Uptodai.com - Jagat maya kembali dihebohkan dengan rekaman yang memperlihatkan insiden jalanan yang memicu amarah dan perdebatan. Video viral menunjukkan bagaimana sopir Yaris ngamuk lane hogging setelah mendapatkan teguran berupa klakson dari pengendara di belakangnya.

Peristiwa ini berawal ketika sebuah Toyota Yaris berwarna jingga metalik melaju sangat pelan di lajur paling kanan jalan tol. Aksi ini, yang dikenal sebagai lane hogging atau ‘menguasai lajur’, jelas melanggar etika dan aturan berkendara di jalan bebas hambatan.

Kendaraan di belakang Yaris tersebut bahkan nyaris menabrak karena kecepatan Yaris yang tidak konsisten. Pengemudi Yaris terlihat sering melakukan gas-rem berulang kali, secara efektif menghambat laju lalu lintas yang seharusnya cepat di lajur tersebut.

Momen Sopir Yaris Ngamuk Lane Hogging Terekam Dashcam

Pengemudi di belakang Yaris, yang merasa terhambat dan terancam keselamatannya, akhirnya memutuskan membunyikan klakson panjang. Tindakan ini bertujuan agar pengemudi Yaris segera pindah ke lajur kiri atau menambah kecepatan, mengingat lajur kanan ditujukan khusus untuk mendahului.

Alih-alih merespons teguran tersebut dengan bijak, sopir Yaris justru menunjukkan reaksi yang sangat agresif. Ia menghentikan mobilnya, turun, dan langsung menghampiri kendaraan yang menegurnya. Konfrontasi verbal yang terjadi kemudian terekam jelas melalui kamera dasbor.

Reaksi Arogan dan Bahasa Kasar di Tol Japek KM 32

“Kiri, bang. Kalau pelan di tengah aja bang, nggak usah di kanan,” demikian saran yang disampaikan oleh pengendara yang menegur dengan tenang. Namun, respons dari sopir Yaris sungguh di luar dugaan, ia melontarkan makian kasar dan bahkan menantang berkelahi.

“Mau jadi jagoan? Anji*g lo! T*i lo!” seru sopir Yaris tersebut, menunjukkan tingkat emosi yang tidak terkontrol dan perilaku arogan. Setelah menyadari bahwa seluruh aksinya terekam oleh dashcam, barulah pengemudi Yaris itu kembali ke mobilnya dan melanjutkan perjalanan. Insiden ini dilaporkan terjadi di Tol Jakarta-Cikampek (Japek) tepatnya di KM 32, pada Senin (5/1).

Analisis Pakar: Aturan Lajur Kanan Jalan Tol dan Bahaya Lane Hogging

Insiden yang melibatkan sopir Yaris ngamuk lane hogging ini kembali menyoroti pentingnya pemahaman dasar mengenai aturan lajur kanan jalan tol. Praktisi keselamatan berkendara, Sony Susmana, menegaskan bahwa lajur paling kanan di jalan tol memiliki fungsi spesifik, yaitu hanya untuk kendaraan yang berniat mendahului atau menyalip.

Sony, yang menjabat sebagai Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), menjelaskan bahwa pengemudi harus menjaga kecepatan minimum 100 km/jam saat berada di lajur ini. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa lajur kanan bukanlah tempat untuk melaju santai, apalagi dengan kecepatan di bawah batas minimum (underspeed).

Dilema Penindakan dan Peran ETLE

Meskipun aksi lane hogging sangat mengganggu tatanan lalu lintas, Sony mengingatkan bahwa pengendara lain sebenarnya tidak memiliki kapasitas untuk menegur secara langsung. Menegur di jalan berisiko memicu konflik dan membahayakan keselamatan, persis seperti yang terjadi dalam kasus ini.

Ia menyarankan agar penindakan terhadap perilaku ini seharusnya menjadi ranah penegak hukum. Pengawasan yang ketat melalui sistem Tilang Elektronik (ETLE) menjadi solusi paling efektif untuk mengontrol para pengemudi yang menghambat laju lalu lintas.

Perilaku lane hogging, jika dibiarkan, akan merusak sistem lalu lintas secara keseluruhan dalam jangka waktu yang relatif singkat. Walaupun secara teknis pengendara di belakang bisa menyalip dari kiri, tindakan tersebut justru melanggar etika dan membahayakan keselamatan berkendara, sehingga tatanan lalu lintas menjadi kacau. Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang fungsi lajur jalan harus dimiliki setiap orang sebelum mendapatkan SIM.