RFEF dan Real Madrid Berduka atas Kecelakaan Pelatih Valencia Putri
Uptodai.com - Dunia sepak bola Spanyol diliputi duka mendalam setelah Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) dan klub-klub besar mengonfirmasi kabar tragis. Kecelakaan Pelatih Valencia Putri B, Fernando Martin, yang terjadi saat ia berlibur di Indonesia, telah merenggut nyawa dirinya beserta tiga anaknya.
Insiden nahas ini terjadi di perairan Nusa Tenggara Timur (NTT), tepatnya di Labuan Bajo. Martin, yang dikenal berdedikasi tinggi dalam pengembangan sepak bola wanita di Valencia, meninggalkan jejak kesedihan yang mendalam di kalangan komunitas olahraga Spanyol.
Konfirmasi Resmi dan Belasungkawa Klub Raksasa
Kabar duka ini pertama kali mencuat setelah Valencia CF sempat mengunggah pengumuman resmi di platform media sosial mereka. Meskipun unggahan tersebut kemudian ditarik, respons cepat datang dari berbagai pihak, menunjukkan betapa pentingnya sosok Fernando Martin dalam ekosistem sepak bola Spanyol.
Salah satu ucapan belasungkawa paling menonjol datang dari klub raksasa, Real Madrid. Mereka menyatakan kesedihan yang amat sangat atas kepergian Martin dan ketiga anaknya. Dalam pernyataan resminya, Real Madrid menyampaikan rasa duka cita kepada istri Martin, Andrea, dan putri mereka yang tersisa, Mar, di tengah masa sulit ini.
“Real Madrid, Presiden, dan Dewan Direksi sangat berduka atas meninggalnya Fernando Martin, pelatih dari tim putri Valencia B dan tiga anaknya dalam kecelakaan kapal di Indonesia,” demikian bunyi pengumuman dari Los Blancos. Mereka menekankan bahwa tragedi ini adalah kehilangan besar bagi keluarga besar sepak bola.
Tak hanya klub, Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) juga menyampaikan rasa duka yang sama. RFEF mengonfirmasi bahwa insiden tersebut merenggut empat nyawa sekaligus. Mereka mengekspresikan belasungkawa tulus kepada seluruh keluarga dan rekan-rekan mendiang Fernando Martin.
Tragedi Labuan Bajo: Kronologi Kecelakaan Kapal
Menurut laporan yang diterima, insiden yang menyebabkan Fernando Martin Meninggal Dunia ini terjadi pada malam hari, Jumat (26/12/2025). Kapal wisata yang mereka tumpangi, KM Putri Sakinah, mengalami kecelakaan di perairan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Saat kejadian, kapal tersebut mengangkut total 11 orang. Upaya penyelamatan berhasil mengevakuasi tujuh orang dalam keadaan selamat. Namun, empat korban lainnya, yaitu Fernando Martin (44 tahun) dan ketiga anaknya, dipastikan meninggal dunia di lokasi.
Perjalanan Liburan yang Berakhir Duka
Dikutip dari media Spanyol, El Mundo, Fernando Martin dan istrinya, Andrea Ortuno, melakukan perjalanan besar pertama mereka di luar Spanyol. Mereka membawa empat dari enam anak mereka untuk menikmati liburan akhir tahun di Indonesia.
Tujuan utama keluarga tersebut adalah mengunjungi Taman Nasional Komodo, salah satu keajaiban alam dunia yang menjadi ikon pariwisata Indonesia. Sayangnya, impian liburan yang indah itu berubah menjadi Tragedi Labuan Bajo KM Putri Sakinah yang memilukan.
Tiga anak Martin yang turut menjadi korban adalah seorang putri berusia 12 tahun, serta dua anak lainnya yang masih sangat belia, masing-masing berusia 10 dan 9 tahun. Kepergian mendadak satu keluarga ini meninggalkan luka yang mendalam, tidak hanya bagi Valencia CF, tetapi juga bagi seluruh komunitas sepak bola Spanyol yang kini bersatu dalam duka.