Dramatis! Emil Audero Kebobolan Lima Gol, Pelatih Cremonese Ngamuk
Uptodai.com - Cremonese harus menelan pil pahit saat bertandang ke markas Juventus di Allianz Stadium. Dalam pertandingan lanjutan Serie A tersebut, kiper andalan mereka, Emil Audero kebobolan lima gol tanpa balas, menandai salah satu kekalahan terberat I Grigiorossi musim ini.
Kekalahan telak ini tidak hanya menyakitkan secara skor, tetapi juga memicu drama besar di pinggir lapangan. Ketegangan memuncak hingga pelatih Cremonese, Davide Nicola, harus diusir wasit karena protes kerasnya terhadap keputusan kontroversial.
Kontroversi VAR dan Awal Petaka Emil Audero
Sejak awal laga, Cremonese memang sudah berada di bawah tekanan hebat dari Si Nyonya Tua. Gawang yang dikawal Emil Audero sudah jebol dua kali di menit-menit awal melalui Gleison Bremer dan Jonathan David, membuat skor cepat berubah menjadi 2-0.
Puncak kontroversi yang memicu kericuhan terjadi pada menit ke-23. Wasit Ermanno Feliciani sempat memberikan hadiah penalti setelah Denis Johnsen dijatuhkan Manuel Locatelli di kotak terlarang.
Namun, keputusan krusial itu dibatalkan setelah Feliciani meninjau ulang melalui Video Assistant Referee (VAR). Pembatalan penalti didasarkan pada argumen bahwa Locatelli dianggap lebih dulu menyentuh bola, yang secara teknis menggugurkan potensi pelanggaran.
Davide Nicola Kartu Merah setelah Protes Keras
Keputusan pembatalan penalti tersebut sontak memantik amarah besar dari Davide Nicola, yang merasa timnya dirugikan. Ia melancarkan protes keras dan terus mencak-mencak di pinggir lapangan, meluapkan emosinya kepada ofisial pertandingan.
Protes yang dinilai berlebihan tersebut berujung fatal. Wasit Feliciani tidak memiliki pilihan lain selain mengeluarkan kartu merah untuk Davide Nicola, mengusir sang pelatih dari area teknis.
Setelah insiden pengusiran pelatih, nasib buruk Cremonese semakin menjadi-jadi. Juventus kembali mendapat hadiah penalti, kali ini karena Federico Baschirotto melakukan handball di dalam kotak terlarang.
Meskipun Emil Audero sempat menunjukkan kelasnya dengan menepis tendangan penalti Kenan Yildiz, bola muntah justru kembali ke kaki Yildiz yang berhasil menyelesaikan peluang dan mencetak gol ketiga bagi Si Nyonya Tua.
Nicola Anggap Skor 5-0 Tidak Adil
Di babak kedua, Cremonese benar-benar kehilangan harapan untuk bangkit. Gol bunuh diri Filippo Terracciano dan tandukan Weston McKennie melengkapi penderitaan tim tamu, menutup laga dengan skor telak 5-0.
Usai pertandingan, Nicola berbicara kepada Sky Sport dan menegaskan bahwa skor 5-0 tidak mencerminkan perjuangan timnya. Ia justru memuji semangat juang anak asuhnya, meskipun mengakui ada keanehan dalam jalannya pertandingan.
“Skor akhir adalah sebuah kesalahan, tetapi saya menyukai keberanian yang kami tunjukkan,” ujar Nicola, dilansir dari Ilbianconero. Ia menjelaskan bahwa pertandingan berjalan aneh, terutama setelah gol pertama Juventus yang dinilainya berbau keberuntungan.
Nicola menambahkan bahwa gol kedua yang masuk tak lama setelah pembatalan penalti benar-benar mematikan harapan timnya. Ia mengakui bahwa menghadapi Juventus yang kompetitif dalam kondisi tertinggal 3-0 sangatlah sulit, tetapi ia tetap menyukai cara Cremonese berjuang di lapangan.