Uptodai.com - Arsenal mengemban misi besar saat bertandang ke markas Inter Milan dalam lanjutan fase liga Liga Champions. Pertandingan krusial ini dijadwalkan berlangsung di Stadio Giuseppe Meazza pada Rabu, 21 Januari 2026.

Pelatih kepala The Gunners, Mikel Arteta, membawa skuadnya ke Milan dengan tuntutan tinggi. Mikel Arteta ingin Arsenal maju dan menunjukkan perkembangan signifikan yang membedakan mereka dari performa musim sebelumnya.

Arsenal datang sebagai satu-satunya tim yang belum terkalahkan di fase liga kompetisi Eropa tersebut, sekaligus memimpin puncak klasemen sementara. Catatan impresif ini menjadi modal penting untuk menghadapi ujian berat di Italia.

Tekanan Pembuktian di Giuseppe Meazza

Musim lalu, Arsenal harus menelan pil pahit kekalahan tipis 0-1 saat bertandang ke markas Inter. Kekalahan yang hanya disebabkan oleh satu penalti tersebut kini menjadi pemantik semangat bagi Martin Odegaard dan kawan-kawan untuk menuliskan kisah yang berbeda.

Bagi Arteta, duel ini bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan tolok ukur nyata kematangan level permainan skuadnya. Ia berharap momentum positif yang mereka bangun di kompetisi domestik bisa terus berlanjut hingga fase gugur Liga Champions.

Konteks pertemuan kedua tim memang masih serupa dengan musim lalu. Keduanya sama-sama bersaing ketat di papan atas liga domestik dan menunjukkan dominasi di Eropa. Namun, perubahan terbesar terjadi di kubu tuan rumah.

Inter Milan di Bawah Cristian Chivu

Inter Milan kini berada di bawah komando pelatih baru, Cristian Chivu. Pergantian pelatih ini secara otomatis memberikan identitas permainan yang berbeda bagi Nerazzurri, membuat Arsenal harus beradaptasi dengan strategi yang lebih segar.

“Konteksnya sangat mirip dengan tahun lalu. Jelas posisi kedua tim saat ini sedikit berbeda, dan mereka juga memiliki manajer baru yang memberi identitas lain dalam cara bermain,” ujar Mikel Arteta menanggapi perubahan di kubu lawan.

Meskipun demikian, Arteta meyakini bahwa tingkat kesulitannya akan tetap sama tingginya. Ia mengingatkan kembali bahwa pada pertemuan sebelumnya, Arsenal tampil sangat kuat dan hanya margin penalti yang memisahkan mereka dari hasil imbang.

“Saya pikir tantangannya akan sama sulitnya. Jika melihat kembali pertandingan itu, kami tampil sangat kuat dan margin kekalahan hanya karena penalti,” jelas pelatih asal Spanyol tersebut, menegaskan bahwa timnya sudah berada di jalur yang benar.

Membangun Kepercayaan Diri Lewat Kemenangan Tandang

Arsenal memasuki laga krusial ini dengan catatan gemilang, yakni 11 pertandingan tanpa kekalahan di semua kompetisi. Rangkaian hasil positif ini dinilai Arteta sangat penting untuk membangun kepercayaan diri kolektif tim, terutama saat melakoni laga tandang Eropa.

Target utama The Gunners di Milan sangat jelas: meraih kemenangan yang gagal mereka capai pada musim sebelumnya. Laga di Giuseppe Meazza dipandang sebagai ujian krusial untuk mengukur kematangan mental dan taktis skuadnya.

“Performa dan hasil memengaruhi emosi tim dan tingkat kepercayaan diri. Target kami besok datang ke sini dan memenangkan pertandingan,” tegas Arteta dengan penuh keyakinan.

Arteta menekankan bahwa kemenangan di Milan adalah ‘langkah’ yang gagal mereka ambil tahun lalu. Oleh karena itu, seluruh pemain harus menunjukkan bahwa mereka telah berkembang dan mampu mengatasi tekanan saat bermain di stadion ikonik Italia tersebut.

“Itu adalah langkah yang tidak kami ambil tahun lalu dan kami harus menunjukkan bahwa kami lebih baik dari musim lalu,” pungkasnya, memberikan isyarat bahwa Arsenal tidak akan puas hanya dengan hasil imbang. Pembuktian bahwa Mikel Arteta ingin Arsenal maju harus terwujud di lapangan.