Uptodai.com - Insiden kurang terpuji terjadi saat gelandang Timnas Indonesia, Beckham Putra diacungi jari tengah oleh seorang oknum suporter di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Peristiwa ini berlangsung setelah skuad Garuda menyelesaikan laga kontra Mozambik pada Selasa (10/6/2026). Sontak, tindakan provokatif tersebut memicu emosi sang pemain yang baru saja berjuang di lapangan hijau.

Kronologi kejadian bermula ketika para pemain Timnas Indonesia sedang berjalan mengelilingi lapangan untuk memberikan apresiasi kepada penonton. Saat rombongan tiba di area Tribun Barat, seorang oknum suporter justru mengarahkan gestur kasar secara spesifik kepada Beckham. Padahal, pemain muda milik Persib Bandung tersebut baru saja bermain selama dua menit dalam kemenangan 1-0 Indonesia atas Mozambik.

Aksi Heroik Kevin Diks Redam Emosi Beckham

Melihat rekannya tersulut emosi dan hendak menghampiri tribun, bek naturalisasi Kevin Diks langsung bertindak cepat. Pemain berpengalaman tersebut segera menarik Beckham agar tidak terprovokasi lebih jauh demi menjaga kondusivitas di lapangan. Menariknya, Kevin Diks justru berbalik mendamprat oknum suporter tersebut dengan nada tegas agar menghentikan aksi tidak terpujinya.

Tindakan tegas Kevin Diks langsung memicu reaksi dari suporter Indonesia lainnya yang berada di sekitar lokasi kejadian. Mereka kompak menyoraki oknum tersebut karena dinilai telah mencoreng sportivitas dan merusak atmosfer positif Timnas Indonesia. Bahkan, salah satu netizen dengan akun X @mas_umbies berhasil merekam wajah pelaku demi memberikan efek jera di media sosial.

Respons Berkelas Beckham Putra dan Sorotan Rivalitas

Melalui media sosial pribadi miliknya, Beckham memberikan respons berkelas menggunakan bahasa Sunda yang menegaskan mentalitas bajanya. Ia menuliskan kalimat “Moal mundur selengkah pun!” yang berarti tidak akan mundur selangkah pun menghadapi tekanan negatif tersebut. Sikap ini menunjukkan kedewasaan sang pemain dalam menghadapi provokasi destruktif yang kerap menyerang ranah personal.

Kejadian ini kembali membuka tabir rivalitas klub domestik yang sering kali terbawa hingga ke level tim nasional. Sebagian oknum suporter tampaknya belum bisa memisahkan antara persaingan di Liga 1 dengan dukungan tulus untuk Merah Putih. Padahal, ketika mengenakan jersi lambang Garuda di dada, seluruh pemain berhak mendapatkan dukungan penuh tanpa memandang asal klub mereka.

Kampanye pendewasaan suporter sepak bola di Indonesia kini kembali digaungkan oleh berbagai pihak setelah insiden memprihatinkan ini viral. PSSI dan komunitas pencinta sepak bola nasional terus mengimbau agar tribun stadion menjadi tempat yang ramah bagi semua kalangan. Sikap saling menghargai sangat dibutuhkan agar prestasi sepak bola Indonesia di kancah internasional tidak tercoreng oleh perilaku kekanak-kanakan.