Janji Elon Musk soal Robotaxi dan AI: Silakan Cek Jika Percaya
Uptodai.com - CEO Tesla dan pemilik X, Elon Musk, kembali melontarkan proyeksi ambisius mengenai masa depan teknologi otonom perusahaannya. Kali ini, Janji Elon Musk soal Robotaxi mencuat, di mana ia mengklaim layanan taksi tanpa pengemudi Tesla akan meluas secara signifikan di Amerika Serikat pada akhir tahun 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Musk dalam sebuah forum, menegaskan bahwa Tesla telah meluncurkan layanan taksi robot di beberapa kota dan akan segera memperluas cakupannya di seluruh AS. Namun demikian, janji ini datang dengan catatan skeptisisme mengingat rekam jejak Musk yang kerap kali meleset dari target waktu yang ia tetapkan sendiri.
Mengulang Janji Elon Musk soal Robotaxi yang Belum Terwujud
Bagi para investor dan pengamat industri, janji mengenai mobil tanpa pengemudi dari Tesla bukanlah hal baru. Musk telah berulang kali menjanjikan kehadiran teknologi otonom penuh ini selama bertahun-tahun, tetapi realisasinya selalu tertunda.
Salah satu janji besar Musk terjadi pada Juli tahun lalu, ketika ia dengan yakin menyebut bahwa layanan taksi otonom akan dapat diakses oleh setengah populasi Amerika Serikat pada akhir tahun tersebut. Proyeksi tersebut gagal total dan tidak pernah terwujud.
Sebelumnya, pada tahun 2025, Musk sempat mengatakan bahwa Tesla akan mengoperasikan 500 unit robotaxi di Austin, Texas. Tidak lama kemudian, ia merevisi jumlah yang sangat drastis, menjadi hanya 60 unit saja.
Bahkan, janji Robotaxi ini sudah digaungkan sejak 2019. Saat itu, Musk meyakinkan para investor bahwa kendaraan otonom penuh akan meluncur pada tahun 2020. Hingga kini, Tesla belum mengantongi izin untuk menguji atau menjalankan kendaraan tanpa pengemudi di jalanan umum California, salah satu pasar teknologi terbesar di AS.
Tantangan Berat di Tengah Persaingan Ketat
Meskipun impian Musk mengenai armada robotaxi sangat besar, Tesla harus menghadapi tantangan yang sangat berat, baik dari sisi regulasi maupun persaingan pasar. Industri kendaraan tanpa pengemudi kini kian kompetitif dengan banyaknya pemain besar yang sudah mulai beroperasi atau melakukan pengujian secara masif.
Sebut saja Waymo yang didukung oleh Alphabet, Apollo Go milik Baidu, hingga Zoox yang berada di bawah naungan Amazon. Para pesaing ini telah lebih dulu mendapatkan izin dan mulai membangun kepercayaan publik melalui operasi terbatas di berbagai kota.
Selain persaingan, tantangan krusial lainnya adalah memenangkan hati calon penumpang. Sebuah survei dari Electric Vehicle Intelligence Reports menunjukkan bahwa masyarakat AS sangat skeptis terhadap robotaxi dan masih memiliki kekhawatiran besar mengenai aspek keselamatannya. Persepsi publik ini menjadi tembok tebal yang harus dihancurkan Tesla, selain masalah teknis dan izin.
Prediksi Perkembangan AI Elon Musk yang Ekstrem
Robotaxi bukan satu-satunya proyeksi futuristik yang diumbar oleh Elon Musk dalam forum tersebut. Ia juga menyoroti perkembangan pesat di sektor Kecerdasan Buatan (AI), sebuah bidang yang juga ia geluti melalui perusahaannya, xAI.
Dalam perbincangannya dengan CEO Blackrock, Larry Fink, Musk menyinggung soal laju perkembangan AI yang sangat cepat. Ia memberikan prediksi ekstrem mengenai kapan AI akan melampaui kemampuan kognitif manusia.
“Saya tidak tahu apa yang terjadi dalam 10 tahun ke depan, namun dengan laju perkembangan AI saat ini, saya pikir AI akan lebih pintar dari manusia manapun pada akhir tahun ini, paling lambat tahun depan,” ujar Musk.
Selain AI, Musk juga menjanjikan robot humanoid Tesla, Optimus, akan segera dirilis kepada publik. Menurutnya, robot yang diharapkan dapat menggantikan pekerjaan manusia yang berulang itu akan tersedia untuk umum pada akhir tahun 2027 mendatang.
Pola janji ambisius dengan target waktu yang ketat ini telah menjadi ciri khas dari Musk. Meskipun beberapa janji besarnya, seperti peluncuran roket SpaceX, berhasil terwujud, para pengamat menyarankan agar publik mencerna prediksi mengenai Robotaxi dan AI ini dengan tingkat kehati-hatian yang tinggi.