Razaiq Motorsport Pertamina 6 Hours: Dominasi Mutlak di Mandalika
Uptodai.com - Gelaran balap ketahanan bergengsi, Pertamina 6 Hours Endurance Mandalika 2026, telah menemukan juaranya. Tim Razaiq Motorsport Pertamina 6 Hours sukses mencatatkan dominasi sempurna, menyapu bersih kemenangan di Sirkuit Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Minggu (1/2/2026).
Kemenangan ini bukan sekadar hasil kecepatan semata. Tim yang membawa mobil bernomor 777 tersebut menunjukkan konsistensi luar biasa sepanjang enam jam balapan, sebuah durasi yang menguji ketahanan mesin, fisik pembalap, dan ketajaman strategi pit stop yang dieksekusi tanpa cela.
Dominasi Mutlak dan Keunggulan Jarak yang Signifikan
Razaiq Motorsport, dengan formasi pembalap lintas negara, menyelesaikan lomba dengan total waktu 6 jam 3 menit 13,796 detik. Mereka juga berhasil membukukan catatan waktu putaran tercepat (fastest lap) 2 menit 03,618 detik, menegaskan performa superior mereka di lintasan basah maupun kering.
Jarak keunggulan yang dicapai tim ini sangat signifikan. Mereka unggul satu lap penuh, atau setara dengan selisih waktu lebih dari lima menit, dari pesaing terdekat mereka. Cargloss Racing Team, yang berjuang keras mempertahankan posisi, harus puas mengamankan finis di peringkat kedua.
Racikan Khusus di Balik Honda Brio 777
Keberhasilan Razaiq Motorsport tak lepas dari persiapan teknis yang sangat matang. Chief Engineer Razaiq Motorsport, Wie Wie Rianto, menjelaskan bahwa fokus utama mereka adalah durabilitas, mengingat format balapan ketahanan yang menuntut mesin bekerja tanpa henti.
Mobil Honda Brio yang mereka gunakan diracik ulang berdasarkan spesifikasi Kejurnas ITCR 1.200, namun dengan penyesuaian besar pada komponen vital. Penyesuaian ini mencakup peningkatan kapasitas tangki bensin untuk durasi balap yang lebih panjang, serta optimalisasi aerodinamika.
Salah satu modifikasi krusial yang diungkapkan Wie Wie Rianto adalah sistem pengereman. Mereka memasang spesifikasi endurance yang dirancang untuk bertahan selama enam jam penuh. Hal ini sangat penting karena tim tidak perlu melakukan penggantian brake pad selama durasi balapan, menghemat waktu krusial di pit lane.
Sinergi Pembalap Lintas Negara Jadi Kunci Konsistensi
Kemenangan di Mandalika diperkuat oleh kuartet pembalap yang sangat solid. Tim ini memadukan talenta Indonesia, yakni Rafi Thamrin dan Junus Danuatmojo, yang berkolaborasi dengan Bradley Anthony dan Hayden Haikal asal Malaysia.
Perpaduan talenta regional ini menciptakan dinamika yang seimbang di dalam kokpit, memastikan setiap pembalap mampu menjaga ritme balap tanpa penurunan performa yang drastis. Pembagian tugas antar pembalap telah disusun secara terstruktur jauh sebelum lampu hijau menyala.
Wie Wie Rianto menuturkan bahwa sesi track walk dan latihan bersama menjadi momen penting untuk menentukan driving line yang paling efisien. Selain itu, latihan intensif membantu tim memahami karakter kecepatan dan kelemahan masing-masing pembalap, sehingga strategi pergantian dapat dioptimalkan.
Manajemen Balapan dan Strategi Pit Stop yang Presisi
Faktor penentu lain dalam kemenangan Razaiq Motorsport Pertamina 6 Hours adalah manajemen balapan yang diterapkan oleh tim manajer. Kusuma Sembadha, Team Manager, menegaskan bahwa di balapan enam jam, strategi pit stop adalah faktor krusial.
Setiap detik yang terbuang di pit lane dapat menghapus keunggulan yang telah dibangun di lintasan. Oleh karena itu, sinergi yang apik antara teknisi, pembalap, dan manajemen tim memastikan setiap pergantian pengemudi, pengisian bahan bakar, dan penggantian ban berjalan mulus dan dalam waktu yang paling minimal.
Keberhasilan Razaiq Motorsport di Mandalika ini menjadi tolok ukur baru bagi standar balap ketahanan di kawasan Asia Tenggara. Mereka membuktikan bahwa kombinasi persiapan teknis yang detail, komposisi pembalap yang harmonis, dan eksekusi strategi yang disiplin adalah resep utama menuju podium tertinggi.