Indosat Alihkan Infrastruktur Fiber Optik ke Grup Hashim
Uptodai.com - Langkah strategis diambil oleh PT Indosat Tbk (IOH) yang resmi mengalihkan pengelolaan infrastruktur fiber optik Indosat kepada PT Nusantara Fiber Teknologi (NFT). NFT merupakan platform investasi yang berada di bawah naungan Arsari Group, sebuah konglomerasi bisnis milik Hashim Djojohadikusumo. Melalui kesepakatan ini, Indosat bersama PT Aplikanusa Lintasarta mengalihkan kepemilikan saham mereka di PT Infra Fiber Teknologi (IFT). Kendati demikian, emiten telekomunikasi berkode ISAT ini tetap mempertahankan kepemilikan tidak langsung sebesar 49,9 persen.
Dari transaksi jumbo ini, Indosat Group berhasil mengantongi dana segar bruto mencapai sekitar Rp11,7 triliun. Dana tersebut rencananya akan langsung dialokasikan untuk memperkuat bisnis inti perusahaan secara berkelanjutan. Fokus utama penggunaan dana ini meliputi perluasan jangkauan konektivitas, percepatan implementasi jaringan 5G, serta pengembangan teknologi kecerdasan artifisial (AI).
Langkah monetisasi aset ini dinilai sangat tepat di tengah ketatnya persaingan industri telekomunikasi tanah air. Pengalihan aset fiber optik ke pihak ketiga kini menjadi tren global agar operator dapat fokus pada inovasi layanan digital. Dengan melepas beban pengelolaan infrastruktur fisik, Indosat dapat bergerak lebih lincah dalam mengadopsi teknologi masa depan. Hal ini juga sejalan dengan ambisi besar IOH untuk bertransformasi dari perusahaan telko murni menjadi perusahaan teknologi berbasis AI.
Komitmen Pemerataan Konektivitas Digital
President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menegaskan bahwa visi utama perusahaan tidak pernah berubah sejak awal. Kehadiran IFT diharapkan mampu mempercepat pemerataan konektivitas berkualitas tinggi di seluruh penjuru nusantara. Melalui kemitraan strategis ini, perseroan optimistis dapat memberdayakan masyarakat luas melalui pemanfaatan teknologi digital yang lebih inklusif.
Sementara itu, Presiden Direktur IFT, Hendry Syam, menjelaskan bahwa mandat yang diemban oleh perusahaannya jauh lebih besar dari sekadar mengelola jaringan. IFT berkomitmen penuh untuk membangun dan memperluas jaringan hingga ke wilayah-wilayah pelosok yang selama ini belum terjangkau internet cepat. Saat ini, komposisi jaringan IFT tersebar cukup merata dengan porsi 45 persen di Pulau Jawa dan 55 persen di luar Pulau Jawa. Langkah ini diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian daerah melalui digitalisasi UMKM secara masif.