Investasi Data Center AI Nvidia di Korsel Tembus Triliunan
Uptodai.com - Rencana Investasi Data Center AI Nvidia di Korea Selatan kini menjadi sorotan utama industri teknologi global setelah nilai kucuran dananya mencapai miliaran dolar AS. Raksasa semikonduktor asal Amerika Serikat tersebut menyuntikkan dana sebesar US$1 miliar atau sekitar Rp17,9 triliun untuk memperkuat infrastruktur komputasi canggih bersama perusahaan lokal, Naver. Langkah strategis ini dilakukan guna mengekspansi pusat data kampus GAK Sejong milik Naver hingga memiliki kapasitas yang jauh lebih masif.
Melalui kerja sama dengan Brookfield Corp, proyek ekspansi ini ditargetkan mampu meningkatkan ukuran fasilitas data center hingga lebih dari tiga kali lipat dari kapasitas awal sebesar 55 megawatt. Nvidia juga berkomitmen menyuplai perangkat keras komputasi kecerdasan buatan paling mutakhir untuk menyokong operasional unit pemrosesan grafis (GPU). Peta jalan pembangunan ini memproyeksikan daya pusat data tersebut bakal menembus skala gigawatt pada tahun 2029 mendatang.
Kemitraan Strategis Bersama SK Group dan Pengembangan Chip HBM
Tidak hanya dengan Naver, ekspansi Nvidia di Negeri Ginseng juga menjangkau raksasa konglomerasi SK Group melalui proyek mega-fasilitas berkapasitas lebih dari 2 gigawatt. Fasilitas pusat data canggih tahap pertama dari hasil kolaborasi ini diperkirakan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2027. Kemitraan ini menegaskan posisi Korea Selatan sebagai salah satu pusat ekosistem AI terpenting di kawasan Asia Pasifik.
Selain pembangunan infrastruktur fisik, Nvidia turut mengonfirmasi dukungannya kepada SK Hynix dalam mendesain generasi chip High Bandwidth Memory (HBM) masa depan. SK Hynix sendiri merupakan pemasok utama komponen memori berkecepatan tinggi yang menjadi kunci utama kinerja GPU AI buatan Nvidia. Integrasi mendalam antara arsitektur pemrosesan Nvidia dan teknologi memori SK Hynix diyakini mampu mempercepat lonjakan performa kecerdasan buatan.
Pentingnya Infrastruktur Komputasi dalam Persaingan AI Global
Langkah ekspansi masif ini menegaskan dominasi Nvidia dalam memenuhi lonjakan permintaan infrastruktur kecerdasan buatan secara global. Seiring meningkatnya pemanfaatan model bahasa besar dan aplikasi AI generatif, kebutuhan akan fasilitas pusat data berdaya tinggi menjadi semakin mendesak. Korea Selatan dipilih karena memiliki keunggulan pasokan memori canggih serta infrastruktur telekomunikasi yang sangat matang.
Pembangunan data center berskala gigawatt ini juga membutuhkan efisiensi energi yang sangat tinggi guna menjaga keberlanjutan operasional. Oleh karena itu, sinergi antara teknologi perangkat keras hemat energi dari Nvidia dan keahlian manajemen daya dari mitra lokal menjadi krusial. Proyek ini diprediksi akan memicu gelombang investasi serupa dari raksasa teknologi dunia lainnya ke wilayah Asia.