Uptodai.com - Keresahan pengguna kendaraan kembali muncul setelah stok BBM Shell langka lagi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik Shell. Situasi ini terpantau semakin parah di kawasan Jabodetabek, di mana ketersediaan bahan bakar jenis Super (RON 92) sangat terbatas.

Per 29 Januari 2026 pagi, data menunjukkan bahwa bensin Shell Super hanya bisa didapatkan di enam SPBU yang tersebar di wilayah Jakarta dan Bogor. Sementara itu, jaringan SPBU di Depok, Tangerang, dan Bekasi dilaporkan sudah kehabisan stok bahan bakar tersebut. Kelangkaan ini sejatinya telah dirasakan konsumen secara sporadis dalam dua pekan terakhir, namun kini mencapai puncaknya.

Kronologi Berulang Kelangkaan Stok BBM Shell Langka Lagi

Fenomena kelangkaan pasokan ini bukanlah kejadian tunggal bagi Shell di Indonesia. Ini adalah kali ketiga dalam beberapa bulan terakhir Shell menghadapi isu serupa, menimbulkan pertanyaan besar di kalangan konsumen mengenai stabilitas rantai pasokan mereka.

Sebagai catatan, pada Oktober 2025 lalu, stok bensin Super sempat habis total di banyak SPBU. Kondisi tersebut memaksa para pengguna kendaraan yang loyal terhadap merek Shell harus mencari alternatif di SPBU kompetitor untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar harian mereka.

Untuk mengatasi krisis pasokan tersebut, pada Desember 2025, Shell sempat mengambil langkah taktis dengan menyepakati pembelian BBM melalui impor dari Pertamina. Langkah darurat ini berhasil mengisi kembali jaringan SPBU Shell untuk sementara waktu. Namun, tak lama berselang, masalah pasokan kembali terulang dengan cepat di penghujung Januari 2026 ini.

Respons Resmi Shell dan Proses Permohonan Impor

Menanggapi kondisi kritis yang merugikan konsumen ini, President Director and Managing Director Mobility Shell Indonesia, Ingrid Siburian, angkat bicara. Ingrid mengonfirmasi bahwa saat ini Shell tengah aktif berkoordinasi dengan pihak pemerintah terkait masalah pasokan.

Fokus utama koordinasi tersebut adalah permohonan rekomendasi impor BBM untuk tahun 2026. Permohonan ini diajukan sesuai dengan tata laksana dan regulasi yang berlaku bagi perusahaan penyedia bahan bakar di Indonesia.

Ingrid juga menyampaikan apresiasi perusahaan terhadap dukungan pemerintah selama ini dalam pelaksanaan kegiatan usaha penyediaan BBM di Tanah Air. Menurutnya, dukungan tersebut memungkinkan Shell untuk mendistribusikan berbagai varian produk BBM berkualitas melalui mitra-mitra mereka.

Dampak Kelangkaan dan Kontribusi Perekonomian

Meskipun pihak Shell telah memberikan penjelasan, mereka belum memberikan detail spesifik mengenai kapan pasokan bahan bakar akan normal kembali di seluruh jaringan SPBU. Ketidakpastian ini tentu menambah kebingungan bagi pelanggan setia Shell.

Ingrid hanya menekankan keyakinan perusahaan bahwa ketersediaan produk BBM di jaringan SPBU Shell dapat memenuhi kebutuhan para pelanggan. Selain itu, ketersediaan pasokan yang stabil diyakini dapat memberikan kontribusi positif bagi kondisi perekonomian negara secara keseluruhan.

Kelangkaan yang berulang ini menjadi perhatian serius bagi industri otomotif Indonesia. Situasi ini menunjukkan adanya tantangan besar dalam manajemen logistik dan perizinan impor bahan bakar, terutama bagi operator swasta yang bersaing di pasar domestik.