Uptodai.com - Pertandingan final ACL Two 2025/2026 berakhir dengan duka mendalam bagi publik Riyadh setelah Al Nassr dipaksa menyerah di tangan wakil Jepang. Bermain di markas sendiri, Stadion Al-Awwal Park, klub berjuluk Faris Najd itu harus merelakan trofi juara terbang ke Negeri Sakura pada Minggu (17/5/2026) dini hari WIB.

Kekalahan tipis 0-1 dari Gamba Osaka menjadi pukulan telak bagi skuat bertabur bintang milik Al Nassr. Padahal, ribuan pendukung sudah memadati stadion dengan harapan besar melihat Cristiano Ronaldo mengangkat piala kontinental pertamanya di tanah Arab. Namun, kenyataan di lapangan justru berbanding terbalik dengan ekspektasi para penggemar.

Dominasi Al Nassr yang Berujung Buntu

Al Nassr sebenarnya tampil sangat dominan sejak peluit pertama dibunyikan oleh wasit. Serangan demi serangan mereka bangun melalui pergerakan lincah Abdulrahman Ghareeb dan kreativitas Joao Felix di lini tengah. Tim tuan rumah tampak sangat bernafsu untuk mencetak gol cepat guna mengamankan keunggulan.

Namun, ketangguhan kiper Gamba Osaka, Rui Araki, menjadi tembok besar yang sangat sulit ditembus oleh lini depan Al Nassr. Araki tercatat melakukan beberapa penyelamatan krusial, termasuk menepis tembakan keras Joao Felix pada menit ke-11. Disiplinnya barisan pertahanan wakil Jepang ini membuat frustrasi para pemain depan tuan rumah.

Gol Tunggal Deniz Hummet Bungkam Al-Awwal Park

Petaka bagi tuan rumah datang pada menit ke-30 melalui sebuah skema serangan balik yang sangat rapi dan efektif. Berawal dari umpan matang yang dilepaskan oleh Issam Jebbali, Deniz Hummet berhasil meloloskan diri dari kawalan bek Al Nassr. Penyerang Gamba Osaka tersebut kemudian melepaskan tembakan akurat yang mengoyak jala gawang.

Kiper Al Nassr, Bento, tidak mampu menjangkau bola yang meluncur deras ke sudut bawah gawangnya. Skor 0-1 untuk keunggulan tim tamu bertahan hingga turun minum meskipun Al Nassr terus mengurung pertahanan lawan. Gol tersebut seketika meruntuhkan mental bertanding anak asuh Luis Castro di hadapan pendukung sendiri.

Cristiano Ronaldo dan Kutukan Gelar Kontinental

Memasuki babak kedua, Cristiano Ronaldo mencoba mengambil alih komando serangan untuk mengejar ketertinggalan. Pemain berusia 41 tahun itu sempat mendapatkan peluang emas melalui sundulan kepala yang menjadi ciri khasnya. Sayangnya, bola masih melenceng tipis di samping gawang Gamba Osaka yang dijaga ketat.

Nasib sial kembali menghampiri Al Nassr saat Joao Felix melepaskan tendangan melengkung pada menit ke-75. Bola yang sudah melewati jangkauan kiper justru membentur tiang gawang dengan keras dan gagal berbuah gol penyeimbang. Hingga wasit meniup peluit panjang, skor tetap tidak berubah untuk kemenangan tim tamu.

Kegagalan Beruntun Megabintang Portugal

Hasil minor dalam laga final ACL Two 2025/2026 ini memastikan Cristiano Ronaldo kembali pulang dengan tangan kosong. Megabintang asal Portugal tersebut tercatat belum lagi mencicipi gelar juara internasional sejak terakhir kali memenanginya pada tahun 2018. Ambisi besar untuk mengukir sejarah di Asia pun harus tertunda kembali.

Bagi Gamba Osaka, kemenangan ini menjadi catatan sejarah baru karena berhasil menaklukkan tim raksasa di kandang lawan. Mereka sukses membuktikan bahwa kolektivitas tim dan pertahanan yang solid mampu meredam ambisi besar individu-individu kelas dunia. Sementara itu, Al Nassr harus segera berbenah untuk menghadapi kompetisi domestik yang masih tersisa.