Uptodai.com - Kabar buruk menghampiri Merseyside Biru. Setelah melalui proses peninjauan, Everton gagal banding Michael Keane terkait kartu merah yang diterimanya pekan lalu. Keputusan ini secara resmi dikonfirmasi oleh panel independen Football Association (FA), yang berarti hukuman larangan bermain tiga pertandingan bagi bek andalan tersebut tetap berlaku.

Penolakan banding tersebut sontak menimbulkan kekecewaan besar di kubu The Toffees. Pihak klub merasa sanksi yang dijatuhkan terlalu berat, apalagi Keane dihukum karena insiden tarik rambut yang melibatkan penyerang Wolverhampton Wanderers, Tolu Arokodare.

Keputusan Kontroversial dan Tinjauan VAR

Insiden yang memicu drama ini terjadi pada menit-menit akhir saat Everton menjamu Wolverhampton di Goodison Park. Laga yang berakhir imbang 1-1 itu harus dinodai oleh pengusiran Michael Keane di menit ke-83.

Wasit awalnya membiarkan permainan berlanjut, tetapi setelah mendapat intervensi dari Video Assistant Referee (VAR), tinjauan ulang dilakukan. Tayangan menunjukkan Keane menarik rambut Arokodare saat keduanya berebut bola di udara, menyebabkan sang penyerang terjatuh dengan keras.

Meskipun insiden tarik rambut lebih sering muncul dalam sepak bola putri, kasus ini membuktikan bahwa pelanggaran serupa tetap dianggap serius dalam regulasi sepak bola putra. Wasit akhirnya memutuskan bahwa tindakan tersebut memenuhi kriteria untuk kartu merah langsung.

Alasan Kuat FA Menolak Banding Michael Keane

Manajemen Everton sebelumnya mengajukan banding kepada FA guna membatalkan sanksi otomatis larangan bermain tiga pertandingan. Mereka berargumen bahwa tindakan Keane tidak dapat dikategorikan sebagai aksi kekerasan yang disengaja dan hukuman tersebut tidak proporsional.

Namun, panel FA memiliki interpretasi yang berbeda dan berpegangan teguh pada buku peraturan. Regulasi Liga Inggris secara eksplisit menyebutkan bahwa seorang pemain dapat langsung dikeluarkan dari lapangan apabila melakukan tindakan yang jelas berupa menarik rambut lawan atau individu lain dengan menggunakan tenaga.

Dalam pernyataan resminya, Everton mengungkapkan rasa terkejut dan kecewa mereka atas penolakan ini. Mereka juga menegaskan bahwa banding ini merupakan bentuk dukungan moral terhadap Keane, mengingat rekor disiplinnya yang bersih sepanjang karier.

“Kami memiliki keyakinan kuat bahwa tingkat keparahan hukuman larangan tiga pertandingan ini jelas berlebihan,” tulis Everton. “Kami terkejut serta kecewa karena poin banding ini juga ditolak, terutama untuk pemain yang selalu menjunjung standar etika tertinggi,” lanjut pernyataan tersebut.

Dampak Absennya Keane dan Ancaman Laga Berat

Penolakan banding ini memastikan Michael Keane akan absen dalam tiga pertandingan krusial The Toffees ke depan. Jadwal padat menanti mereka, dimulai dari laga kontra Sunderland, disusul pertandingan melawan Aston Villa, dan ditutup dengan pertarungan sengit melawan Leeds United.

Situasi Everton semakin rumit karena mereka juga kehilangan pilar lain di pertandingan yang sama. Jack Grealish harus meninggalkan lapangan lebih cepat setelah menerima kartu kuning kedua akibat reaksinya terhadap keputusan wasit.

Kehilangan dua pemain kunci sekaligus, terutama di lini belakang dan tengah, memaksa pelatih harus memutar otak mencari solusi darurat. Ini menjadi ujian berat bagi kedalaman skuad Everton untuk menjaga momentum di tengah persaingan ketat Liga Inggris, tanpa kehadiran Keane sebagai tembok pertahanan utama.