Uptodai.com - Kompetisi Eredivisie Belanda pekan ke-21 menyajikan momen menarik yang melibatkan dua nama diaspora yang tengah hangat diperbincangkan di kalangan penggemar Timnas Indonesia, yakni Maarten Paes dan Miliano Jonathans. Keduanya secara tidak langsung menjadi sorotan dalam duel sengit antara Excelsior melawan raksasa ibu kota, Ajax Amsterdam, yang berakhir imbang 2-2 di Van Donge & De Roo Stadion, Minggu (1/2/2026).

Meskipun memiliki peran yang berbeda dalam konteks pertandingan tersebut, sinyal positif yang ditunjukkan oleh kedua pemain ini dari Eropa tentu menjadi angin segar bagi skuad Garuda. Paes hadir sebagai penonton misterius, sementara Jonathans tampil sebagai pahlawan yang menentukan hasil akhir bagi timnya.

Miliano Jonathans Cetak Gol Krusial Penyelamat Excelsior

Miliano Jonathans, pemain muda yang dipinjamkan ke Excelsior, kembali menunjukkan performa menjanjikan dengan mencetak gol penting ke gawang Ajax. Pertandingan tersebut berjalan sangat ketat, di mana Excelsior sempat tertinggal dua gol tanpa balas di babak pertama akibat dua gol cepat dari Mika Godts.

Namun, tuan rumah mampu bangkit di babak kedua, dan momentum perubahan terjadi pada menit ke-62. Jonathans berhasil memanfaatkan umpan lambung akurat dari Gyan De Regt, lalu menyundul bola dari jarak dekat yang gagal diantisipasi oleh kiper Ajax.

Gol Jonathans ini tidak hanya memperkecil ketertinggalan, tetapi juga membangkitkan semangat juang tim. Gol penyeimbang kemudian dicetak oleh Arthur Zagre pada menit ke-79, memastikan Excelsior terhindar dari kekalahan memalukan di kandang sendiri. Hasil imbang 2-2 ini menjaga posisi Excelsior di peringkat ke-13 klasemen sementara Eredivisie.

Kontribusi Signifikan dalam Waktu Terbatas

Terlepas dari hasil pertandingan yang menempatkan Ajax di posisi keempat, sorotan utama tertuju pada kontribusi Miliano Jonathans cetak gol. Gol ke gawang tim sebesar Ajax ini merupakan gol keduanya bersama Excelsior sejak ia bergabung sebagai pemain pinjaman pada musim ini.

Berdasarkan data statistik, Miliano memang belum mendapatkan menit bermain yang melimpah. Ia baru mencatatkan empat penampilan dengan total waktu bermain sekitar 120 menit. Meskipun demikian, efektivitas dan kontribusinya dinilai sangat signifikan, menunjukkan perkembangan positif yang layak diperhatikan oleh PSSI.

Kehadiran Misterius Maarten Paes di Tribun Ajax Amsterdam

Di sisi lain, momen unik terjadi di tribun penonton. Kiper yang santer dikabarkan tengah menjalani proses naturalisasi untuk membela Timnas Indonesia, Maarten Paes dan Miliano Jonathans, terlihat hadir langsung di stadion. Kehadiran Paes ini semakin memanaskan spekulasi mengenai masa depannya.

Paes, yang saat ini berusia 27 tahun, dikabarkan segera resmi menjadi penjaga gawang baru Ajax Amsterdam, salah satu klub terbesar di Belanda. Meskipun ia belum turun ke lapangan, kehadirannya untuk menyaksikan laga calon klub barunya tersebut menjadi konfirmasi tidak langsung mengenai ketertarikan serius dari pihak Ajax.

Momen ini menunjukkan bahwa talenta-talenta diaspora Indonesia kini mulai mendapat perhatian serius di level klub Eropa yang lebih tinggi. Kehadiran Paes di laga tersebut, bersamaan dengan performa apik Jonathans, menjadi simbol bahwa Eredivisie kini memiliki perhatian lebih terhadap pemain berdarah Indonesia.

Sinyal Positif untuk Timnas Indonesia Jelang FIFA Series 2026

Meningkatnya performa pemain seperti Miliano Jonathans menjadi sinyal yang sangat baik bagi Timnas Indonesia, terutama menjelang agenda internasional. Skuad Garuda dijadwalkan akan mengikuti FIFA Series 2026, sebuah turnamen persahabatan yang menjadi bagian penting dari kalender FIFA tahun ini.

Indonesia bahkan dipercaya menjadi salah satu tuan rumah untuk kategori putra dalam turnamen tersebut. Dengan adanya potensi tambahan kekuatan dari pemain abroad yang sedang berada di puncak performa, seperti Maarten Paes dan Miliano Jonathans, tentu akan meningkatkan daya saing Timnas di kancah global.

Kehadiran pemain dengan pengalaman di liga Eropa seperti Eredivisie diharapkan dapat membawa standar permainan yang lebih tinggi ke dalam skuad asuhan pelatih kepala. Hal ini krusial mengingat PSSI terus berupaya memperkuat fondasi tim nasional melalui program naturalisasi dan pemanggilan pemain diaspora berkualitas.