Petar Sucic: Inter Milan Akui Pertahanan Arsenal Sulit Ditembus
Uptodai.com - Kekalahan pahit harus ditelan Inter Milan saat menjamu Arsenal di San Siro dalam lanjutan fase liga Liga Champions 2025/2026. Gelandang Nerazzurri, Petar Sucic, menjadi salah satu pemain yang paling merasakan frustrasi di lapangan, terutama karena Inter Milan akui pertahanan Arsenal sangat kokoh.
Bermain di hadapan publik sendiri, skuad asuhan Cristian Chivu dipaksa mengakui keunggulan tim tamu dengan skor telak 1-3. Walaupun Sucic berhasil mencatatkan namanya di papan skor, gol tunggal tersebut ternyata tidak mampu memberikan dampak signifikan bagi hasil akhir pertandingan yang digelar dini hari tadi.
Pertahanan Lapis Baja The Gunners yang Sulit Ditembus
Petar Sucic, yang diwawancarai usai pertandingan, tidak ragu memberikan pujian sekaligus keluhan atas penampilan lini belakang The Gunners. Ia menyebut bahwa solidnya barisan pertahanan lawan menjadi faktor utama kegagalan Inter meraih poin penuh di kandang, membuat mereka kesulitan sepanjang 90 menit.
“Mereka (Arsenal) saat ini memang memiliki lini pertahanan terbaik di Eropa. Kami sudah berusaha keras, namun sulit sekali mencari celah di antara mereka,” ungkap Sucic, menegaskan mengapa Inter Milan akui pertahanan Arsenal sebagai tembok baja yang mustahil diruntuhkan. Ia merasa kecewa karena segala upaya serangan Inter selalu mentah di kaki para bek Meriam London, seperti William Saliba dan Gabriel Magalhaes.
Kekalahan ini terasa lebih menyakitkan karena terjadi di markas kebanggaan mereka, Giuseppe Meazza. Inter Milan sejatinya memiliki ambisi besar untuk mengamankan posisi di papan atas fase liga, namun hasil ini memaksa mereka untuk segera melakukan evaluasi mendalam.
Efektivitas Serangan Menjadi Pembeda Hasil Akhir
Selain mengakui kualitas pertahanan lawan, Sucic juga menyoroti masalah efektivitas yang dialami oleh timnya. Menurutnya, dalam pertandingan sekelas Liga Champions, setiap peluang harus dimaksimalkan dengan sempurna, sesuatu yang gagal dilakukan oleh Nerazzurri.
“Mereka berhasil mencetak tiga gol, sementara kami hanya mencetak satu gol hari ini. Padahal, saya merasa kami menciptakan beberapa peluang bagus, tetapi tidak ada yang berujung gol,” jelas pemain asal Kroasia tersebut. Sucic menambahkan bahwa gol indah yang ia cetak terasa hampa karena tidak memberikan perbedaan apa pun bagi tim.
Kekalahan 1-3 ini bukan hanya soal kurangnya daya gedor Inter, tetapi juga tentang kedewasaan Arsenal dalam memanfaatkan setiap kesalahan kecil yang dibuat tuan rumah. Arsenal menunjukkan kematangan klinis yang membuat perbedaan besar pada papan skor akhir, memanfaatkan celah sekecil apa pun di lini belakang Inter.
Fokus Bangkit dan Evaluasi Taktis
Sucic bersikeras bahwa secara keseluruhan, penampilan Inter Milan sebenarnya tidaklah buruk. Mereka mampu mengimbangi permainan cepat Arsenal di lini tengah dan berusaha mendominasi penguasaan bola, menunjukkan semangat juang yang tinggi.
“Kami bermain cukup bagus sepanjang laga. Namun, masalahnya adalah mereka (Arsenal) memaksimalkan setiap peluang yang mereka dapatkan, sementara kami tidak. Di pertandingan seperti ini, hasil adalah hal yang terpenting dan kami kalah hari ini,” pungkasnya.
Ia berharap kekalahan di San Siro ini menjadi pelajaran berharga bagi skuad Inter Milan untuk segera bangkit di pertandingan berikutnya, baik di kompetisi domestik Serie A maupun di kancah Eropa. Fokus Nerazzurri kini harus segera beralih, mempersiapkan diri untuk laga selanjutnya dan mencari solusi kreatif untuk membongkar pertahanan lawan yang bermain sangat disiplin.
Pelatih Cristian Chivu kini memiliki pekerjaan rumah besar untuk meningkatkan ketajaman lini serang, memastikan bahwa peluang yang tercipta tidak lagi terbuang sia-sia di hadapan gawang lawan. Inter Milan wajib menunjukkan reaksi positif agar target lolos ke babak selanjutnya tetap terjaga.