Uptodai.com - Hasil Liga Champions 2025-2026 menyajikan drama luar biasa saat raksasa Jerman, Bayern Munich, tampil perkasa di markas lawan. Sementara itu, nasib buruk justru menimpa dua wakil Inggris, Liverpool dan Tottenham Hotspur, yang harus pulang dengan tangan hampa. Kejutan besar ini mewarnai leg pertama babak 16 besar yang berlangsung pada Rabu (11/3/2026) dini hari WIB.

Bayern Munich praktis menaruh satu kaki di babak perempat final setelah melumat Atalanta dengan skor mencolok 6-1. Bermain di Bergamo, Die Roten langsung menunjukkan taringnya sejak peluit pertama dibunyikan oleh wasit. Dominasi tim tamu terlihat jelas melalui aliran bola yang sangat cepat dan efektif di lini tengah.

Dominasi Mutlak Bayern Munich di Bergamo

Pesta gol Bayern Munich diawali oleh aksi Josip Stanisic yang berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-12. Tidak butuh waktu lama bagi tim asuhan Vincent Kompany untuk menggandakan keunggulan melalui Michael Olise sepuluh menit berselang. Serge Gnabry kemudian menutup babak pertama dengan skor 3-0 setelah mencetak gol pada menit ke-25.

Memasuki paruh kedua, intensitas serangan raksasa Bavaria ini sama sekali tidak menurun meski sudah unggul jauh. Nicolas Jackson dan Jamal Musiala turut mencatatkan namanya di papan skor untuk memperlebar jarak. Michael Olise bahkan sukses mencetak gol keduanya dalam pertandingan ini, menegaskan keperkasaan Bayern atas wakil Italia tersebut.

Atalanta hanya mampu membalas satu gol hiburan melalui sepakan Mario Pasalic pada masa injury time. Kekalahan telak ini membuat langkah La Dea untuk membalikkan keadaan di leg kedua terasa sangat mustahil. Bayern kini hanya butuh hasil imbang atau kalah dengan selisih gol kecil saat bermain di Allianz Arena pekan depan.

Kejutan Pahit Liverpool di Markas Galatasaray

Hasil Liga Champions 2025-2026 lainnya membawa kabar duka bagi pendukung Liverpool yang bertandang ke markas Galatasaray. Bermain di atmosfer panas Rams Park, The Reds justru harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor tipis 1-0. Gol tunggal Mario Lemina pada menit ketujuh menjadi pembeda utama dalam pertandingan yang sangat ketat tersebut.

Pasukan Arne Slot sebenarnya mendominasi penguasaan bola dan menciptakan banyak peluang emas sepanjang laga. Mohamed Salah dan rekan-rekannya berkali-kali membombardir pertahanan Galatasaray, namun penyelesaian akhir yang buruk menjadi kendala utama. Kiper tuan rumah tampil sangat gemilang dengan mementahkan berbagai tembakan jarak dekat dari lini depan Liverpool.

Kekalahan ini menjadi peringatan serius bagi Liverpool sebelum mereka menjamu wakil Turki tersebut di Anfield. Meskipun hanya tertinggal satu gol, performa lini depan yang tumpul perlu segera dievaluasi oleh staf pelatih. Dukungan penuh publik Anfield diharapkan mampu membakar semangat para pemain untuk membalikkan kedudukan.

Tragedi Pertahanan Tottenham Hotspur di Madrid

Nasib lebih tragis dialami Tottenham Hotspur saat bertamu ke markas Atletico Madrid di Riyadh Air Metropolitano. Pelatih Igor Tudor membuat keputusan berani dengan memberikan debut Liga Champions kepada kiper muda Antonin Kinsky. Namun, keputusan tersebut berujung bencana setelah gawang Spurs bobol tiga kali hanya dalam waktu 15 menit awal.

Marcos Llorente, Antoine Griezmann, dan Julian Alvarez bergantian menghukum kelengahan barisan pertahanan klub asal London Utara tersebut. Akibat performa yang sangat mengecewakan, Kinsky terpaksa ditarik keluar pada menit ke-17 untuk digantikan oleh Guglielmo Vicario. Pergantian ini dilakukan demi mencegah kerusakan yang lebih parah bagi mental pemain muda tersebut.

Meskipun Vicario masuk, Atletico tetap mampu menambah keunggulan melalui sundulan tajam Robin Le Normand. Tottenham sempat memberikan perlawanan melalui gol Pedro Porro dan Dominic Solanke untuk memperkecil ketertinggalan. Namun, Julian Alvarez kembali mencetak gol keduanya untuk memastikan kemenangan 5-2 bagi Los Rojiblancos.

Ujian Berat Igor Tudor dan Perlawanan Newcastle

Kekalahan memalukan ini semakin menyudutkan posisi Igor Tudor yang belum memberikan kemenangan sejak menggantikan Thomas Frank. Empat kekalahan beruntun menjadi catatan merah yang harus segera diperbaiki jika ingin tetap bertahan di kursi kepelatihan. Para penggemar Spurs mulai menyuarakan kekecewaan mereka atas rapuhnya koordinasi di lini belakang tim kesayangan mereka.

Sementara itu, wakil Inggris lainnya, Newcastle United, juga harus berjuang keras saat menjamu Barcelona di St James’ Park. Pertandingan berlangsung sangat sengit dengan intensitas tinggi, di mana kedua tim saling jual beli serangan sejak menit awal. Newcastle berhasil menyulitkan raksasa Spanyol tersebut melalui permainan fisik yang sangat disiplin di lini pertahanan.

Meskipun demikian, kualitas individu para pemain Barcelona tetap menjadi ancaman nyata bagi gawang The Magpies sepanjang pertandingan. Hasil imbang atau kekalahan tipis di leg pertama ini menuntut kerja keras ekstra dari seluruh tim pada pertemuan kedua nanti. Persaingan memperebutkan tiket perempat final dipastikan akan tetap panas hingga menit terakhir pertandingan leg kedua.