Uptodai.com - Kekerasan yang dipicu oleh konflik kelompok kriminal terorganisir kembali menelan korban jiwa di Meksiko. Sebuah tragedi berdarah terjadi ketika sekelompok pria bersenjata melepaskan tembakan secara brutal ke arah penonton dan pemain di sebuah lapangan. Insiden penembakan pertandingan sepak bola Meksiko ini terjadi di negara bagian Guanajuato, wilayah yang dikenal sebagai salah satu pusat industri sekaligus area paling mematikan di negara tersebut.

Peristiwa mengerikan tersebut dilaporkan terjadi di Salamanca, sebuah kota berpenduduk sekitar 160.000 jiwa. Total sebelas orang dipastikan tewas, sementara belasan lainnya mengalami luka-luka. Otoritas setempat meyakini serangan ini merupakan ulah dari geng-geng kriminal yang tengah berperang memperebutkan wilayah kekuasaan.

Detik-detik Serangan Brutal di Lapangan Hijau

Laporan dari berbagai media menyebutkan bahwa para pelaku penembakan tiba-tiba memasuki area lapangan dan langsung menembak membabi-buta. Aksi keji ini menyasar siapa saja yang berada di lokasi, baik penonton maupun mereka yang sedang bertanding. Akibatnya, suasana yang semula ramai berubah menjadi kepanikan dan kekacauan.

Secara rinci, sepuluh korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan satu korban lainnya mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Selain korban tewas, sedikitnya 12 orang lainnya mengalami luka-luka, termasuk seorang wanita dan seorang anak yang tidak bersalah. Pihak kepolisian segera meluncurkan perburuan besar-besaran untuk melacak dan menangkap para pelaku kejahatan ini.

Kondisi Darurat dan Desakan Wali Kota

Wali Kota Salamanca, Cesar Prieto, merespons cepat tragedi ini dengan mendesak pemerintah nasional untuk segera turun tangan. Ia meminta bantuan agar perdamaian, ketenangan, dan keamanan di wilayahnya dapat dipulihkan. Prieto secara tegas menyalahkan kekerasan yang terjadi pada kelompok-kelompok kejahatan terorganisir yang beroperasi di Guanajuato.

Menurut Prieto, wilayahnya kini sedang melewati masa yang sangat genting, bahkan ia menyebutnya sebagai krisis sosial yang serius. Kelompok kriminal tersebut, lanjutnya, secara terang-terangan mencoba menundukkan pihak berwenang melalui teror dan kekerasan. Desakan ini mencerminkan betapa parahnya situasi keamanan yang dihadapi oleh pemerintah daerah.

Meningkatnya Kekerasan Kartel Narkoba Guanajuato

Guanajuato, yang terletak di Meksiko tengah, dikenal sebagai pusat industri yang berkembang pesat dan memiliki beberapa tujuan wisata populer. Namun, reputasi tersebut tercoreng parah karena wilayah ini telah menjadi negara bagian paling mematikan di Meksiko. Pemicu utama situasi ini adalah perang wilayah yang tiada henti antara berbagai gengster.

Sebagian besar kekerasan, termasuk insiden penembakan pertandingan sepak bola Meksiko, terkait erat dengan konflik antara geng Santa Rosa de Lima dan Kartel Narkoba Jalisco New Generation (CJNG). Geng Santa Rosa de Lima dikenal terlibat aktif dalam pencurian minyak (huachicol), sementara CJNG merupakan salah satu kartel narkoba paling kuat dan brutal di Amerika Latin.

Konflik ini tidak hanya terbatas pada penembakan masal. Pada akhir pekan yang sama, secara terpisah, empat kantong berisi sisa-sisa tubuh manusia ditemukan di kota yang sama. Selain itu, dilaporkan pula enam orang tewas di dua komunitas terdekat pada hari yang sama. Ancaman keamanan bahkan meluas ke infrastruktur vital, terbukti dengan adanya laporan bom di kilang minyak milik perusahaan minyak negara Pemex di Salamanca minggu lalu.

Kontroversi Data Keamanan Nasional Meksiko

Di tengah gelombang kekerasan yang tak terbendung ini, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum sempat mengklaim adanya perbaikan signifikan dalam strategi keamanan nasional pemerintahannya. Sheinbaum menyatakan bahwa tingkat pembunuhan di Meksiko pada tahun 2025 telah turun ke level terendah dalam satu dekade terakhir.

Namun demikian, banyak ahli dan pengamat keamanan yang meragukan angka-angka tersebut. Kekerasan kriminal yang sebagian besar dipicu oleh perdagangan narkoba telah merenggut lebih dari 480.000 nyawa di Meksiko sejak penindakan besar-besaran terhadap kartel dimulai pada tahun 2006. Selain itu, lebih dari 120.000 orang lainnya dinyatakan hilang, banyak di antaranya diculik atau direkrut secara paksa oleh kartel yang berkuasa.