Uptodai.com - Sejarah baru tercipta setelah Harry Kane top skor Inggris sepanjang masa di Piala Dunia resmi menasbihkan dirinya lewat sumbangan satu gol krusial ke gawang Panama. Penyerang tajam berusia 32 tahun tersebut mengukir tinta emas ini pada laga pamungkas Grup L Piala Dunia 2026 yang berlangsung di New York New Jersey Stadium. Kemenangan dua gol tanpa balas atas Panama tidak hanya mengamankan posisi Three Lions, tetapi juga menegaskan dominasi sang kapten di panggung internasional.

Kolaborasi Apik Bellingham dan Harry Kane

Pertandingan berjalan cukup alot pada babak pertama karena rapatnya barisan pertahanan Panama yang membuat Inggris sempat frustrasi. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-62 lewat sundulan akurat Jude Bellingham yang memanfaatkan umpan sepak pojok dari Bukayo Saka. Gol pembuka ini langsung mengubah jalannya permainan dan meningkatkan rasa percaya diri armada Inggris di atas lapangan hijau.

Hanya berselang lima menit, giliran Harry Kane yang mencatatkan namanya di papan skor setelah mengonversi umpan matang dari Bellingham. Gol ke-11 sepanjang kariernya di Piala Dunia ini resmi melampaui rekor legenda legendaris Inggris, Gary Lineker, yang mengoleksi 10 gol. Keberhasilan ini membuktikan bahwa ketajaman striker Bayern Munchen tersebut belum habis meski usianya kini sudah berkepala tiga.

Konsistensi Sang Kapten di Level Internasional

Konsistensi luar biasa Kane sebenarnya sudah terlihat sejak ia menyabet gelar sepatu emas pada Piala Dunia 2018 silam di Rusia. Kepindahannya ke raksasa Jerman, Bayern Munchen, juga dinilai banyak pihak menjadi faktor utama yang menjaga kebugaran serta naluri membunuhnya di kotak penalti lawan. Kehadirannya di Bundesliga memberikan perspektif taktis baru yang sangat berguna bagi skema permainan modern Three Lions saat ini.

Menariknya, Panama tampaknya menjadi salah satu lawan favorit bagi sang kapten di turnamen empat tahunan ini. Kane kini telah mengoleksi total empat gol khusus ke gawang Panama, sebuah rekor tersendiri bagi pemain Inggris melawan satu negara spesifik. Catatan impresif ini hanya kalah dari Kylian Mbappe saat melawan Argentina dan Oleg Salenko kala bersua Kamerun yang masing-masing mengemas lima gol.

Kombinasi apik antara Harry Kane dan Jude Bellingham di lini depan kini menjadi senjata mematikan baru yang sangat ditakuti oleh lawan-lawan mereka di turnamen ini. Keberhasilan taktis ini juga membuktikan bahwa kedalaman skuad Inggris mampu beradaptasi dengan berbagai gaya bermain lawan yang defensif. Publik sepak bola Inggris kini sangat berharap kepemimpinan Kane dapat membawa trofi emas yang sudah dinantikan sejak tahun 1966 silam kembali ke tanah Britania.