Uptodai.com - Kiper keturunan Indonesia yang membela Cremonese, Emil Audero angkat bicara insiden mengerikan yang dialaminya dalam pertandingan Serie A melawan Inter Milan. Insiden tersebut terjadi ketika sebuah flare (suar) dilemparkan dari tribun penonton dan mengenai tubuhnya saat laga berlangsung.

Pertandingan yang digelar di Stadion Giovanni Zini pada Senin (2/2/2026) dini hari WIB itu harus dihentikan sejenak. Emil Audero terlihat meringis kesakitan dan langsung tersungkur di lapangan setelah insiden tersebut terjadi pada awal babak kedua.

Meskipun tim medis segera memberikan perawatan, momen itu sempat memicu kekhawatiran besar. Untungnya, kiper kelahiran Mataram tersebut kini mengonfirmasi bahwa kondisinya sudah membaik, meski ia sempat merasakan rasa sakit yang luar biasa.

Emil Audero Angkat Bicara Insiden dan Rasa Sakit yang Dirasakan

Melalui akun media sosial resmi klub, Emil Audero menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para pendukung dan semua pihak yang telah mengirimkan doa. Ia memastikan bahwa kondisi fisik terkini sudah kembali normal dan tidak ada cedera serius yang diderita.

“Saya baik-baik saja sekarang, dan saya berterima kasih kepada mereka yang telah mendukung saya,” ujar Emil, sebagaimana dikutip dari Gazzetta dello Sport. Pernyataan ini memberikan kelegaan bagi para penggemar yang menyaksikan insiden tersebut secara langsung.

Kendati demikian, mantan kiper Juventus ini tidak menampik bahwa lemparan suar tersebut memberikan dampak fisik yang cukup parah sesaat setelah kejadian. Rasa sakit itu berpusat di dua area utama tubuhnya.

“Saya baik-baik saja sekarang, meskipun kemarin saya merasakan sakit yang tajam di telinga dan sensasi terbakar di lutut saya,” jelas Audero. Sensasi terbakar tersebut kemungkinan besar disebabkan oleh panas dari suar yang mengenainya.

Kondisi Emil Audero Usai Cedera dan Kekhawatiran Insiden Berulang

Insiden pelemparan benda berbahaya ke lapangan, terutama suar atau kembang api, memang sering menjadi masalah serius dalam kompetisi sepak bola Italia. Emil Audero merasa lega karena dampak insiden tersebut tidak berujung pada cedera yang lebih fatal.

Ia bahkan sempat melihat kembali rekaman kejadian tersebut untuk memastikan seberapa dekat dirinya dengan bahaya serius. Melihat kembali gambar insiden itu, Audero menyadari bahwa situasinya bisa menjadi jauh lebih buruk.

“Saya lega karena setelah melihat kembali gambar-gambar kejadian tersebut, dan jujur saja, itu bisa jauh lebih buruk,” tambahnya. Suar yang meledak di dekat kepala atau mata tentu dapat menyebabkan kerusakan permanen.

Emil Audero sangat menyayangkan insiden kekerasan seperti ini masih terjadi di tengah atmosfer pertandingan profesional. Tindakan oknum suporter yang tidak bertanggung jawab ini tidak hanya membahayakan pemain, tetapi juga merusak citra liga.

“Sayangnya, insiden seperti ini terus terjadi. Saya berharap kejadian seperti ini semakin berkurang dan, sekali lagi, saya berterima kasih kepada semua orang yang telah mendukung saya,” pungkasnya, menyerukan pentingnya keselamatan dan sportivitas di stadion.

Meskipun insiden tersebut sempat mengganggu fokus pertandingan, Audero berhasil melanjutkan tugasnya mengawal gawang Cremonese hingga peluit akhir dibunyikan. Pengalaman ini menjadi pengingat pahit tentang risiko yang dihadapi para atlet di lapangan.