Uptodai.com - Gelombang demonstrasi anti-pemerintah di Iran terus memanas, menarik perhatian tajam dari komunitas internasional. Eskalasi kerusuhan ini memicu respons tegas dari Washington, yang berujung pada Dukungan Donald Trump untuk Iran, khususnya bagi para demonstran yang menuntut kebebasan.

Melalui platform media sosialnya, mantan Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Iran saat ini sedang mengincar kebebasan, mungkin dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ia kemudian menambahkan bahwa Amerika Serikat siap untuk memberikan bantuan yang diperlukan.

Implikasi Tegas Dukungan Donald Trump untuk Iran

Pernyataan kesiapan membantu yang disampaikan Trump ini menimbulkan pertanyaan mengenai bentuk dukungan spesifik yang dimaksud. Namun, pesan tersebut dikeluarkan hanya sehari setelah ia melontarkan ancaman keras terhadap Teheran. Trump sebelumnya menegaskan bahwa AS akan menyerang Iran “dengan sangat keras” jika pemerintah Iran mulai melakukan pembunuhan terhadap warga sipil di Gedung Putih.

Senator Lindsey Graham, salah satu kritikus vokal terhadap rezim Iran, turut memperkuat sentimen ini. Graham menggunakan media sosial untuk mengirim pesan kepada rakyat Iran, menyatakan bahwa mimpi buruk panjang mereka akan segera berakhir.

Menurut Graham, keberanian dan tekad para demonstran untuk mengakhiri penindasan telah diperhatikan oleh Trump dan semua pihak yang mencintai kebebasan. Ia juga menafsirkan slogan “Jadikan Iran Hebat Kembali” yang digaungkan Trump, sebagai sinyal bahwa para pengunjuk rasa di Iran harus meraih kemenangan atas Ayatollah.

Kekerasan dan Pemadaman Internet di Tengah Kerusuhan Anti-Pemerintah di Iran

Di tengah retorika politik dari Amerika Serikat, laporan mengenai kekerasan yang meluas di seluruh wilayah Iran terus berdatangan. Sayangnya, upaya pemadaman internet yang ketat oleh pemerintah Iran membuat media sulit untuk menilai secara akurat sejauh mana tingkat kerusuhan dan korban yang ditimbulkan.

Baru pada Sabtu malam, beberapa video baru berhasil diunggah secara daring, memberikan gambaran sekilas mengenai kondisi di lapangan. Video-video tersebut diduga kuat menunjukkan adanya protes baru di sejumlah lingkungan di ibu kota Teheran.

Selain Teheran, kerusuhan juga dilaporkan terjadi di beberapa kota penting lainnya. Kota-kota tersebut mencakup Rasht di wilayah utara, Tabriz di barat laut, serta Shiraz dan Kerman di bagian selatan negara itu. Meskipun Reuters belum dapat memverifikasi secara independen keaslian video-video terbaru ini, citra yang beredar menunjukkan tingkat kekerasan yang mengkhawatirkan.

Dalam salah satu video yang diunggah oleh TRT World di media sosial, terlihat adanya masjid yang ikut terbakar akibat dampak langsung dari demonstrasi yang semakin tak terkendali. Situasi ini menunjukkan bahwa protes anti-pemerintah telah mencapai titik didih, mengubah fasilitas publik dan tempat ibadah menjadi target kemarahan massa.

Dukungan terbuka dari tokoh sekelas Donald Trump tentu memberikan dorongan moral bagi para demonstran. Namun, hal ini juga meningkatkan ketegangan geopolitik antara Washington dan Teheran, yang berpotensi mengubah krisis domestik Iran menjadi isu internasional yang lebih besar dan rumit.