Uptodai.com - Kabar mengejutkan datang dari lantai bursa transfer Liga 1 setelah proses transfer Mariano Peralta ke Persija Jakarta kini dilaporkan berada di ambang kegagalan. Padahal, penyerang tajam asal Argentina tersebut sebelumnya dikabarkan sudah mencapai kesepakatan verbal dengan manajemen Macan Kemayoran. Pelatih anyar Persija, Shin Tae-yong, bahkan sempat menyambut hangat rencana kedatangan sang pemain dalam konferensi pers resminya di Jakarta International Stadium.

Namun, situasi berubah drastis setelah jurnalis asal Italia, Lorenzo Leporee, membeberkan bahwa kesepakatan tersebut terancam kolaps. Peralta kabarnya sangat berhasrat untuk tampil di kompetisi antarklub Asia, seperti AFC Champions League Elite atau AFC Champions League 2. Hal ini membuat sang pemain mulai mempertimbangkan opsi lain yang bisa memfasilitasi ambisi besarnya tersebut.

Persib Bandung Jadi Opsi Utama Mariano Peralta

Persib Bandung kini mencuat sebagai salah satu destinasi potensial bagi mantan bintang Borneo FC tersebut karena status mereka sebagai kontestan kompetisi Asia. Selain Maung Bandung, klub raksasa Malaysia, Johor Darul Ta’zim (JDT), dan wakil Singapura, Lion City Sailors, juga dilaporkan menaruh minat serius. Ketiga klub tersebut menawarkan panggung Asia yang sangat diidamkan oleh Peralta untuk musim depan.

Ketertarikan banyak klub papan atas Asia terhadap Peralta tentu sangat beralasan jika melihat statistik luar biasanya musim lalu. Bersama Borneo FC di kompetisi Super League 2025-2026, pemain berusia 28 tahun ini tampil menggila dengan membukukan 20 gol dan 14 assist dari 34 laga. Performa impresif tersebut menjadikannya salah satu properti terpanas di bursa transfer sepak bola Asia Tenggara saat ini.

Strategi Baru Shin Tae-yong di Persija Jakarta

Di sisi lain, batalnya transfer ini juga disinyalir berkaitan erat dengan skema taktis baru yang diusung oleh Shin Tae-yong. Juru taktik asal Korea Selatan tersebut dikabarkan tidak memprioritaskan legiun asing asal Amerika Selatan untuk mengisi slot pemain asing Persija. Keputusan ini tentu menjadi sinyal perombakan besar-besaran di tubuh skuad Macan Kemayoran menjelang bergulirnya musim baru.

Kebijakan baru ini tidak hanya berdampak pada kegagalan transfer Peralta, tetapi juga mengancam masa depan pemain Amerika Selatan yang sudah ada. Nama-nama seperti Paulo Ricardo, Fabio Calonego, Van Basty Sousa, hingga Gustavo Almeida kini dilaporkan masuk dalam daftar evaluasi tim kepelatihan. Persija tampaknya akan beralih ke pemain asing asal Eropa atau Asia yang dinilai lebih cocok dengan gaya bermain cepat ala Shin Tae-yong.

Dengan dinamika transfer yang bergerak sangat cepat, kepastian pelabuhan baru Mariano Peralta tampaknya baru akan terjawab dalam beberapa pekan ke depan. Persib Bandung jelas berada di posisi terdepan jika mereka serius ingin mengamankan jasa sang penyerang sayap demi memperkuat kedalaman skuad di kancah Asia. Sementara bagi Persija, kegagalan ini memaksa mereka bergerak cepat mencari alternatif penyerang baru yang sesuai dengan kriteria Shin Tae-yong.