Uptodai.com - Pabrikan kendaraan listrik asal China, Neta, dikabarkan tengah melakukan penyesuaian strategi besar-besaran di pasar nasional. Langkah ini diambil seiring dengan restrukturisasi yang dijalankan oleh perusahaan induk mereka. Meskipun demikian, Neta sesuaikan bisnis Indonesia sambil memastikan layanan purnajual bagi konsumen tetap berjalan optimal.

Penyesuaian ini tidak hanya mencakup strategi pemasaran, tetapi juga jaringan layanan purnajual yang kini menggandeng mitra lokal. Keputusan ini menunjukkan komitmen Neta untuk tetap eksis dan kompetitif di tengah dinamika pasar otomotif Tanah Air yang semakin ketat.

Analisis Kinerja Penjualan Neta di RI

Melihat data yang dirilis oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), kinerja penjualan Neta menunjukkan dinamika yang menarik. Periode antara tahun 2023 hingga 2024 menjadi masa pertumbuhan yang sangat pesat bagi pabrikan ini.

Penjualan ritel (retail sales) Neta melonjak tajam dari 166 unit menjadi 570 unit, mencatatkan kenaikan fantastis sebesar 243,37 persen. Tren positif serupa juga terlihat pada penjualan wholesales (distribusi dari pabrik ke dealer) yang tumbuh dari 181 unit menjadi 607 unit, meningkat hingga 235,36 persen.

Namun, pergerakan pasar menunjukkan tren yang berbeda memasuki periode 2024 menuju 2025. Terjadi koreksi signifikan pada kanal penjualan ritel, yang seringkali menjadi indikator permintaan langsung dari konsumen.

Data menunjukkan bahwa retail sales mengalami penurunan dari 570 unit menjadi 406 unit, yang berarti terjadi koreksi sebesar 28,77 persen. Meskipun demikian, penjualan wholesales tetap menunjukkan resiliensi yang kuat, bahkan mencatatkan pertumbuhan positif dari 607 unit menjadi 657 unit, atau naik sebesar 8,24 persen.

Disparitas antara penjualan ritel yang turun dan wholesales yang naik ini mengindikasikan bahwa Neta masih optimistis dalam mengisi stok di jaringan dealer. Mereka bekerja sama erat dengan PT Handal Indonesia Motor untuk memastikan ketersediaan unit di pasar.

Restrukturisasi Induk Perusahaan dan Dampaknya

Langkah penyesuaian yang dilakukan Neta di Indonesia tidak terlepas dari proses internal yang sedang berlangsung di perusahaan induknya. Hozon Auto, perusahaan pembuat kendaraan listrik Neta, sedang menjalani proses restrukturisasi besar-besaran sejak tahun 2025.

Manajemen Neta memastikan bahwa proses restrukturisasi tersebut berjalan lancar dan teratur sesuai rencana. Hozon Auto diharapkan dapat merampungkan seluruh proses ini pada pertengahan tahun 2026 mendatang.

Setelah restrukturisasi selesai, Neta Indonesia berjanji akan hadir dengan tampilan dan strategi baru untuk melayani konsumen di Tanah Air. Penyesuaian ini memang berdampak pada operasional, termasuk kemungkinan perubahan pada jaringan dealer dan lini produk yang ditawarkan sepanjang tahun 2026.

“Saat ini, perusahaan induk NETA, Hozon Auto, sedang menjalani restrukturisasi. Sesuai dengan peraturan yang berlaku, Hozon diharapkan untuk menyelesaikan restrukturisasi pada pertengahan tahun 2026, di mana NETA Indonesia akan melayani pemilik mobil Indonesia dengan tampilan baru,” demikian pernyataan resmi dari Neta.

Fokus Neta pada Penguatan Layanan Purnajual

Meskipun terjadi penyesuaian bisnis, Neta menegaskan bahwa fokus utama mereka adalah penguatan kehadiran di pasar otomotif nasional, terutama dari sisi layanan purnajual. Mereka menyadari bahwa kenyamanan konsumen adalah kunci utama dalam menghadapi masa transisi ini.

Neta secara terbuka meminta maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat penyesuaian pada jaringan dealer. Untuk mengatasi hal ini, mereka memperbarui daftar outlet layanan purnajual resmi dengan menunjuk mitra tepercaya.

Saat ini, Neta telah menunjuk dua mitra utama untuk layanan purnajual. Yang pertama adalah Otoklix, yang memiliki cakupan layanan luas di hampir semua kota besar di Indonesia. Kedua, ANMA Mobil yang berlokasi di Jl. KH. Hasyim Ashari No.44, Poris Plawad Indah, Kota Tangerang.

Neta Indonesia menjamin ketersediaan suku cadang dan kebijakan garansi tidak akan mengalami perubahan atau penyesuaian. Mereka memastikan stok suku cadang cukup dan berkomitmen penuh untuk memenuhi semua kebijakan garansi yang telah dijanjikan kepada para pemilik mobil Neta.

Pabrikan ini juga berjanji bahwa daftar mitra layanan purnajual akan terus bertambah di masa mendatang. Hal ini dilakukan demi menjangkau lebih banyak konsumen dan memberikan kemudahan akses servis di seluruh wilayah Indonesia.