Bojan Hodak Bungkam soal Kepemimpinan Wasit Eko Saputra
Uptodai.com - Kepemimpinan wasit Eko Saputra menjadi sorotan tajam setelah laga panas antara Persebaya Surabaya melawan Persib Bandung berakhir imbang. Pelatih Persib, Bojan Hodak, menunjukkan sikap tak biasa dalam sesi konferensi pers usai pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo.
Pria asal Kroasia tersebut memilih untuk tidak banyak bicara mengenai teknis permainan anak asuhnya sepanjang sembilan puluh menit. Hodak tampak sangat kecewa dengan rentetan keputusan pengadil yang dianggap merugikan tim berjuluk Pangeran Biru tersebut.
Pertandingan yang berlangsung pada Senin (2/3/2026) malam WIB itu memang menyajikan tensi tinggi sejak peluit pertama dibunyikan. Skor akhir 2-2 mencerminkan betapa sengitnya persaingan dua tim besar di kasta tertinggi sepak bola Indonesia ini.
Kontroversi Gol Kakang Rudianto yang Dianulir
Salah satu momen paling krusial yang memicu perdebatan mengenai kepemimpinan wasit Eko Saputra adalah saat gol Kakang Rudianto dianulir. Kejadian tersebut berlangsung tepat sebelum turun minum babak pertama usai melalui peninjauan Video Assistant Referee (VAR).
Keputusan tersebut seketika mengubah atmosfer pertandingan dan memancing protes keras dari bangku cadangan Persib Bandung. Bojan Hodak yang biasanya vokal dalam memberikan instruksi, terlihat hanya bisa geleng-geleng kepala melihat keputusan tersebut dari pinggir lapangan.
Drama di lapangan hijau ini membuat laga Persebaya Surabaya vs Persib Bandung berjalan semakin keras dan penuh intrik. Kedua tim saling berbalas serangan hingga akhirnya harus puas berbagi angka di akhir pertandingan yang melelahkan tersebut.
Alasan Bojan Hodak Memilih Bungkam
Saat memasuki ruang konferensi pers, suasana tampak dingin karena Bojan Hodak hanya memberikan pernyataan yang sangat singkat. Ia menegaskan kehadirannya di hadapan awak media semata-mata hanya untuk memenuhi kewajiban profesionalnya sebagai pelatih kepala.
Hodak mengakui bahwa dirinya sangat menghargai peran jurnalis dalam meliput setiap dinamika yang terjadi di BRI Super League. Namun, rasa hormat tersebut tidak membuatnya luluh untuk membedah jalannya pertandingan yang ia anggap penuh dengan kejanggalan.
Pelatih yang sukses membawa Persib juara musim lalu ini menyadari risiko besar jika ia mengkritik kinerja pengadil secara terbuka. Ia memilih menahan diri demi menghindari sanksi disiplin dari PSSI yang bisa merugikan tim dalam perburuan gelar juara.
“Saya tidak bisa berbicara mengenai kepemimpinan wasit Eko Saputra hari ini,” tegas Hodak dengan nada datar di depan para wartawan. Ia menambahkan bahwa jika faktor wasit dihilangkan, maka tidak ada lagi poin menarik yang layak dibahas dari laga tersebut.
Persaingan Ketat di Puncak Klasemen Super League
Meski hanya membawa pulang satu poin dari Surabaya, Persib Bandung tetap kokoh bertengger di puncak klasemen sementara. Raihan 54 poin menempatkan mereka dalam posisi yang cukup aman untuk menjaga asa mempertahankan trofi juara.
Persaingan menuju tangga juara semakin memanas karena Persija Jakarta terus membayangi di posisi kedua dengan selisih empat angka saja. Sementara itu, Borneo FC juga mengintai di peringkat ketiga dengan jarak hanya lima poin dari posisi Maung Bandung.
Hasil imbang di markas Persebaya ini tentu menjadi bahan evaluasi besar bagi tim pelatih untuk menatap laga selanjutnya. Fokus menjaga mentalitas pemain menjadi kunci utama agar tidak terganggu oleh faktor eksternal seperti kinerja pengadil lapangan di masa mendatang.