Malapetaka Badai Musim Dingin Hantam AS, 400 Ribu Gelap Gulita
Uptodai.com - Krisis yang dipicu oleh Malapetaka Badai Musim Dingin Fern di Amerika Serikat masih jauh dari kata usai. Badai yang membawa lapisan es tebal dan udara Arktik ini telah menyebabkan pemadaman listrik masif yang memukul wilayah Selatan AS, terutama di dua negara bagian.
Hingga Selasa pagi waktu setempat, data dari perusahaan utilitas dan situs pelacak PowerOutage.us menunjukkan bahwa lebih dari 400.000 pelanggan di Mississippi dan Tennessee terpaksa hidup dalam kegelapan. Situasi ini terjadi tepat ketika suhu ekstrem Arktik melanda kawasan tersebut, memperburuk kondisi warga.
Kerusakan Infrastruktur Melumpuhkan Dua Negara Bagian
Kerusakan infrastruktur akibat Badai Fern dilaporkan sangat parah dan meluas. Lapisan es yang tebal menumbangkan banyak pohon dan memutus kabel listrik di ratusan titik, membuat banyak ruas jalan utama tidak dapat dilalui.
Di Tennessee saja, sekitar 175.000 warga masih tanpa aliran listrik, termasuk hampir 120.000 pelanggan yang berada di wilayah Nashville dan Davidson County. Angka ini menunjukkan skala krisis energi yang harus dihadapi oleh pemerintah daerah setempat.
Sementara itu, pejabat Mississippi memperingatkan bahwa upaya pemulihan listrik di wilayah mereka kemungkinan besar akan memakan waktu hingga akhir pekan. Ratusan tiang listrik dilaporkan patah dan hampir 1.000 bentangan kabel putus hanya di wilayah barat negara bagian tersebut.
Badan Layanan Cuaca Nasional (National Weather Service/NWS) di Memphis sebelumnya telah mengeluarkan peringatan keras. Mereka memprediksi adanya pemadaman listrik Amerika Serikat dan kerusakan pohon yang signifikan akibat akumulasi es.
Tantangan Pemulihan di Tengah Suhu Arktik
Kondisi cuaca ekstrem menjadi penghalang utama bagi para petugas utilitas yang berjuang memulihkan keadaan. Manajemen Darurat Tennessee mencatat sedikitnya 189 tiang listrik patah akibat hantaman badai yang kuat.
Para petugas utilitas dilaporkan bekerja lembur hingga 14-16 jam per hari. Namun demikian, upaya perbaikan terhambat oleh jalanan yang sangat licin, suhu yang sangat rendah, dan hembusan angin kencang yang berbahaya.
Badai Fern sendiri telah memicu deklarasi keadaan darurat di setidaknya 18 negara bagian di AS. Badai ini juga telah menyebabkan sedikitnya 29 kematian, termasuk dua korban jiwa di Mississippi yang secara langsung terkait dengan dampak badai.
Ancaman Pembekuan Ulang dan Peringatan NWS
Meskipun upaya perbaikan terus dilakukan, risiko bahaya belum sepenuhnya berakhir. Layanan Cuaca Nasional memperingatkan adanya ancaman siklus pencairan es di siang hari yang kemudian kembali membeku pada malam hari.
Proses ini berpotensi menciptakan lapisan es baru yang jauh lebih tebal dan berbahaya. Kondisi tersebut tidak hanya memperburuk kondisi jalan, tetapi juga memperlambat laju pemulihan listrik secara keseluruhan.
Para ahli meteorologi memperkirakan bahwa suhu dingin ekstrem masih akan bertahan cukup lama. Kondisi Arktik yang menusuk tulang ini diprediksi akan terus melanda wilayah tersebut hingga awal Februari, menambah beban penderitaan warga yang kehilangan pemanas.
Di sisi lain, perusahaan utilitas terus memberikan pembaruan positif. Nashville Electric Service melaporkan timnya bekerja tanpa henti sepanjang malam. Sementara itu, Middle Tennessee Electric menyebut jumlah pelanggan yang mengalami pemadaman listrik telah turun menjadi kurang dari 3.000 pelanggan, menunjukkan titik terang di tengah krisis listrik AS ini.