Uptodai.com - Klub raksasa Liga Inggris, Manchester United (MU), kembali berada di fase krusial menyusul keputusan mengejutkan manajemen untuk mengakhiri kerja sama dengan Ruben Amorim. Bursa Pelatih Manchester United pun langsung memanas, dengan beberapa nama top Eropa kini menjadi target utama di Old Trafford.

Keputusan memecat Amorim diambil setelah hasil imbang 1-1 melawan Leeds United. Namun, keretakan hubungan antara pelatih dan petinggi klub ternyata sudah terjadi jauh sebelum peluit akhir pertandingan tersebut dibunyikan.

Analisis Pemecatan Amorim dan Hilangnya Kepercayaan

Hasil seri yang didapat Setan Merah bukanlah satu-satunya faktor yang mempercepat kepergian Amorim dari kursi panas. Sumber internal klub mengungkapkan bahwa pernyataan sang pelatih setelah pertandingan menjadi pemicu utama kemarahan manajemen.

Komentar Amorim dinilai tidak sejalan dengan visi dan ambisi besar Manchester United. Salah satu sumber internal klub, yang dikutip oleh TEAMtalk, menegaskan bahwa “Komentar tersebut tidak membantu situasi tim dan tidak mencerminkan standar yang kami harapkan.”

Situasi ini mengonfirmasi bahwa relasi antara Amorim dan para petinggi klub sudah berada di titik nadir. Kepercayaan manajemen terhadap proyek jangka panjang yang dibawa Amorim telah hilang sepenuhnya, memaksa klub bergerak cepat mencari pengganti.

Menanti Keputusan Jangka Panjang di Old Trafford

Sebagai solusi sementara, MU menunjuk Darren Fletcher, mantan gelandang klub, sebagai pelatih interim. Fletcher akan memimpin skuad saat mereka bertandang ke markas Burnley sambil menunggu pengumuman pelatih permanen.

Jurnalis ternama Inggris, David Ornstein, melaporkan melalui The Athletic bahwa Manchester United tidak akan terburu-buru dalam mengambil keputusan. Manajemen Setan Merah disebut siap menunggu hingga akhir musim kompetisi untuk menunjuk figur pelatih permanen.

Meskipun demikian, Fletcher diyakini hanya menjadi penambal lubang sementara. Manajemen klub membutuhkan sosok yang mampu membawa stabilitas taktis sekaligus membangun kembali identitas permainan tim yang solid dan konsisten.

Oliver Glasner Favorit Utama Manajemen MU

Dalam daftar panjang kandidat yang beredar, nama Oliver Glasner favorit terdepan di mata internal klub. Pelatih Crystal Palace ini dipandang memiliki rekam jejak yang solid dan pendekatan kepelatihan yang dinilai sangat sesuai dengan kebutuhan MU saat ini.

Laporan dari TEAMtalk menyebutkan bahwa Glasner adalah pilihan yang paling jelas bagi petinggi klub. Faktor kontraknya yang akan segera berakhir pada akhir musim ini semakin memperbesar peluang perekrutan dirinya ke Old Trafford.

Keberhasilan Glasner saat membawa Eintracht Frankfurt meraih gelar Liga Europa dan konsistensinya dalam membangun Crystal Palace menjadi tim yang tangguh menjadi pertimbangan utama. Petinggi MU yakin ia memiliki mentalitas yang dibutuhkan untuk bekerja di bawah tekanan klub sebesar Manchester United.

Gaya Agresif Iraola Memikat CEO Omar Berrada

Selain Glasner, nama Andoni Iraola juga masuk dalam radar serius manajemen. CEO Manchester United, Omar Berrada, secara terbuka disebut mengagumi filosofi bermain yang diterapkan Iraola bersama Bournemouth.

Iraola dikenal dengan gaya bermainnya yang agresif, mengandalkan pressing tinggi, dan intensitas luar biasa sepanjang pertandingan. Karakteristik taktis ini sangat menarik bagi Berrada, yang menginginkan MU kembali memainkan sepak bola menyerang dan dominan.

Kandidat lain yang turut dibahas dalam rapat internal klub mencakup Enzo Maresca, Gareth Southgate, dan Unai Emery. Setiap nama ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, serta risiko negosiasi yang berbeda-beda.

Menguatnya Rumor Zinedine Zidane

Di tengah spekulasi para pelatih Liga Inggris, rumor mengenai Zinedine Zidane juga kembali mencuat. Meskipun Zidane secara konsisten menolak tawaran dari klub-klub Inggris, namanya selalu muncul setiap kali kursi kepelatihan di Old Trafford kosong.

Manajemen MU, khususnya setelah kedatangan investor baru, terus mencari figur pelatih yang tidak hanya sukses secara taktik, tetapi juga memiliki daya tarik global dan mampu mengelola ego para pemain bintang di ruang ganti.

Saat ini, fokus utama klub adalah memastikan tim tetap kompetitif di sisa musim bersama Darren Fletcher. Namun, pencarian intensif terhadap manajer permanen yang dapat mengembalikan kejayaan Setan Merah dipastikan akan terus berlanjut di balik layar hingga akhir musim panas nanti.