Uptodai.com - Melalui komitmen berkelanjutan, kegiatan BNI tanam bibit mangrove sebanyak 258.000 pohon menjadi bukti nyata dukungan perseroan terhadap pelestarian ekosistem pesisir memperingati Hari Mangrove Sedunia. Langkah strategis ini tidak hanya berfokus pada perbaikan lingkungan, tetapi juga dirancang untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat pesisir secara inklusif. Program ini dijalankan melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BNI Berbagi di lima wilayah strategis Indonesia.

Penanaman ratusan ribu bibit pohon tersebut tersebar di Mempawah, Kebumen, Kepulauan Seribu, Banyuwangi, hingga Pamekasan selama delapan tahun terakhir. BNI secara konsisten menerapkan pendekatan Nature-based Solutions (NbS) untuk membangun ketahanan kawasan pesisir dari bahaya abrasi. Selain itu, langkah ini selaras dengan fokus transformasi BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia.

Mendorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Pesisir

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menjelaskan bahwa rehabilitasi lingkungan pesisir harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan warga lokal. Oleh karena itu, BNI mengikutsertakan kelompok tani dan masyarakat sekitar sejak tahap pembibitan, penanaman, hingga pemeliharaan. Keterlibatan aktif warga memastikan adanya rasa memiliki yang tinggi terhadap kawasan konservasi tersebut.

Masyarakat pesisir juga dilatih untuk mengolah hasil turunan mangrove menjadi berbagai produk bernilai ekonomi tinggi, seperti sirup, camilan, dan pewarna alami. Selain olahan pangan, keberadaan hutan mangrove yang asri membuka potensi pengembangan kawasan ekowisata berbasis komunitas. Kehadiran wisatawan lokal maupun mancanegara diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan daerah.

Mitigasi Perubahan Iklim dan Penerapan ESG

Hutan mangrove memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah yang jauh lebih besar dibandingkan hutan daratan. Dengan merestorasi lahan mangrove yang rusak, BNI berkontribusi aktif dalam menekan emisi gas rumah kaca serta mitigasi dampak perubahan iklim global. Inisiatif ekologi ini mempertegas komitmen perseroan dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Integrasi antara perlindungan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi menjadi pilar utama dalam menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan. BNI berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program rehabilitasi pesisir di berbagai wilayah Indonesia lainnya. Diharapkan langkah ini dapat memicu keterlibatan sektor swasta lain dalam menjaga kelestarian alam nusantara.