Mualem Temui Hashim Bahas Masa Depan Gas Blok Andaman Aceh
Uptodai.com - Gubernur Aceh Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem, melakukan pertemuan strategis demi mengawal pembangunan masa depan Aceh agar lebih sejahtera. Dalam pertemuan di Jakarta tersebut, ia menemui Hashim Djojohadikusumo selaku Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim. Keduanya membahas berbagai isu krusial, terutama terkait pengelolaan sumber daya alam yang melimpah di Bumi Serambi Mekkah.
Fokus utama pembahasan ini adalah proyeksi pemanfaatan cadangan gas raksasa di Blok Andaman yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2028. Saat ini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mempercepat pembangunan pipa transmisi gas bumi Dumai-Sei Mangkei (Dusem). Infrastruktur ini dirancang untuk mengalirkan energi, namun memicu kekhawatiran dari pemerintah daerah terkait keadilan distribusi.
Mualem secara tegas meminta agar seluruh hasil produksi gas dari Blok Andaman tidak langsung dialirkan ke Pulau Jawa. Ia mengingatkan kembali sejarah kelam saat PT Arun beroperasi di Lhokseumawe sejak era 1970-an hingga akhir 2015 silam. Pada masa itu, masyarakat Aceh dinilai hanya menjadi penonton di tengah eksploitasi besar-besaran kekayaan alam mereka sendiri.
Tantangan Pemerataan Ekonomi dan Sejarah PT Arun
Sejarah mencatat bahwa PT Arun sempat menjadi salah satu kilang gas alam cair terbesar di dunia yang menyumbang devisa luar biasa bagi negara. Namun, kontribusi ekonomi langsung bagi kemakmuran masyarakat lokal di sekitar kilang dinilai sangat minim. Ketimpangan inilah yang memicu konflik sosial berkepanjangan dan menyisakan trauma ekonomi mendalam bagi rakyat Aceh.
Dengan potensi Blok Andaman yang diperkirakan menyimpan cadangan gas jumbo baru, Mualem tidak ingin kesalahan masa lalu terulang kembali. Ia menegaskan bahwa perjuangan mengawal hak daerah ini membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Lembaga Wali Nanggroe. Pemerintah Aceh berharap adanya pembagian porsi yang adil untuk kebutuhan industri domestik di Aceh sebelum dialirkan ke wilayah lain.
Sinergi dengan Utusan Khusus Presiden
Pertemuan dengan Hashim Djojohadikusumo diharapkan mampu menjembatani aspirasi lokal ini langsung ke telinga Presiden. Sebagai utusan khusus bidang energi, Hashim memiliki peran strategis dalam menentukan arah kebijakan transisi dan ketahanan energi nasional. Sinergi ini diharapkan melahirkan regulasi yang tidak hanya menguntungkan pusat, tetapi juga memakmurkan masyarakat Aceh secara nyata.