AC Milan Tumbangkan Inter Milan 1-0, Persaingan Scudetto Memanas!
Uptodai.com - Kemenangan AC Milan atas Inter Milan dalam laga bertajuk Derby della Madonnina pada Senin (9/3/2026) dini hari WIB mengubah peta persaingan liga secara drastis. Stadion San Siro menjadi saksi bisu bagaimana dominasi Nerazzurri akhirnya terpatahkan oleh strategi disiplin skuat asuhan Rossoneri yang tampil militan. Hasil tipis ini tidak hanya membawa gengsi kota, tetapi juga memberikan napas baru bagi kompetisi kasta tertinggi Italia musim ini.
Gol tunggal yang dicetak oleh Pervis Estupiñán memastikan tiga poin krusial bagi Milan sekaligus memangkas jarak di papan klasemen sementara. Kini, selisih poin antara kedua tim hanya tersisa tujuh angka, yang membuat perburuan gelar juara kembali terbuka lebar bagi tim-tim di papan atas. Sebelumnya, Inter tampak sangat perkasa di puncak klasemen sebelum akhirnya mereka harus tersungkur di tangan rival abadi mereka sendiri.
Dominasi Inter Terhenti di Tangan Rival Sekota
Sebelum kekalahan menyakitkan ini, Inter Milan mencatatkan rekor impresif dengan tidak terkalahkan di Serie A sejak akhir November tahun lalu. Skuat asuhan Simone Inzaghi tersebut mengantongi 14 kemenangan dan satu hasil imbang dalam 15 pertandingan terakhir mereka di liga. Namun, rentetan hasil positif itu harus terhenti secara dramatis dalam laga yang penuh dengan tensi tinggi dan drama di atas lapangan.
Inter sebenarnya datang ke pertandingan ini dengan membawa beban berat akibat absennya beberapa pemain kunci di lini depan. Marcus Thuram terpaksa menepi dari skuat karena mengalami gejala flu yang cukup parah sesaat sebelum pertandingan dimulai. Sementara itu, sang kapten Lautaro Martínez hanya bisa duduk di bangku cadangan karena belum pulih sepenuhnya dari cedera yang ia alami sebelumnya.
Di sisi lain, AC Milan juga tidak tampil dengan kekuatan penuh karena badai cedera yang menghantam sektor pertahanan mereka. Matteo Gabbia dan Santiago Giménez masih harus menjalani masa pemulihan setelah melewati prosedur operasi medis beberapa pekan lalu. Meski demikian, pelatih Milan berhasil meramu strategi alternatif yang terbukti sangat ampuh dalam meredam agresivitas serangan lawan sepanjang laga.
Jalannya Pertandingan dan Gol Bersejarah Estupiñán
Pertandingan langsung memanas sejak peluit pertama dibunyikan oleh wasit di tengah atmosfer stadion yang sangat bergemuruh. Luka Modrić hampir saja membuka keunggulan bagi Milan pada menit ketiga setelah memanfaatkan kesalahan umpan fatal dari kiper Yann Sommer. Sayangnya, sepakan melengkung dari luar kotak penalti yang dilepaskan pemain veteran tersebut masih menyamping tipis di sisi gawang Inter.
Inter sempat memberikan ancaman serius melalui aksi individu Henrikh Mkhitaryan yang melakukan solo run dari tengah lapangan dengan sangat cepat. Gelandang berpengalaman tersebut berhasil menembus kotak penalti dan memaksa Mike Maignan melakukan penyelamatan gemilang dalam situasi satu lawan satu. Aksi heroik Maignan tersebut menjadi titik balik mental bagi para pemain Milan untuk terus menekan pertahanan lawan.
Kebuntuan akhirnya pecah melalui skema serangan balik cepat yang dibangun dengan sangat rapi oleh Youssouf Fofana dan Rafael Leão. Fofana mengirimkan umpan terobosan yang sangat presisi ke sisi kiri pertahanan Inter yang sedikit terbuka karena keasyikan menyerang. Pervis Estupiñán yang muncul dari lini kedua berhasil menyambar bola dan menaklukkan Sommer melalui tembakan keras dari sudut sempit.
Gol tersebut terasa sangat spesial bagi Estupiñán karena merupakan torehan perdananya sejak ia resmi berseragam Merah-Hitam pada bursa transfer lalu. Milan hampir saja menggandakan keunggulan melalui pergerakan Christian Pulisic yang terus merepotkan sisi kanan pertahanan Nerazzurri. Namun, upaya jarak dekat dari Alexis Saelemaekers berhasil digagalkan oleh blok krusial yang dilakukan oleh Federico Dimarco.
Tekanan Masif Inter Milan di Babak Kedua
Memasuki paruh kedua, Inter Milan meningkatkan intensitas serangan mereka guna mencari gol penyeimbang kedudukan secepat mungkin. Piotr Zieliński sempat melepaskan tembakan roket dari jarak jauh yang mengarah tepat ke pojok gawang, namun Maignan kembali tampil luar biasa. Sementara itu, Rafael Leão sempat mendapatkan peluang emas lewat skema serangan balik, namun penyelesaian akhirnya masih belum menemui sasaran.
Peluang terbaik Inter untuk menyamakan skor datang pada menit ke-54 melalui kaki Federico Dimarco di dalam kotak penalti. Berawal dari umpan silang akurat Nicolò Barella, bola liar jatuh tepat di hadapan Dimarco yang berdiri tanpa pengawalan berarti. Naas bagi kubu biru-hitam, tendangan keras pemain timnas Italia itu justru melambung tinggi di atas mistar gawang Milan.
Hingga peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan berbunyi, skor 1-0 untuk keunggulan AC Milan tetap tidak berubah di papan skor. Hasil ini memastikan Milan meraih kemenangan ganda atas Inter dalam satu musim kompetisi Serie A yang sangat kompetitif ini. Atmosfer persaingan menuju tangga juara kini dipastikan akan semakin sengit dan menarik untuk diikuti hingga pekan-pekan terakhir liga.