Pelatih Thailand Piala AFF 2026 Pilih Malaysia, Hindari Grup Indonesia
Uptodai.com - Hasil undian fase grup Piala AFF 2026 telah memicu beragam reaksi dari kontestan, namun pernyataan paling jujur datang dari Anthony Hudson, Pelatih Thailand Piala AFF 2026. Secara terbuka, Hudson mengakui bahwa ia lebih memilih timnya berada di Grup B bersama Malaysia, ketimbang harus berjibaku di Grup A yang dihuni Timnas Indonesia dan Vietnam.
Pengakuan ini menunjukkan adanya perhitungan strategis yang mendalam dari juru taktik berpaspor Inggris tersebut. Hudson menyadari betul bahwa persaingan di Grup A memiliki intensitas yang jauh lebih tinggi, terutama mengingat rivalitas panas antara Garuda dan Golden Star Warriors dalam beberapa tahun terakhir.
Drawing yang digelar di MNC Studio, Jakarta, pada Kamis (15/1/2026) lalu, memang membagi kekuatan secara signifikan. Grup A langsung dicap sebagai ‘Grup Neraka’ karena mempertemukan Timnas Indonesia, Timnas Vietnam, Timnas Kamboja, Timnas Singapura, serta pemenang playoff.
Anthony Hudson Puas Terhindar dari Grup Neraka Piala AFF
Di sisi lain, Grup B diisi oleh Timnas Thailand, Timnas Myanmar, Timnas Filipina, Timnas Laos, dan rival klasik mereka, Timnas Malaysia. Hudson menyambut hasil undian ini dengan penuh kelegaan, meski ia tetap menuntut kewaspadaan penuh dari anak asuhnya.
“Kami sangat senang dengan hasil ini. Tidak akan ada pertandingan yang mudah, semua tim sangat kompetitif, tetapi kami benar-benar puas dengan hasil undian ini,” ujar Hudson, seperti dikutip dari laporan media Vietnam, Bongda24H.
Kepuasan Hudson ini bukan tanpa alasan. Thailand, yang berstatus sebagai juara bertahan, memiliki beban moral besar untuk mempertahankan mahkota mereka. Menghindari dua tim yang sedang naik daun seperti Indonesia dan Vietnam di fase awal tentu memberikan sedikit ruang bernapas bagi persiapan Gajah Perang.
Mengapa Pelatih Thailand Piala AFF 2026 Pilih Grup B?
Hudson menjelaskan bahwa keputusannya lebih didasarkan pada tingkat kesulitan yang diprediksi di Grup A. Grup tersebut tidak hanya mempertemukan kekuatan fisik Indonesia, tetapi juga kedisiplinan taktis Vietnam yang selalu menjadi batu sandungan bagi tim-tim besar Asia Tenggara.
“Jika melihat ke grup lainnya, Anda akan melihat Indonesia dan Vietnam. Kami berada di grup di mana setiap pertandingan akan sangat kompleks dan sulit, tetapi jika harus memilih satu grup, maka inilah grup yang akan kami pilih,” terang Hudson.
Keputusan ini menunjukkan penghormatan Hudson terhadap perkembangan Timnas Indonesia di bawah asuhan pelatih yang fokus pada regenerasi pemain. Keberadaan Indonesia dan Vietnam di Grup A membuat persaingan memperebutkan dua tiket semifinal dari grup tersebut dipastikan akan sangat brutal.
Fokus Thailand di Grup B: Hadapi Tantangan Malaysia
Kendati demikian, Hudson menegaskan bahwa Grup B bukanlah grup yang bisa diremehkan. Kehadiran Malaysia, yang dikenal memiliki rivalitas sengit dengan Thailand, menjadi tantangan utama yang harus dihadapi oleh Teerasil Dangda dan kawan-kawan.
Pertemuan antara Thailand dan Malaysia selalu menjanjikan tensi tinggi dan dukungan suporter yang masif. Selain itu, tim-tim seperti Filipina dan Myanmar juga berpotensi memberikan kejutan, terutama saat bermain di kandang sendiri.
Oleh karena itu, meskipun menghindari Grup Neraka, Thailand tetap harus mempersiapkan diri secara maksimal. Hudson harus memastikan timnya siap menghadapi format kompetisi yang menuntut konsistensi tinggi sepanjang fase grup.
Format Turnamen Piala AFF 2026 yang Baru
Piala AFF 2026 dijadwalkan bergulir mulai 24 Juli hingga 26 Agustus. Turnamen dua tahunan ini masih menggunakan sistem round robin, yang berarti setiap tim di fase grup akan memainkan total empat pertandingan.
Detailnya, setiap kontestan akan melakoni dua laga kandang dan dua laga tandang. Format ini membuat faktor kebugaran dan kemampuan beradaptasi dengan atmosfer tandang menjadi kunci penting untuk lolos ke babak semifinal.
Bagi Thailand, target utama tentu saja adalah keluar sebagai juara Grup B. Hal ini diperlukan untuk memastikan mereka mendapatkan jalur yang lebih menguntungkan di babak gugur, sekaligus menghindari potensi pertemuan dini dengan salah satu raksasa dari Grup A.