Sinyal Hidup dari Smartwatch Kopilot ATR 42-500, Keluarga Berharap
Uptodai.com - Kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, menyisakan duka mendalam sekaligus secercah harapan yang muncul dari teknologi digital. Di tengah upaya pencarian intensif oleh tim SAR gabungan, keluarga kopilot Farhan Gunawan menemukan sebuah petunjuk krusial.
Mereka mengungkapkan bahwa Smartwatch Kopilot ATR 42-500 yang digunakan Farhan masih terpantau aktif. Temuan anomali teknis ini memberikan indikasi adanya aktivitas, bahkan terdeteksi adanya rekaman pergerakan langkah kaki yang diduga kuat berasal dari Farhan.
Smartwatch Kopilot ATR 42-500 Terdeteksi Merekam Langkah Kaki
Informasi mengejutkan ini disampaikan oleh Pitri Keandedes Hasibuan (30), salah satu anggota keluarga Farhan. Pitri mendapatkan pembaruan data tersebut dari adiknya, Dian Mulyana Hasibuan, yang merupakan kekasih Farhan dan saat ini berada langsung di lokasi pencarian di Bulusaraung.
Menurut Pitri, ponsel pintar milik Farhan sudah berhasil ditemukan oleh tim SAR di lokasi jatuhnya pesawat dan telah diserahkan kepada pihak keluarga sejak Sabtu (17/1). Ponsel tersebutlah yang menjadi kunci untuk mengakses data konektivitas perangkat jam tangan pintarnya.
“Farhan menggunakan smartwatch Galaxy. Kami berharap ada cara agar pihak berwenang bisa melacak sinyal dari perangkat tersebut,” ujar Pitri, seperti dikutip dari laporan di Makassar. Ia menjelaskan bahwa data yang terekam sangat spesifik, menunjukkan adanya pergerakan.
Pitri menegaskan bahwa pengecekan melalui ponsel korban menunjukkan bahwa jam tangan pintar itu masih mengirimkan sinyal aktif. Hal ini yang membuat keluarga mendesak agar temuan teknologi ini dijadikan acuan utama untuk mempersempit area pencarian.
Harapan Keluarga pada Data Geospasial Smartwatch
Keluarga meyakini bahwa data geospasial yang tersimpan di smartwatch dapat memberikan titik terang. Jika perangkat tersebut masih terhubung atau setidaknya menyimpan log aktivitas, tim SAR bisa mendapatkan petunjuk lokasi yang lebih akurat dibandingkan hanya mengandalkan area reruntuhan pesawat.
“Dari HP yang terhubung ke smartwatch-nya, kami melihat ada pergerakan. Kemungkinan besar masih bisa dilacak posisinya dari sana,” tambah Pitri, menyuarakan optimisme keluarga di tengah situasi yang sangat sulit.
Dian Mulyana Hasibuan, yang langsung menuju Makassar dan naik ke Gunung Bulusaraung setelah mendapat kabar kecelakaan, menjadi sumber informasi utama bagi keluarga di Jakarta. Keberadaannya di lokasi memastikan bahwa setiap perkembangan, sekecil apa pun sinyal yang tertangkap, segera direspons dan diteruskan kepada tim SAR.
Temuan ini menambah dimensi baru dalam operasi pencarian korban pesawat ATR 42-500. Tim SAR kini memiliki tugas tambahan untuk menyelidiki secara mendalam data digital dari perangkat Smartwatch Kopilot ATR 42-500. Pemanfaatan teknologi pribadi dalam situasi bencana seperti ini diharapkan dapat menjadi terobosan penting untuk menemukan Farhan Gunawan.