Uptodai.com - Banyak penggemar sepak bola akhirnya mengetahui alasan Lionel Messi menangis setelah mencetak gol pertama dalam laga Argentina melawan Aljazair di Piala Dunia 2026. Momen emosional ini terjadi di tengah penampilan gemilang sang kapten yang sukses mengemas tiga gol sekaligus. Pertandingan yang berlangsung di Kansas City tersebut berakhir dengan kemenangan mutlak Albiceleste dengan skor 3-0. Kemenangan ini sekaligus mengamankan tiga poin penting bagi Argentina di fase grup J.

Selain membawa kemenangan bagi negaranya, torehan hattrick ini membuat Messi mengukir sejarah baru di kancah sepak bola dunia. Megabintang berusia 38 tahun tersebut kini menyamai rekor gol legendaris milik Miroslav Klose di ajang Piala Dunia. Keberhasilan ini membuktikan bahwa ketajaman La Pulga belum memudar meski usianya tidak lagi muda. Stadion di Kansas City pun bergemuruh menyambut pencapaian luar biasa dari sang kapten.

Bukan Masalah Sepak Bola

Tangisan emosional Messi setelah mencetak gol pembuka sempat memicu berbagai spekulasi liar di kalangan media dan fans. Namun, mantan pemain Barcelona itu segera mengklarifikasi bahwa air matanya sama sekali tidak berkaitan dengan urusan lapangan hijau. Ia mengaku baru saja melewati masa-masa yang sangat berat dan rumit dalam kehidupan pribadinya. Meski begitu, Messi memilih untuk merahasiakan detail masalah keluarga atau pribadi yang sedang dihadapinya tersebut.

“Itu tidak ada hubungannya dengan sepak bola, saya melewati beberapa hari yang sulit,” ujar Messi dalam sesi wawancara setelah pertandingan. Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut murni masalah di luar olahraga yang cukup menguras emosinya. Situasi sulit ini membuat laga pembuka Piala Dunia 2026 terasa jauh lebih emosional bagi dirinya. Beruntung, ia tetap mampu menjaga profesionalisme dan tampil memukau sepanjang sembilan puluh menit.

Dukungan Penuh dari Skuad Albiceleste

Di tengah badai personal yang menerpanya, Messi merasa sangat terbantu oleh atmosfer positif di dalam tim nasional Argentina. Dukungan tanpa henti dari rekan setim dan seluruh staf delegasi menjadi kunci utama ia bisa tetap fokus di lapangan. Kehadiran mereka membuat pemain berjuluk La Pulga ini merasa tidak sendirian dalam menghadapi masa sulit. Solidaritas inilah yang membuat keharmonisan ruang ganti Argentina semakin solid di turnamen besar ini.

“Saya sangat berterima kasih kepada seluruh delegasi dan rekan-rekan setim saya,” tambah Messi dengan nada penuh haru. Menurutnya, seluruh tim telah melakukan banyak hal luar biasa agar dirinya tetap merasa nyaman dan berada dalam kondisi fisik serta mental yang prima. Di penghujung karier internasionalnya, Messi bertekad untuk menikmati setiap momen berharga bersama tim nasional. Perjuangan Argentina di Piala Dunia 2026 ini diprediksi akan menjadi panggung dansa terakhir bagi sang maestro.