Inter Milan Raih Scudetto Ke-21, Cristian Chivu Cetak Sejarah Baru
Uptodai.com - Inter Milan raih Scudetto ke-21 sepanjang sejarah klub setelah memetik kemenangan krusial pada pekan ke-35 Liga Italia musim 2025-2026. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Giuseppe Meazza, Senin (4/5/2026) dini hari WIB, tim berjuluk Nerazzurri itu sukses menundukkan Parma dengan skor meyakinkan 2-0. Kemenangan ini memicu pesta pora ribuan suporter yang telah menantikan momen pengukuhan gelar juara di kandang sendiri.
Dua gol kemenangan Inter Milan masing-masing lahir dari aksi gemilang Marcus Thuram pada masa injury time babak pertama (45+1′) dan Henrikh Mkhitaryan di menit ke-80. Tambahan tiga poin ini membuat koleksi angka Inter Milan menjadi 82 poin di puncak klasemen sementara. Selisih 12 angka dari Napoli di posisi kedua sudah tidak mungkin terkejar lagi mengingat kompetisi hanya menyisakan tiga pertandingan.
Keberhasilan ini sekaligus mengukuhkan dominasi Inter Milan di kancah domestik dalam beberapa tahun terakhir. Para pemain tampil sangat disiplin sepanjang laga untuk meredam perlawanan sengit yang diberikan oleh Parma. Hasil ini memastikan trofi Liga Italia kembali ke lemari trofi klub kebanggaan warga Milan tersebut dengan cara yang sangat elegan.
Rekor Fantastis Cristian Chivu yang Menyamai Legenda 88 Tahun Silam
Gelar juara musim ini terasa sangat emosional bagi sang pelatih, Cristian Chivu. Pria asal Rumania tersebut berhasil mencatatkan namanya dalam buku sejarah emas klub sebagai sosok yang sukses meraih juara baik sebagai pemain maupun pelatih. Pencapaian ini sekaligus memecahkan rekor yang bertahan selama 88 tahun di kubu La Beneamata.
Sebelum Chivu, hanya mendiang Armando Castellazzi yang mampu melakukan hal serupa saat membawa Inter juara pada tahun 1930 dan 1938. Chivu sendiri memiliki kenangan manis sebagai pemain dengan meraih tiga gelar Scudetto berturut-turut pada periode 2007 hingga 2010. Kini, pada musim debutnya sebagai pelatih utama menggantikan Simone Inzaghi, ia langsung mempersembahkan trofi bergengsi tersebut.
Keberhasilan Rekor Cristian Chivu di Inter Milan ini membuktikan bahwa manajemen klub tidak salah dalam menunjuknya sebagai juru taktik. Meskipun sempat diragukan karena minim pengalaman di level senior, Chivu menunjukkan kematangan strategi yang luar biasa. Ia mampu menjaga harmoni ruang ganti dan memaksimalkan potensi setiap pemain yang ia miliki.
Konsistensi dan Kebangkitan Lautaro Martinez dkk
Dalam sesi wawancara setelah pertandingan, Chivu menekankan bahwa perjalanan musim ini merupakan sebuah maraton yang sangat melelahkan. Ia mengakui bahwa timnya sempat mengalami pasang surut performa, terutama pada awal musim yang penuh tekanan. Namun, mentalitas juara yang dimiliki para pemain menjadi kunci utama untuk bangkit dari keterpurukan.
Chivu juga memberikan apresiasi khusus kepada Lautaro Martinez dan rekan-rekannya yang tampil habis-habisan di setiap pertandingan. Ia menilai bahwa konsistensi dalam mengumpulkan poin demi poin adalah faktor pembeda Inter dengan para pesaingnya. “Tim yang paling konsistenlah yang akhirnya keluar sebagai pemenang, dan untungnya tim itu adalah kami,” ujar Chivu dengan bangga.
Pelatih berusia 45 tahun itu juga berhasil membungkam kritik tajam yang sempat menerpanya di awal masa jabatan. Ia sukses mentransformasi permainan Inter menjadi lebih agresif namun tetap solid di lini pertahanan. Kepercayaan yang ia berikan kepada para pemain senior dan muda terbukti membuahkan hasil yang manis di akhir musim.
Ambisi Besar di Liga Champions Musim Depan
Setelah memastikan Gelar Juara Liga Italia Inter Milan musim ini, Chivu kini mulai mengalihkan fokusnya ke level internasional. Meskipun sukses besar di kancah domestik, Inter Milan harus menelan pil pahit di kompetisi Eropa musim ini. Langkah mereka terhenti secara mengejutkan di babak playoff Liga Champions setelah kalah agregat 2-5 dari wakil Norwegia, Bodo/Glimt.
Kegagalan di Eropa tersebut menjadi catatan penting bagi staf kepelatihan untuk melakukan evaluasi besar-besaran. Chivu berjanji akan membawa Inter Milan tampil lebih kompetitif di kasta tertinggi antarklub Eropa pada musim mendatang. Ia bertekad untuk menyandingkan gelar domestik dengan prestasi membanggakan di panggung Liga Champions.
Manajemen klub dikabarkan siap memberikan dukungan penuh berupa dana belanja pemain pada bursa transfer musim panas mendatang. Hal ini dilakukan guna memperdalam skuad agar mampu bersaing di semua kompetisi yang diikuti. Dengan skuat yang lebih kompetitif, Inter Milan optimis dapat mempertahankan takhta Serie A sekaligus berbicara banyak di level dunia.