Mayoritas Pemain MU Kecewa dengan Pemecatan Ruben Amorim
Uptodai.com - Kabar mengejutkan datang dari pusat latihan Manchester United (MU) Carrington setelah manajemen klub resmi mendepak pelatih kepala Ruben Amorim. Keputusan yang diumumkan pada Senin pagi itu ternyata tidak disambut baik oleh semua pihak, sebab mayoritas pemain MU kecewa dan menyayangkan kepergian juru taktik asal Portugal tersebut.
Meskipun masa kerja Amorim di Old Trafford penuh gejolak dan hasil yang inkonsisten, laporan internal menunjukkan bahwa sang pelatih berhasil menjalin ikatan emosional yang kuat dengan banyak anggota skuad. Reaksi ini menciptakan ironi tajam antara performa tim di lapangan dengan dukungan moral yang ia terima dari ruang ganti.
Dukungan Luas di Balik Statistik Minor
Amorim diberhentikan setelah pertemuan langsung dengan CEO Omar Berrada dan Direktur Sepak Bola Jason Wilcox. Pelatih berusia 40 tahun itu sempat menyampaikan salam perpisahan yang emosional kepada para pemain dan staf, menandai berakhirnya 14 bulan yang intens di klub.
Selama periode tersebut, Amorim mencatatkan 24 kemenangan dari 63 pertandingan, menjadikannya salah satu manajer permanen dengan rasio kemenangan terendah dalam sejarah Setan Merah. Namun, di balik angka-angka yang kurang memuaskan, sebagian besar skuad Manchester United justru merasa kehilangan sosok yang mereka anggap suportif.
Pendekatan kepelatihan Amorim, yang dikenal fokus pada disiplin taktis namun juga memberi ruang komunikasi terbuka, tampaknya lebih cocok dengan karakter pemain senior maupun muda. Kedekatan ini menjadi alasan utama mengapa mayoritas pemain MU kecewa ketika keputusan pemecatan itu diumumkan.
Reaksi Emosional Para Pilar Utama
Dukungan terhadap Amorim langsung terlihat jelas di media sosial tak lama setelah pengumuman resmi. Bek senior Harry Maguire menjadi salah satu yang pertama mengungkapkan rasa terima kasihnya.
Melalui unggahan foto kebersamaan mereka, Maguire menulis, “Terima kasih untuk semuanya, bos. Saya berharap yang terbaik untuk Anda di masa depan.” Ungkapan ini menunjukkan respek mendalam dari salah satu pemain kunci di lini pertahanan.
Kapten tim Bruno Fernandes juga tidak ketinggalan menyampaikan pesan perpisahan yang singkat namun sarat makna. “Terima kasih, Tuan! Saya mendoakan yang terbaik untuk Anda dan staf teknis Anda,” ujar Fernandes, menggarisbawahi dukungan penuh dari pemimpin skuad.
Tidak hanya pemain inti, beberapa talenta muda dan rekrutan baru juga ikut bersuara. Benjamin Sesko, Amad, Mason Mount, Diogo Dalot, Bryan Mbuemo, Patrick Dorgu, hingga Joshua Zirkzee turut menyampaikan pesan perpisahan. Zirkzee, misalnya, menulis, “Semoga sukses untuk masa depan, bos,” menunjukkan bahwa rasa hormat kepada Amorim meluas ke berbagai lapisan skuad.
Kontras dengan Kasus Kobbie Mainoo
Meskipun demikian, hubungan Amorim dengan skuad memang tidak sepenuhnya mulus tanpa gesekan. Ada beberapa laporan mengenai ketegangan, termasuk insiden Alejandro Garnacho yang sempat ditegur keras sebelum akhirnya pindah ke Chelsea.
Situasi yang paling menonjol adalah minimnya menit bermain yang didapatkan oleh gelandang muda berbakat, Kobbie Mainoo, di bawah arahan Amorim musim ini. Mainoo bahkan santer dikaitkan dengan rumor kepindahan ke Napoli pada bursa transfer Januari mendatang, karena merasa frustrasi dengan kesempatan yang terbatas.
Namun, bahkan dalam kasus Mainoo, Amorim sebelumnya sempat menegaskan bahwa ia akan mendukung penuh keputusan pemain demi kebahagiaan karier mereka. Sikap profesional ini, meski diwarnai keputusan taktis yang kontroversial, menunjukkan mengapa pemecatan Ruben Amorim tetap terasa pahit bagi sebagian besar penghuni ruang ganti yang merasa nyaman dengan gaya kepemimpinannya.
Kini, manajemen Old Trafford harus bergerak cepat mencari pengganti yang tidak hanya mampu memperbaiki statistik tim, tetapi juga dapat menyamai kedekatan emosional yang telah dibangun Amorim dengan para pemain.