BI Catat Kinerja Industri Pengolahan Ekspansif Akhir 2025
Uptodai.com - Bank Indonesia (BI) merilis data terbaru yang menunjukkan bahwa Kinerja Industri Pengolahan Ekspansif tetap kuat hingga akhir triwulan IV-2025. Data ini tercermin dari Indeks Manajer Pembelian (PMI) BI yang secara konsisten berada di zona optimisme, menandakan geliat sektor manufaktur nasional yang solid.
Kondisi ekspansif ini menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi domestik di tengah tantangan global yang masih belum menentu. Stabilitas permintaan dan peningkatan kapasitas produksi menjadi kunci utama yang menjaga sektor industri tetap berada pada jalur pertumbuhan yang sehat.
Faktor Utama Pendorong Ekspansi Industri Pengolahan
Peningkatan signifikan pada PMI-BI didorong oleh ekspansi pada sejumlah komponen utama yang membentuk indeks tersebut. Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa Volume Produksi menjadi motor utama yang diikuti oleh peningkatan Volume Total Pesanan.
Selain itu, Volume Persediaan Barang Jadi juga menunjukkan peningkatan, mengindikasikan kesiapan industri dalam menghadapi lonjakan permintaan pasar. Kombinasi dari faktor-faktor ini menegaskan bahwa sektor industri pengolahan tidak hanya memproduksi lebih banyak, tetapi juga mampu mengelola rantai pasoknya secara efektif.
Sektor Manufaktur dengan Indeks Tertinggi
Secara sektoral, ekspansi ini merata di berbagai Sub-Lapangan Usaha (Sub-LU), meskipun ada beberapa sektor yang menunjukkan rapor sangat impresif. Industri Kertas dan Barang dari Kertas, Percetakan, serta Reproduksi Media Rekaman mencatatkan indeks tertinggi.
Diikuti oleh sektor Industri Barang Galian Bukan Logam dan Industri Makanan dan Minuman, yang secara tradisional memang menjadi tulang punggung konsumsi domestik. Perkembangan positif ini selaras dengan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia.
SKDU BI mengonfirmasi bahwa kinerja kegiatan LU Industri Pengolahan tetap kuat, tecermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 1,18%. Angka ini memperkuat keyakinan bahwa optimisme pelaku usaha di lapangan benar-benar terefleksikan dalam data makroekonomi.
Proyeksi Kuat Industri Manufaktur di Awal 2026
Prospek kinerja sektor industri pengolahan di awal tahun 2026 diprakirakan akan terus menguat dan melanjutkan tren ekspansi. Bank Indonesia memproyeksikan PMI-BI pada triwulan I-2026 akan mencapai angka 53,17%, sedikit lebih tinggi dari capaian di akhir tahun sebelumnya.
Ekspansi yang diproyeksikan ini terutama didukung oleh peningkatan signifikan pada Volume Total Pesanan, yang menunjukkan tingginya permintaan pasar domestik dan internasional. Selain itu, Volume Produksi dan Kecepatan Penerimaan Barang Input juga diperkirakan tetap menjadi kontributor utama.
Peningkatan Serapan Tenaga Kerja dan Optimisme Sektor
Di sisi ketenagakerjaan, data BI juga menunjukkan perbaikan yang menggembirakan. Komponen jumlah tenaga kerja mencatatkan perbaikan pada triwulan IV-2025, meningkat menjadi 48,80% dibandingkan periode sebelumnya yang berada di angka 48,70%.
Perbaikan ini mengindikasikan bahwa ekspansi industri mulai berdampak positif pada penyerapan tenaga kerja di sektor manufaktur. Bank Indonesia memperkirakan tren perbaikan jumlah tenaga kerja ini akan terus berlanjut, bahkan diprediksi mencapai 49,85% pada triwulan I-2026.
Ramdan Denny Prakoso menambahkan bahwa mayoritas Sub-LU juga diprakirakan berada pada fase ekspansi di awal tahun. Sektor-sektor seperti Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki, Industri Furnitur, Industri Logam Dasar, serta Industri Makanan dan Minuman diprediksi akan mencatatkan indeks tertinggi, menegaskan pondasi ekonomi Indonesia yang semakin kokoh.