14 Daftar Pemain Timnas di Eropa, Bek Sassuolo Jay Idzes Memimpin
Uptodai.com - Tren kepulangan pemain diaspora ke kompetisi dalam negeri, khususnya Super League Indonesia, belakangan ini memang menjadi sorotan. Nama-nama besar seperti Thom Haye, Rafael Struick, hingga Shayne Pattynama telah memutuskan kembali untuk merumput di tanah air.
Meskipun demikian, ada sekelompok pemain kunci Timnas Indonesia yang tetap teguh memilih jalur karier mereka di Benua Biru. Mereka bertekad menembus persaingan ketat di liga-liga top Eropa demi meningkatkan kualitas permainan mereka. Total terdapat Daftar Pemain Timnas di Eropa yang masih aktif bermain di kompetisi kasta tertinggi hingga kasta kedua saat ini.
Eksistensi Pemain Timnas Indonesia di Kompetisi Eropa
Keberadaan para pemain ini di Eropa menunjukkan bahwa potensi pemain berdarah Indonesia diakui di level internasional. Mereka tidak hanya mengisi bangku cadangan, tetapi banyak yang menjadi pilar penting di klub masing-masing. Berikut adalah rincian 14 pemain Timnas Indonesia yang masih berlaga di berbagai liga Eropa.
Dari Serie A hingga Bundesliga: Para Pilar di Liga Top
Kompetisi Italia dan Jerman menjadi panggung bagi beberapa nama andalan Skuad Garuda. Mereka menghadapi tantangan teknis dan taktis yang sangat tinggi setiap pekannya, yang tentu saja berdampak positif pada perkembangan mereka.
1. Jay Idzes (Sassuolo, Italia)
Jay Idzes kini menjelma menjadi salah satu bek tengah paling tangguh yang dimiliki Timnas Indonesia. Setelah membawa Venezia promosi ke Serie A, Idzes langsung hijrah ke Sassuolo dan menjadi sosok sentral di lini pertahanan mereka.
Idzes dikenal memiliki kemampuan membaca permainan yang sangat baik serta ketenangan dalam mengolah bola dari belakang. Bermain di Serie A, salah satu liga dengan taktik pertahanan terbaik di dunia, adalah kesempatan emas bagi bek berusia 24 tahun ini untuk terus berkembang.
2. Kevin Diks (Borussia Monchengladbach, Jerman)
Kevin Diks merupakan pemain bertahan serba bisa yang kini merumput di Bundesliga, kasta tertinggi sepak bola Jerman. Kehadirannya di Borussia Monchengladbach menjadikannya salah satu pemain penting yang bisa ditempatkan di posisi bek sayap maupun bek tengah.
Kualitas fisiknya yang prima dan pengalaman bertanding di level atas Eropa membuat Diks menjadi aset berharga. Ia terus berusaha menembus tim utama secara reguler di salah satu liga paling kompetitif di dunia.
3. Calvin Verdonk (LOSC Lille, Prancis)
Bek kiri yang dikenal agresif ini bermain di Ligue 1 bersama LOSC Lille, salah satu tim papan atas Prancis. Verdonk mampu memperlihatkan permainan berkelas sejak kedatangannya dan mulai menjadi bagian penting dalam skema permainan klub.
Verdonk memiliki tendangan bebas yang mematikan dan kemampuan umpan silang yang akurat. Pengalaman di Ligue 1 sangat krusial mengingat kompetisi ini sering menghasilkan talenta-talenta muda terbaik dunia.
4. Emil Audero (Cremonese, Italia)
Meskipun sempat dipinjamkan ke Inter Milan, Emil Audero kini kembali menjaga eksistensinya di lingkungan elite sepak bola Italia bersama Cremonese. Ia dikenal sebagai kiper berpengalaman yang memiliki refleks cepat dan kepemimpinan di bawah mistar gawang.
Penampilannya yang apik di Serie B dan pengalaman di Serie A sebelumnya kerap menjadi perhatian publik. Audero menjadi salah satu penjaga gawang keturunan Indonesia dengan rekam jejak paling mentereng di Italia.
Dominasi di Eredivisie Belanda
Belanda, sebagai negara asal banyak pemain keturunan Indonesia, menyumbang jumlah terbanyak dalam daftar ini. Eredivisie menjadi tempat ideal bagi para pemain muda untuk mendapatkan menit bermain yang berharga.
5. Maarten Paes (Ajax Amsterdam, Belanda)
Penjaga gawang andalan Timnas Indonesia ini kini berada di salah satu raksasa sepak bola Belanda, Ajax Amsterdam. Ia pindah dari FC Dallas setelah manajemen Ajax memantaunya selama beberapa musim terakhir.
Paes diharapkan bisa bersaing memperebutkan posisi kiper utama di Johan Cruyff Arena. Keputusan Paes bertahan di Eropa menunjukkan ambisinya untuk mencapai level tertinggi dalam karier profesionalnya.
6. Justin Hubner (Fortuna Sittard, Belanda)
Dikenal dengan gaya bermainnya yang lugas dan keras, Justin Hubner kini membela Fortuna Sittard di Eredivisie. Hubner adalah bek tengah yang memiliki fisik kuat dan kemampuan duel udara yang superior.
Setelah menjalani masa peminjaman yang sukses, Hubner kini menjadi pilihan utama di lini belakang Sittard. Ia terus mengasah kemampuannya di liga yang dikenal sangat mengutamakan pengembangan teknik individu.
7. Mees Hilgers (FC Twente, Belanda)
Mees Hilgers sampai saat ini masih berstatus pemain FC Twente, klub yang berkompetisi di Eredivisie. Meskipun sempat diganggu cedera dan isu transfer, Hilgers tetap menjadi prospek bek tengah masa depan Indonesia.
Twente merupakan klub yang konsisten bersaing di papan atas Belanda, memberikan Hilgers lingkungan yang kompetitif. Ia diharapkan segera pulih sepenuhnya untuk kembali mendapatkan menit bermain reguler.
8. Ivar Jenner (FC Utrecht, Belanda)
Gelandang muda berbakat, Ivar Jenner, terus meniti karier profesionalnya di FC Utrecht. Jenner dikenal memiliki visi bermain yang matang dan kemampuan distribusi bola yang akurat dari lini tengah.
Ia sering bermain untuk tim U-23, namun sesekali mendapatkan kesempatan tampil bersama tim senior. Utrecht menjadi tempat yang tepat bagi Jenner untuk mematangkan transisi dari pemain akademi menuju pemain inti.
9. Ragnar Oratmangoen (FC Groningen, Belanda)
Ragnar Oratmangoen saat ini membela FC Groningen, klub yang baru saja promosi kembali ke Eredivisie. Oratmangoen, yang beroperasi di sektor sayap, dikenal memiliki kecepatan dan kemampuan dribbling yang merepotkan lawan.
Keputusannya bertahan di Belanda memberikan stabilitas dalam kariernya. Ia menjadi salah satu tumpuan Groningen untuk bertahan di kasta tertinggi musim ini.
Pemain Indonesia di Liga Inggris dan Belgia
Selain liga-liga utama di daratan Eropa, beberapa pemain juga memilih jalur di Inggris dan Belgia, yang terkenal dengan intensitas fisik dan kecepatan permainan yang tinggi.
10. Ole Romeny (Oxford United, Inggris)
Beroperasi di sektor sayap, Ole Romeny bertarung di kerasnya kompetisi EFL Championship Inggris. Ia diharapkan bisa menimba ilmu sebanyak mungkin di sepak bola Inggris agar semakin tajam dan fisiknya lebih teruji.
Oxford United dikenal sebagai klub yang ambisius. Kehadiran Romeny menambah dimensi serangan mereka, sekaligus memberikan pengalaman berharga bagi sang pemain untuk beradaptasi dengan gaya bermain Inggris yang cepat.
11. Nathan Tjoe-A-On (Swansea City, Inggris)
Nathan Tjoe-A-On, bek kiri yang memiliki kemampuan penetrasi tinggi, saat ini kembali ke klub asalnya, Swansea City, yang juga berkompetisi di EFL Championship. Setelah masa peminjaman yang impresif, Tjoe-A-On kini berjuang memperebutkan tempat di skuad utama.
Persaingan di Championship sangat ketat, menuntut konsistensi tinggi dari setiap pemain. Hal ini menjadi ujian mental dan fisik yang sangat penting bagi perkembangan karier Nathan.
12. Sandy Walsh (KV Mechelen, Belgia)
Bek kanan senior, Sandy Walsh, tetap menjadi andalan di Liga Belgia bersama KV Mechelen. Walsh dikenal sebagai pemain yang sangat loyal dan memiliki peran kepemimpinan di klubnya.
Liga Belgia sering menjadi jembatan bagi pemain untuk pindah ke liga yang lebih besar. Pengalaman Walsh di Mechelen memastikan ia selalu berada dalam kondisi siap tempur setiap kali dipanggil Timnas.
13. Daniel Klein (FC Augsburg II, Jerman)
Daniel Klein, meskipun bermain di tim cadangan FC Augsburg di Regionalliga Bayern, tetap menjadi bagian dari sistem klub Bundesliga tersebut. Ia adalah kiper muda yang diproyeksikan untuk masa depan Timnas.
Berlatih di lingkungan klub Bundesliga memberikan standar latihan dan fasilitas yang sangat tinggi. Klein terus berjuang untuk menembus skuad utama Augsburg dalam beberapa musim ke depan.
14. Tristan Gooijer (Ajax II, Belanda)
Pemain muda lainnya, Tristan Gooijer, bermain untuk tim Ajax II di Eerste Divisie (kasta kedua Belanda). Gooijer adalah bek serbaguna yang memiliki potensi besar dan telah menunjukkan performa menjanjikan di level junior.
Bermain di tim cadangan Ajax memberikan kesempatan kepadanya untuk terus berada di bawah pengawasan pelatih top. Gooijer menjadi salah satu harapan besar Timnas Indonesia di masa mendatang.