Uptodai.com - Menjelang bergulirnya turnamen bergengsi, Piala Asia Futsal 2026, Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia (FFI) Michael Victor Sianipar secara terbuka meminta dukungan suporter Piala Asia Futsal 2026 untuk memberikan energi maksimal kepada tim nasional.

Michael menunjukkan optimisme tinggi terhadap kesiapan skuad Merah Putih, terutama karena Indonesia akan bertindak sebagai tuan rumah dalam ajang yang dijadwalkan dimulai pada 27 Januari mendatang. Menurutnya, faktor dukungan publik akan menjadi pembeda besar dalam performa tim.

Dalam turnamen tersebut, Indonesia tergabung dalam Grup A yang menantang, bersanding dengan Irak, Kirgistan, dan Korea Selatan. Meskipun mengakui bahwa persaingan di level Asia kini jauh lebih ketat dan merata, keyakinan Michael terhadap kesiapan tim nasional tidak pernah pudar.

Optimisme Tuan Rumah dan Tantangan Sejarah Futsal Asia

Michael mengakui bahwa secara rekam jejak, Timnas Futsal Indonesia sering menghadapi kesulitan besar di Piala Asia Futsal edisi-edisi sebelumnya. Hal ini menjadi catatan penting bagi federasi agar tidak terlena, meskipun kini bermain di kandang sendiri.

“Sekarang ini levelnya sudah level Asia, dan kita punya harapan yang besar. Namun, kita juga harus realistis melihat bahwa rekor sejarah di Piala Asia futsal sebelum-sebelumnya menunjukkan Indonesia kesulitan,” ujar Michael saat ditemui di Jakarta, Jumat (23/1/2026).

Namun, status sebagai tuan rumah kali ini diyakini menjadi faktor pembeda yang signifikan. Dengan persiapan yang sudah dimaksimalkan, Michael optimistis tim akan menyajikan penampilan yang membanggakan bagi seluruh masyarakat dan membangkitkan antusiasme suporter Futsal 2026.

“Kali ini kita tuan rumah. Dan persiapan sudah yang terbaik yang bisa kita lakukan. Jadi saya optimis kita juga akan menunjukkan hasil yang akan membanggakan bagi bangsa, bagi masyarakat, dan bagi suporter,” tegasnya.

Strategi Uji Coba: Bukan Sekadar Skor Akhir

Sebagai bagian dari pematangan strategi dan mental, Timnas Futsal Indonesia telah melakoni dua laga uji coba tertutup melawan kekuatan Asia lainnya, yakni Tajikistan dan Jepang. Michael menegaskan bahwa hasil akhir dari pertandingan persahabatan tersebut bukanlah fokus utama yang dikejar oleh FFI.

Menurutnya, laga uji coba adalah kesempatan emas bagi tim pelatih untuk bereksperimen dan mencoba berbagai skema permainan yang berisiko tinggi. Tujuan utamanya adalah menguji mental pemain dan efektivitas taktik, bukan sekadar mencetak kemenangan.

Michael mencontohkan bahwa tim pelatih memanfaatkan laga uji coba untuk mencoba berbagai skema, termasuk penerapan power play dalam situasi yang tidak biasa. Strategi ini bahkan dicoba saat tim sedang unggul, menunjukkan bahwa federasi ingin memaksimalkan setiap peluang untuk eksplorasi taktik.

FFI Tak Beri Target Khusus untuk Timnas Futsal Indonesia Tuan Rumah

Menariknya, FFI memilih untuk tidak menetapkan target spesifik yang harus dicapai oleh timnas futsal Indonesia pada turnamen ini. Kebijakan ini diambil untuk menghindari penambahan beban mental atau tekanan yang tidak perlu bagi para pemain menjelang hari-H.

“Kalau ditanya target federasi apa, bagi saya hari ini, karena acaranya juga sudah tinggal hitungan hari, kita tidak ingin memberikan pressure tambahan,” jelas Michael.

Michael yakin bahwa motivasi untuk memberikan yang terbaik sudah tertanam kuat dalam diri setiap pemain yang mengenakan seragam Merah Putih. Tugas federasi saat ini adalah memastikan semua persiapan Timnas Futsal AFC 2026 berjalan mulus, sehingga para pemain dapat fokus penuh pada pertandingan di lapangan.

Dengan status tuan rumah dan dukungan penuh dari FFI, Michael berharap seluruh elemen tim, termasuk para pemain, dapat menikmati setiap pertandingan dan memberikan penampilan terbaik mereka di hadapan publik sendiri.