Kemenangan Inter Milan di Dortmund: Chivu Puji Mentalitas Nerazzurri
Uptodai.com - Kemenangan Inter Milan di Dortmund menjadi salah satu hasil paling signifikan bagi Nerazzurri dalam fase liga Liga Champions 2025-2026. Bertandang ke Signal Iduna Park, Inter berhasil membungkam tim tuan rumah Borussia Dortmund dengan skor meyakinkan 2-0.
Dua gol yang dicetak oleh Federico Dimarco dan Andy Diouf memastikan Inter Milan meraih tiga poin penting pada Matchday 8 yang berlangsung Kamis (29/1/2026) dini hari WIB. Hasil ini tidak hanya mengamankan kemenangan tandang, tetapi juga mendorong posisi Inter ke peringkat ke-10 klasemen league phase, memastikan tiket ke babak play-off.
Cristian Chivu, pelatih Inter Milan, menilai raihan ini sebagai suntikan moral yang besar bagi skuadnya di kancah Eropa. Ia secara khusus menyoroti kedewasaan dan mentalitas yang ditunjukkan anak asuhnya saat menghadapi tekanan atmosfer stadion yang terkenal intimidatif.
Mentalitas Inter Milan Liga Champions: Kerendahan Hati Kunci Sukses
Chivu menegaskan bahwa kemenangan di markas lawan yang memiliki basis suporter fanatik seperti Signal Iduna Park membuktikan kematangan tim. Menurutnya, fondasi utama keberhasilan mereka adalah kerendahan hati yang terus dijaga para pemain.
Pelatih asal Rumania tersebut merasa puas karena timnya mendapatkan hasil yang sepadan dengan usaha yang telah dicurahkan. “Kami meraih apa yang pantas kami dapatkan. Kami tidak perlu melihat ke belakang pada kesalahan yang tidak kami lakukan, tetapi fokus pada kerja keras yang sudah kami kerjakan,” ujar Chivu kepada Sky Sport Italia.
Ia menekankan bahwa meskipun hasil akhir memuaskan, tim harus tetap membumi. Chivu menginginkan para pemain untuk terus mempertahankan sikap rendah hati ini sebagai bekal menjalani sisa kompetisi yang semakin ketat.
Evaluasi Taktis dan Kedewasaan Bermain
Meski menang, Chivu tidak luput memberikan evaluasi kritis terhadap performa timnya, terutama di babak pertama. Ia mengakui bahwa ada sedikit kekakuan dalam upaya menyerang garis pertahanan Dortmund.
“Kami bermain dengan kedewasaan, itu benar. Namun, kami bisa lebih menentukan saat menyerang garis pertahanan lawan karena kami sedikit terlalu dangkal di awal pertandingan,” jelasnya. Perubahan taktis dan peningkatan intensitas di babak kedua menjadi kunci Inter dapat memecah kebuntuan.
Peningkatan tersebut terlihat jelas dengan gol Dimarco yang tercipta menjelang akhir laga, disusul gol Diouf yang memastikan kemenangan. Chivu puas melihat bagaimana timnya mampu beradaptasi dan meningkatkan kualitas permainan seiring berjalannya waktu.
Pujian untuk Dimarco dan Diouf: Kematangan Kapten dan Semangat Muda
Gol pembuka Inter Milan dicetak oleh bek sayap Federico Dimarco melalui tendangan bebas spektakuler pada menit ke-81. Momen tersebut terasa spesial karena Dimarco saat itu sedang mengenakan ban kapten di lengannya.
Chivu memberikan pujian tinggi kepada Dimarco, yang dianggap menunjukkan kematangan luar biasa baik dalam permainan maupun kepemimpinan. “Kami sangat senang dengan musim yang ia jalani. Mentalitasnya, keinginannya untuk bekerja keras, dan kemampuannya menjadi penentu sangat menonjol,” ucap Chivu.
Ia menambahkan bahwa Dimarco kini adalah pemain yang matang dan lengkap, membuat tim menikmati versi terbaik dari sang bek sayap. Selain Dimarco, apresiasi juga diberikan kepada Andy Diouf yang mencetak gol kedua.
Diouf dinilai memiliki kesabaran tinggi untuk beradaptasi dengan tuntutan besar mengenakan seragam Nerazzurri. Chivu melihat Diouf menunjukkan semangat yang tepat, dan golnya menjadi buah manis dari dedikasi yang telah ia tunjukkan selama ini.
Kemenangan ini tidak hanya membawa Inter lolos ke babak selanjutnya, tetapi juga mengirimkan pesan kuat kepada rival Eropa. Inter Milan membuktikan bahwa mereka memiliki kedalaman skuad dan mentalitas baja yang dibutuhkan untuk bersaing di level tertinggi Liga Champions.