Alasan Wasit Tak Beri Penalti pada Insiden Penalti Joao Neves
Uptodai.com - Bayern Munchen harus mengubur impian mereka melaju ke final Liga Champions setelah terjebak dalam drama insiden penalti Joao Neves. Pertandingan leg kedua semifinal yang berlangsung di Allianz Arena berakhir imbang 1-1, namun hasil tersebut tidak cukup menyelamatkan Die Roten dari eliminasi. Pasukan Vincent Kompany harus menerima kenyataan pahit tersingkir dengan agregat tipis 5-6.
Kekalahan 4-5 pada pertemuan pertama di markas Paris Saint-Germain (PSG) pekan lalu menjadi beban berat yang gagal mereka balikkan di hadapan pendukung sendiri. Bayern memulai laga dengan koordinasi pertahanan yang buruk sehingga kebobolan gol cepat Ousmane Dembele pada menit ketiga. Gol tersebut membuat mental para pemain tuan rumah sempat goyah di awal babak pertama.
Kronologi Kontroversi Handball Joao Neves
Momen yang paling menyita perhatian publik terjadi ketika bola hasil tendangan keras Vitinha mengenai tangan rekan setimnya, Joao Neves, di area terlarang. Seluruh pemain Bayern Munchen langsung melakukan protes keras kepada wasit Joao Pedro Silva Pinheiro karena menganggap itu adalah pelanggaran nyata. Mereka berharap wasit memberikan hadiah penalti untuk menyamakan kedudukan dan mengejar ketertinggalan agregat.
Namun, wasit asal Portugal tersebut tetap pada keputusannya dan menolak menunjuk titik putih meskipun tekanan dari tribun sangat besar. Video Assistant Referee (VAR) juga tidak memberikan saran kepada Pinheiro untuk meninjau ulang rekaman pertandingan di pinggir lapangan. Keputusan ini memicu perdebatan panjang di media sosial, terutama di kalangan pendukung Die Roten yang merasa dirugikan.
Penjelasan Aturan IFAB Terkait Handball
Wasit memiliki dasar kuat untuk tidak memberikan penalti karena berpegang teguh pada laws of the game yang dikeluarkan oleh Dewan Asosiasi Sepakbola Internasional (IFAB). Berdasarkan regulasi terbaru, bola yang mengenai tangan dari rekan setim dalam jarak dekat memang tidak dianggap sebagai pelanggaran handball. Dalam kasus ini, bola yang mengenai tangan Neves berasal dari tendangan jarak dekat rekan setimnya sendiri, Vitinha.
Aturan tersebut menjelaskan bahwa tidak ada unsur kesengajaan ketika pemain terkena bola yang memantul atau datang langsung dari rekan setimnya secara mendadak. Satu-satunya pengecualian adalah jika bola tersebut langsung masuk ke gawang lawan atau tercipta gol segera setelah sentuhan tangan tersebut. Karena bola tidak masuk ke gawang, maka wasit menganggap kejadian tersebut sebagai situasi permainan biasa atau play on.
Dampak Kegagalan Penalti bagi Bayern Munchen
Keputusan wasit dalam insiden penalti Joao Neves ini menjadi titik balik yang sangat disesali oleh kubu Bayern Munchen. Jika penalti tersebut diberikan dan berhasil dikonversi menjadi gol, jalannya pertandingan tentu akan berubah total bagi tuan rumah. Bayern baru bisa memecah kebuntuan lewat gol Harry Kane di menit-menit akhir pertandingan saat waktu sudah hampir habis.
Waktu yang tersisa terlalu sedikit bagi raksasa Jerman tersebut untuk mencari satu gol tambahan guna memaksakan babak perpanjangan waktu. Kegagalan ini memastikan PSG melaju ke partai puncak untuk memperebutkan trofi Si Kuping Besar musim ini. Sementara itu, Bayern Munchen harus pulang dengan tangan hampa dan meratapi peluang yang hilang akibat interpretasi aturan yang ketat.