Uptodai.com - Sejumlah keputusan wasit rugikan Barcelona dalam beberapa pekan terakhir membuat Eric Garcia angkat bicara dengan nada kecewa. Bek andalan tim Catalan tersebut menilai timnya seringkali berada di posisi yang tidak menguntungkan akibat intervensi VAR yang berlebihan. Garcia merasa dinamika pertandingan menjadi rusak karena keputusan-keputusan yang dianggap tidak adil bagi Blaugrana.

Barcelona baru saja menelan pil pahit setelah mengalami kekalahan beruntun dari Atletico Madrid dan Girona di kompetisi domestik. Rentetan hasil negatif ini semakin diperparah oleh insiden-insiden di lapangan yang dianggap merugikan skuad asuhan Hansi Flick. Kondisi ini memicu gelombang protes dari para pemain yang merasa perjuangan mereka di lapangan tidak dihargai oleh pengadil.

Salah satu momen yang paling disorot adalah gol kemenangan Girona yang memicu perdebatan panas di kalangan penggemar sepak bola Spanyol. Jules Kounde terlihat jelas terinjak sebelum proses gol terjadi, namun wasit tetap mengesahkan poin untuk lawan tanpa peninjauan ulang yang mendalam. Hal ini menjadi titik balik rasa frustrasi yang dialami oleh seluruh elemen tim Barcelona.

Dampak Kontroversi VAR Terhadap Mentalitas Pemain

Tak hanya insiden kontra Girona, Garcia juga menyinggung drama delapan menit pemeriksaan VAR saat gol Pau Cubarsi dianulir karena dianggap offside. Kejadian tersebut terjadi beberapa hari sebelumnya dan sangat memengaruhi mentalitas pemain di tengah pertandingan yang intens. Durasi pengecekan yang terlalu lama dinilai merusak momentum permainan tim yang sedang membangun serangan.

Garcia merasa bahwa saat ini setiap gol yang dicetak Barcelona seolah-olah selalu dicari celahnya agar bisa dibatalkan oleh petugas VAR. Ia menyebut situasi ini sangat melelahkan secara psikologis bagi para pemain yang sudah mencurahkan seluruh energi di lapangan hijau. Ketidakpastian dalam setiap selebrasi gol menjadi beban tersendiri bagi para penggawa Blaugrana.

“Kami merasa para wasit bisa menganulir setiap gol yang kami cetak kapan saja mereka mau jika mereka memang menginginkannya,” ujar Eric Garcia dalam wawancara bersama Tot Costa. Ia menegaskan bahwa tim harus belajar mengelola rasa frustrasi agar tetap fokus pada sisa kompetisi yang masih panjang. Garcia meminta rekan-rekannya untuk segera bangkit dari keterpurukan ini.

Upaya Bangkit di Tengah Tekanan Wasit

Meskipun merasa keputusan wasit rugikan Barcelona, Garcia tetap menekankan pentingnya menjaga konsentrasi pada aspek yang bisa mereka kendalikan. Saat melawan Atletico Madrid, Barcelona sebenarnya menciptakan banyak peluang emas dalam lima menit pertama babak kedua. Namun, proses validasi gol yang memakan waktu hingga tujuh menit membuat ritme permainan mereka kembali goyah.

Garcia menilai situasi tersebut sangat gila dan tidak masuk akal untuk level kompetisi setinggi La Liga. Ia berharap ada perbaikan signifikan dalam kualitas kepemimpinan wasit di pertandingan-pertandingan mendatang. Baginya, transparansi dan kecepatan pengambilan keputusan adalah kunci agar integritas pertandingan tetap terjaga dengan baik.

Masa Depan Eric Garcia dan Peran Hansi Flick

Di tengah panasnya isu mengenai kinerja wasit, Garcia juga membagikan cerita menarik mengenai kelanjutan masa depannya di Camp Nou. Ia mengakui sempat hampir meninggalkan klub pada bursa transfer musim dingin Januari 2025 lalu karena minimnya menit bermain. Ketidakpastian posisi di tim utama membuatnya sempat melirik peluang untuk berkarir di luar Spanyol.

Klub asal Italia, Como, dilaporkan sangat tertarik untuk memboyong bek asal Spanyol tersebut guna memperkuat lini pertahanan mereka di Serie A. Namun, rencana kepindahan itu batal terlaksana setelah adanya campur tangan langsung dari pelatih kepala Barcelona. Hansi Flick meyakinkan Garcia bahwa ia masih memiliki peran penting dalam skema permainan tim.

Hansi Flick secara personal meminta Garcia untuk tetap bertahan dan menjadi bagian dari rencana jangka panjangnya di Barcelona musim ini. Garcia kini menganggap keputusan untuk bertahan adalah langkah terbaik bagi karier sepak bolanya di tengah ambisi klub meraih trofi. Ia berkomitmen untuk terus memberikan performa terbaik demi membawa Barcelona kembali ke jalur kemenangan.