Fantastis! Reaksi Jensen Huang soal Pajak Rp135 Triliun
Uptodai.com - Dunia teknologi dan keuangan Amerika Serikat (AS) tengah dihebohkan oleh usulan skema pajak kekayaan baru yang menyasar para miliarder di California. Jika kebijakan ini resmi berlaku, beberapa tokoh terkaya di dunia, termasuk CEO Nvidia Jensen Huang, harus bersiap merogoh kocek dalam jumlah yang sangat fantastis.
Huang, yang dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di industri teknologi, berpotensi dikenai tagihan pajak satu kali sebesar 5% dari total kekayaannya. Angka tersebut ditaksir mencapai US$8 miliar, atau setara dengan Rp135 triliun, dengan asumsi kurs Rp16.900 per dolar AS. Menariknya, reaksi Jensen Huang soal pajak sebesar ini justru sangat santai.
Sikap Santai Miliarder di Tengah Ancaman Pajak Kekayaan
Berdasarkan data Forbes per 16 Januari, kekayaan bersih Jensen Huang ditaksir mencapai sekitar US$161 miliar, menempatkannya di posisi ke-8 sebagai orang terkaya di dunia. Dengan nilai aset sebesar itu, ia menjadi target utama dari proposal pajak kekayaan yang tengah diperjuangkan oleh sejumlah legislator progresif AS.
Alih-alih panik atau mengancam pindah markas, Huang justru menyatakan kesiapannya untuk mematuhi aturan apa pun yang ditetapkan oleh pemerintah California, wilayah yang menjadi rumah bagi Nvidia dan Silicon Valley. Sikap ini ia sampaikan dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg TV.
“Saya bahkan tidak pernah memikirkannya,” ujar Huang saat ditanya mengenai besaran pajak yang mungkin harus ia bayarkan. Ia menegaskan bahwa membayar pajak adalah bagian dari komitmennya untuk tetap berkantor di pusat inovasi teknologi global.
“Kami memilih tinggal di Silicon Valley, dan berapapun pajak yang ingin diterapkan, tidak masalah bagi saya,” tambahnya. Pernyataan ini menunjukkan komitmen kuat Huang terhadap negara bagian tempat perusahaannya tumbuh pesat, meskipun harus menanggung beban finansial yang sangat besar.
Perbedaan Sikap dengan Pendiri Google
Sikap yang ditunjukkan oleh Jensen Huang ini sangat kontras dengan reaksi beberapa miliarder teknologi lainnya. Misalnya, pendiri Google, Sergey Brin dan Larry Page, dilaporkan telah mengambil langkah antisipatif sebagai respons atas potensi kebijakan pajak kekayaan tersebut.
Beberapa laporan menyebutkan bahwa Brin dan Page memilih untuk memindahkan aset atau merencanakan perpindahan domisili untuk menghindari kewajiban pajak yang sangat memberatkan. Hal ini menyoroti perdebatan sengit di kalangan elit AS mengenai keadilan pajak dan tanggung jawab sosial.
Keputusan Huang untuk tetap tenang dan bersedia membayar menunjukkan pandangan filosofis yang berbeda. Bagi Huang, kontribusi finansial besar tersebut tampaknya dianggap sebagai biaya yang wajar untuk mempertahankan ekosistem inovasi yang ditawarkan California.
Detail Skema Pajak Kekayaan Miliarder California
Usulan pajak kekayaan ini pertama kali diajukan pada November 2025. Inisiatif ini didukung oleh serikat pekerja sektor kesehatan dan didorong oleh anggota parlemen progresif, termasuk Rep Ro Khanna dan Senator Bernie Sanders.
Skema pajak ini dirancang untuk menyasar sekitar 200 orang terkaya di California dan diperkirakan berpotensi menghasilkan penerimaan hingga US$100 miliar. Dana besar ini direncanakan dialokasikan untuk menutup defisit anggaran kesehatan California, yang memburuk setelah pemangkasan belanja federal, serta membiayai program pendidikan publik dan bantuan pangan.
Dalam proposal tersebut, pajak akan dikenakan atas seluruh aset yang bernilai ekonomis, termasuk saham dan kepemilikan bisnis, terlepas dari apakah aset tersebut telah direalisasikan keuntungannya atau belum. Aturan ini juga memiliki klausul ketat: jika berhasil diberlakukan, para miliarder yang saat ini tinggal di California akan tetap dikenai pajak atas aset mereka, bahkan jika mereka memutuskan pindah ke luar California pada tahun 2026.
Untuk bisa masuk ke tahap pemungutan suara pada November 2026, inisiatif ini harus mendapatkan lebih dari 870.000 tanda tangan. Para pemilih di California lah yang pada akhirnya akan memutuskan nasib dari usulan pajak kekayaan miliarder California yang kontroversial ini.