Uptodai.com - Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya baru saja menyelesaikan tahap awal identifikasi desain untuk potensi menghidupkan kembali jalur kereta api Kalisat Bondowoso. Langkah ini merupakan sinyal positif bagi upaya reaktivasi aset perkeretaapian nonaktif yang tersebar di wilayah Jawa Timur.

Kegiatan Survei Identifikasi Desain (SID) ini berlangsung selama sepekan penuh. Tujuannya adalah memetakan gambaran kondisi eksisting jalur mati tersebut secara komprehensif. Hasil dari SID ini akan menjadi landasan utama sebelum dilakukan survei lanjutan yang lebih detail.

Mengidentifikasi Kondisi Eksisting Jalur Mati

Survei yang dilakukan tim Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya berfokus pada pengumpulan data teknis dasar. Data ini meliputi trase rel, jembatan, kondisi stasiun, hingga status lahan yang dilalui jalur tersebut. Selain itu, tim juga mencatat titik-titik yang mengalami kerusakan parah atau perubahan fungsi.

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya, Denny Michels Adlan, menjelaskan bahwa SID ini sangat krusial sebagai referensi awal perencanaan. Pihaknya melakukan pengambilan gambar dan plotting menggunakan GPS. Tujuannya adalah agar seluruh kondisi jalur dapat terpetakan secara akurat dan detail.

Denny menambahkan bahwa pemetaan akurat tersebut penting untuk mengetahui panjang jalur yang harus diperbaiki. Selain itu, pemetaan juga menganalisis kondisi struktur prasarana yang ada saat ini. Data ini akan menentukan apakah suatu infrastruktur masih layak pakai atau harus dibangun ulang.

Tantangan Berat Reaktivasi Jalur Kereta Api

Meskipun potensi reaktivasi jalur kereta api Kalisat Bondowoso terbuka lebar, proyek ini menghadapi sejumlah tantangan yang tidak ringan. Salah satu kendala utama adalah alih fungsi aset perkeretaapian yang sudah terjadi selama puluhan tahun.

Beberapa bangunan stasiun yang dulunya aktif kini telah beralih fungsi menjadi permukiman atau fasilitas umum lainnya. Denny menekankan bahwa jembatan-jembatan kereta api yang masih terlihat kokoh juga perlu dianalisis ulang kekuatannya. Analisis ini untuk memastikan kelayakan struktur dalam menopang beban kereta modern.

Dalam banyak kasus, jembatan lama mungkin memerlukan penggantian total atau pembangunan ulang apabila ditemukan kerusakan struktural yang berat. Analisis mendalam terhadap infrastruktur vital ini menjadi prioritas untuk menjamin keselamatan operasional di masa depan.

Strategi Koordinasi dan Penertiban Lahan

Kendala pembukaan kembali jalur Kalisat-Bondowoso kini telah mulai terpetakan, terutama terkait masalah sosial dan lahan. Secara trase, jalur lama memang relatif masih mudah dikenali, namun kondisinya tidak lagi steril.

Sejumlah titik jalur kini berada sangat dekat, bahkan bersinggungan langsung, dengan permukiman padat penduduk. Hal ini menuntut koordinasi lanjutan yang intensif dengan para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

Selain penertiban lahan yang harus dilakukan, pemerintah juga perlu menyiapkan akses jalan alternatif bagi warga. Beberapa jembatan kereta api saat ini telah dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai jalur penyeberangan utama. Oleh karena itu, solusi infrastruktur pengganti harus disiapkan agar aktivitas warga tidak terganggu saat jalur rel diaktifkan kembali.

Sebagai informasi tambahan, jalur kereta api lintas Surabaya Kota-Kalisat-Bondowoso-Panarukan memiliki nilai historis yang tinggi. Jalur ini dibangun pada masa Hindia Belanda oleh perusahaan kereta api negara, Staatsspoorwegen. Reaktivasi jalur ini tidak hanya akan menghidupkan kembali konektivitas transportasi, tetapi juga potensi ekonomi di wilayah tapal kuda Jawa Timur.