanya peluang rekonsiliasi jika Havana bersedia melunakkan sikap politiknya. Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan bahwa Washington siap memperbaiki hubungan bilateral apabila pemerintah Kuba mengambil keputusan yang cerdas.

Dakwaan terhadap Raúl Castro merujuk pada peristiwa tragis jatuhnya dua pesawat organisasi kemanusiaan “Brothers to the Rescue” oleh jet tempur Kuba puluhan tahun lalu. Di sisi lain, Parlemen Uni Eropa juga tidak tinggal diam dengan melayangkan resolusi keras yang mengutuk represi sistematis di pulau tersebut. Uni Eropa mendesak adanya sanksi personal yang menyasar langsung Presiden Díaz-Canel serta petinggi GAESA. GAESA sendiri merupakan konglomerat raksasa milik militer Kuba yang menguasai hampir seluruh sektor bisnis strategis negara.

Mengadopsi Formula Sukses China dan Vietnam

Menghadapi kepungan sanksi Barat yang kian mencekik, Presiden Díaz-Canel mengakui bahwa paket penyelamatan ekonomi ini banyak meniru formula sukses dari Asia. Kuba secara terbuka mulai mengadopsi model pembangunan ekonomi yang diterapkan oleh China dan Vietnam dalam beberapa dekade terakhir. Kedua sekutu komunis tersebut dinilai berhasil mengawinkan sistem pasar bebas yang dinamis dengan kontrol politik satu partai yang mutlak. Melalui manuver darurat ini, Havana berharap dapat keluar dari jurang kehancuran tanpa harus kehilangan kendali kekuasaan.