Uptodai.com - Musisi sekaligus presenter, Onadio Leonardo selesai rehabilitasi setelah menjalani program pemulihan selama tiga bulan penuh. Rasa lega dan kebahagiaan tampak jelas terpancar dari wajah mantan vokalis Killing Me Inside tersebut saat ia akhirnya kembali berkumpul dengan keluarganya.

Proses panjang yang dilalui Onad di pusat rehabilitasi diakuinya sebagai pembelajaran hidup yang sangat mahal dan berharga. Ia kini merasa lebih utuh dan siap menatap masa depan dengan perspektif yang jauh berbeda, terutama dalam menjalankan perannya sebagai kepala keluarga.

Pengakuan Jujur dan Pelajaran Berharga dari Rehabilitasi

Di hadapan awak media, Onad tidak ragu mengungkapkan rasa syukurnya karena telah melewati masa sulit tersebut. Ia mengakui bahwa banyak “ketololan” di masa lalu yang harus dibayar mahal melalui proses pemulihan intensif ini. Kejujuran ini menjadi bagian penting dari proses penyembuhan yang ia jalani.

Onad menekankan bahwa bersyukur menjadi fondasi utama yang ia pelajari selama masa rehabilitasi. Proses ini memberinya kesempatan untuk melakukan refleksi diri secara mendalam mengenai prioritas hidup dan dampak dari setiap keputusannya.

Transformasi Fisik dan Pendampingan Profesional

Selama berada di pusat rehabilitasi, Onad merasakan adanya transformasi signifikan, baik pada kondisi fisik maupun mentalnya. Ia menyebut bahwa program yang dijalankan sangat komprehensif, mencakup aktivitas olahraga rutin yang meningkatkan kebugaran tubuh secara drastis.

Selain itu, pendampingan profesional menjadi kunci utama pemulihan dirinya. Fasilitas yang disediakan mencakup sesi konsultasi intensif dengan psikolog dan psikiater yang membantunya memahami akar permasalahan.

Ia menjelaskan bahwa tim ahli di sana menyediakan semua yang ia butuhkan untuk kembali sehat. Dukungan psikologis dan medis ini sangat esensial untuk membangun mekanisme koping yang lebih sehat dan stabil.

Kondisi Mental Onad Setelah Rehab Sempat Drop

Walaupun kini telah kembali sehat secara fisik, Onad jujur mengakui bahwa insiden yang menimpanya sempat memberikan dampak psikologis yang mendalam. Ia merasa sangat terpukul dan memerlukan waktu untuk menerima kenyataan pahit tersebut.

Keadaan mentalnya sempat menurun drastis, menjadikannya rentan terhadap tekanan dan kecemasan. Oleh karena itu, ia meminta doa dari publik agar ia diberikan kekuatan untuk menata kembali kehidupannya.

Peran Besar Sang Istri Menjadi Pilar Kekuatan

Dalam momen keterpurukan itu, Onad menyebut peran sang istri, Bebi, sebagai pilar kekuatan terbesar yang membuatnya mampu bertahan. Dukungan tanpa henti dari Bebi dan anak-anaknya menjadi motivasi utama untuk menyelesaikan program rehabilitasi hingga tuntas.

Ia bertekad penuh untuk kembali mengambil peran maksimal sebagai kepala keluarga yang bertanggung jawab. Fokus utamanya saat ini adalah mendampingi istri dan anak-anaknya, serta memastikan ia bisa kembali berkarya dengan hati yang lebih bersih dan jiwa yang lebih sehat.

Onad berharap, pengalaman pahit ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi dirinya dan orang lain. Ia ingin membuktikan bahwa ia mampu bangkit dan menjalani hidup yang lebih positif setelah melalui masa pemulihan yang menantang tersebut.