Uptodai.com - Pekan ke-19 Liga Italia Serie A musim 2025/2026 menyajikan salah satu pertandingan paling emosional dan kontroversial di San Siro. Laga yang mempertemukan AC Milan vs Genoa tersebut menyisakan drama penalti AC Milan Genoa yang menjadi sorotan utama, jauh melampaui hasil imbang 1-1 yang tercatat di papan skor.

AC Milan, yang bertindak sebagai tuan rumah, tampil di bawah ekspektasi dan sempat tertinggal lebih dulu setelah Lorenzo Colombo mencetak gol pada menit ke-28. Permainan solid yang diperagakan Genoa membuat Rossoneri kesulitan menembus pertahanan lawan, memaksa ketegangan terus memuncak hingga detik-detik akhir pertandingan.

Klimaks drama terjadi di masa injury time. Setelah Rafael Leao berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-90+2 melalui sundulan keras, harapan Milan untuk meraih poin penuh kembali terancam hanya berselang satu menit kemudian.

Momen Puncak Kontroversi di San Siro

Wasit menunjuk titik putih pada menit ke-90+3 setelah Davide Bartesaghi dinilai melakukan pelanggaran terhadap Mikael Egill Ellertsson di kotak terlarang. Keputusan ini langsung memicu protes keras dari kubu Milan, namun wasit bergeming dan hadiah penalti tetap diberikan kepada Genoa.

Saat Nicolae Stanciu bersiap mengambil tendangan krusial tersebut, sebuah aksi tak terduga dilakukan oleh bek Milan, Strahinja Pavlovic. Dalam momen krusial itu, Pavlovic secara sengaja terlihat menggali dan merusak sedikit permukaan rumput tepat di titik penalti, sebelum akhirnya wasit memintanya menjauh.

Aksi gamesmanship yang dilakukan Pavlovic ini diduga bertujuan mengganggu konsentrasi Stanciu. Benar saja, eksekusi Stanciu melambung tipis di atas mistar gawang, sebuah kegagalan yang secara dramatis menyelamatkan Milan dari kekalahan memalukan di kandang sendiri.

Video yang memperlihatkan tingkah Pavlovic tersebut segera menjadi viral di berbagai platform media sosial. Publik dan pengamat sepak bola terpecah, ada yang melihatnya sebagai kecerdikan taktis, namun tak sedikit pula yang mengecamnya sebagai tindakan yang mencederai sportivitas.

Allegri Tanggapi Aksi Pavlovic: Keindahan Sepak Bola

Menanggapi kontroversi yang melibatkan pemainnya, Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, memilih untuk tidak memberikan hukuman moral. Dalam konferensi pers pasca-laga, Allegri justru menyikapi aksi Pavlovic dengan pandangan filosofis yang unik.

Allegri menyebut bahwa momen-momen seperti itu adalah bagian tak terpisahkan dari dinamika dan daya tarik olahraga si kulit bundar. Ia menolak untuk mengutuk tindakan tersebut, melainkan melihatnya sebagai bumbu penyedap yang membuat sepak bola semakin menarik.

“Kadang-kadang itu adalah bagian dari keindahan sepak bola. Ada momen-momen yang, ketika Anda melihatnya kembali nanti, bahkan membuat Anda tersenyum,” ujar Allegri, seperti dikutip dari MilanNews. Pandangan Allegri ini menunjukkan bahwa ia memandang permainan psikologis di lapangan sebagai strategi yang sah, meskipun kontroversial.

Respon Berbeda dari Kubu Lawan

Tentu saja, pandangan Allegri ini tidak diamini oleh pihak lawan. Pelatih Genoa, Daniele De Rossi, mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap yang ditunjukkan oleh pemain Milan, khususnya Pavlovic.

De Rossi berharap para pemain Milan dapat menunjukkan tingkat sportivitas yang lebih tinggi dalam situasi genting seperti itu. Baginya, meskipun kegagalan penalti adalah takdir, tindakan merusak titik putih merupakan pelanggaran terhadap etika permainan. Komentar De Rossi ini memberikan kontras tajam terhadap sikap santai yang ditunjukkan oleh Allegri, memperlihatkan perdebatan abadi antara taktik dan moralitas di lapangan hijau.

Terlepas dari perdebatan etika, kegagalan penalti yang diwarnai aksi Pavlovic ini menjadi salah satu penentu krusial yang menjaga Milan tetap meraih satu poin di San Siro, sekaligus menambah catatan kontroversi titik penalti Serie A musim ini.